8 Keluhan Ibu hamil Trimester 3 dan Cara Mengatasinya!
Ibu dan Anak

8 Keluhan Ibu hamil Trimester 3 dan Cara Mengatasinya!

27 Februari 2026 8 menit waktu baca
keluhan ibu hamil trimester 3 dan cara mengatasinya

Pada trimester ketiga, yang dimulai pada minggu ke-28, tubuh ibu hamil semakin mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Berbagai keluhan, seperti nyeri punggung, kaki kram, atau sering buang air kecil kerap muncul dan dapat memengaruhi kenyamanan ibu hamil.

 

Oleh karena itu, memahami keluhan ibu hamil trimester 3 dan cara mengatasinya menjadi langkah penting agar ibu tetap sehat dan siap menghadapi persalinan. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar keluhan tersebut dapat dikurangi tanpa membahayakan ibu maupun janin. Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Keluhan Ibu Hamil Trimester 3 dan Cara Mengatasinya

 

Pada trimester ketiga, keluhan yang dirasakan ibu hamil umumnya semakin beragam karena tubuh sedang mempersiapkan diri untuk proses persalinan. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali keluhan ibu hamil trimester 3 dan cara mengatasinya agar kondisi tetap terkendali dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lebih nyaman. 

 

1. Tubuh Terasa Gerah

 

Memasuki trimester ketiga, tubuh ibu hamil bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan suhu di tengah peningkatan metabolisme dan volume darah. Selama kehamilan, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron meningkat. Perubahan hormon ini memengaruhi cara tubuh mengatur suhu. Akibatnya, ibu hamil dapat lebih mudah merasa panas atau mengalami sensasi hangat yang muncul secara tiba-tiba (hot flashes), terutama pada malam hari.

 

Keluhan ini umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh menurunkan suhu secara alami. Misalnya, mandi dengan air sejuk untuk membantu tubuh terasa lebih segar, serta memastikan asupan cairan tercukupi agar tidak mengalami dehidrasi. Penting juga untuk menjaga sirkulasi udara di ruangan tetap baik, terutama saat cuaca panas.

 

Namun, apabila rasa panas disertai demam terasa terus-menerus dan tidak membaik, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak terdapat infeksi atau kondisi lain yang mendasari.

 

2. Lebih Sering Buang Air Kecil

 

Pada trimester ketiga, ibu hamil umumnya lebih sering buang air kecil. Sebab, ginjal memproduksi lebih banyak urine, sementara rahim yang membesar menekan kandung kemih. Kondisi ini menyebabkan kapasitas kandung kemih berkurang dan harus lebih sering dikosongkan.

 

Penelitian yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine (2025) menunjukkan bahwa produksi urine dalam 24 jam meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Peningkatan ini umumnya dirasakan menjelang akhir masa kehamilan. Bahkan, hampir setengah dari ibu hamil pada trimester ketiga dikatakan dapat buang air kecil hingga delapan kali atau lebih dalam sehari. 

 

Namun, waspadai bila peningkatan frekuensi buang air kecil disertai dengan rasa perih saat berkemih, nyeri di perut bagian bawah, urine keruh atau berbau, serta demam. Gejala-gejala tersebut merupakan indikasi kuat adanya infeksi saluran kemih (ISK) yang memerlukan penanganan medis segera.

 

3. Kaki Terasa Kram

 

Kram kaki, terutama pada malam hari, merupakan keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil di trimester ketiga. Risiko kram cenderung meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan mendekati persalinan. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk perubahan sirkulasi darah dan tekanan dari rahim yang membesar pada pembuluh darah. 

 

Tak hanya itu, kram juga sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan mineral penting seperti magnesium, yang berperan penting dalam menjaga fungsi saraf dan otot agar tetap rileks. Untuk mencegahnya, ibu hamil disarankan untuk melakukan peregangan otot betis sebelum tidur, tetap bergerak aktif sesuai anjuran dokter, minum air yang cukup, serta memenuhi kebutuhan kalsium harian.

 

Selain itu, gunakan juga sepatu yang nyaman dan menopang kaki dengan baik saat berjalan atau berdiri dalam waktu yang lama. Apabila kram tiba-tiba muncul, ibu dapat mencoba beberapa langkah berikut untuk membantu meredakannya:

 

  • Regangkan otot betis secara perlahan.

  • Berdiri atau berjalan santai selama beberapa menit untuk membantu melancarkan aliran darah.

  • Istirahat dengan posisi kaki sedikit ditinggikan.

  • Berikan kompres hangat atau dingin pada area kaki yang kram, atau lakukan pijatan lembut.

 

4. Timbul Stretch Mark

 

Pada trimester ketiga, stretch mark atau striae gravidarum biasanya mulai terlihat atau semakin jelas seiring perut dan bagian tubuh lain membesar dengan cepat. Garis-garis ini biasanya muncul di area perut, payudara, paha, atau pinggul akibat peregangan kulit dan perubahan hormon selama kehamilan. Stretch mark akan memudar setelah persalinan, meskipun tidak sepenuhnya hilang.

 

Secara medis, belum ada jaminan bahwa penggunaan produk oles (topikal) dapat sepenuhnya mencegah munculnya stretch mark. Beberapa uji klinis menemukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara ibu hamil yang memakai produk topikal dan yang tidak. Maka dari itu, fokus utama mengatasi stretch mark pada kehamilan tetap pada melembapkan kulit untuk kenyamanan dan menjaga kesehatan kulit, seperti:

 

  • Rutin mengoleskan pelembap yang aman, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap mengunci kadar air dalam kulit secara maksimal. Pilih produk dengan emollient, seperti glycerin, shea butter, atau asam hialuronat, dan hindari bahan yang keras seperti retinoid yang tidak dianjurkan saat hamil.

  • Cukupi asupan cairan harian, gunakan sabun lembut tanpa pewangi berlebihan, dan mandi dengan air hangat untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh.

 

5. Kenaikan Tekanan Darah

 

Tekanan darah tinggi saat hamil dapat terjadi akibat perubahan pada pembuluh darah dan plasenta yang mengganggu aliran darah, serta respons tubuh ibu yang berlebihan terhadap kehamilan, seperti pada preeklamsia. Risiko kenaikan tekanan darah meningkat pada ibu dengan kondisi berikut:

 

  • Berat badan berlebih sebelum hamil (pre-pregnancy BMI). 

  • Kehamilan pertama.

  • Riwayat hipertensi atau preeklamsia.

  • Usia di atas 35 tahun.

  • Riwayat keluarga hipertensi.

  • Ibu yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, gangguan ginjal, atau penyakit autoimun.

 

Jika tekanan darah ibu hamil tinggi di trimester 2 atau 3, ibu sebaiknya:

 

  • Lebih sering memeriksakan diri ke dokter untuk memantau tekanan darah, terutama jika disertai dengan sakit kepala hebat atau menetap, pandangan kabur atau berkunang-kunang, serta mendadak bengkak pada wajah, tangan, atau kaki.

  • Mengikuti gaya hidup sehat, seperti olahraga ringan yang aman untuk kehamilan serta menerapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi cukup sayur, buah, protein, dan membatasi garam berlebih.

  • Mengelola kenaikan berat badan sesuai rekomendasi dokter berdasarkan berat badan sebelum hamil.

 

6. Perut Terasa Mulas dan Sembelit

 

Pada trimester ketiga kehamilan, keluhan perut mulas dan sembelit sangat sering terjadi dan termasuk gangguan pencernaan yang umum pada ibu hamil. Sembelit dapat muncul akibat perubahan hormonal, misalnya pengaruh hormon progesteron yang memperlambat kerja usus. Selain itu, rahim yang membesar menekan usus dan saraf panggul sehingga feses bergerak lebih lambat, menimbulkan rasa penuh, kembung, mulas, serta sulit buang air besar.

 

Oleh karena itu, penting untuk mencegah sembelit melalui peningkatan asupan serat dan cairan, aktivitas fisik yang teratur, serta hanya menggunakan obat pencahar bila perlu dan di bawah pengawasan medis.

 

7. Cairan Kolostrum ASI Mulai Keluar

 

Pada trimester ketiga, sebagian ibu hamil mulai mengeluhkan keluarnya kolostrum ASI dari payudara. Kolostrum adalah “ASI pertama” yang berwarna kekuningan atau keputihan, kental, dan sangat kaya nutrisi serta merupakan antibodi untuk melindungi bayi. Menjelang akhir kehamilan, sebagian kecil ASI dapat merembes keluar, yang ditandai dengan bercak atau kerak kering di puting atau bra.

 

Kondisi ini normal, tidak berbahaya, dan tidak menandakan banyak atau sedikitnya produksi ASI setelah melahirkan. Keluhan biasanya cukup ditangani dengan menjaga kebersihan payudara dan bila perlu menggunakan breast pad, sambil tetap berkonsultasi ke dokter jika terdapat cairan berdarah, nyeri hebat, atau perubahan bentuk payudara yang mencurigakan.

 

8. Nyeri Pinggang Bagian Bawah

 

Pada trimester ketiga, banyak ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah. Hal ini terjadi karena perubahan pusat gravitasi tubuh, peningkatan berat badan, serta peregangan otot akibat pengaruh hormon kehamilan. Kondisi ini membuat otot dan sendi di area punggung bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.

 

Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung bawah pada akhir kehamilan:

 

  • Perbaiki postur tubuh saat duduk, berdiri, atau mengangkat benda dengan tidak membungkuk atau menahan beban hanya di satu sisi.

  • Tidur miring dengan penopang, misalnya meletakkan bantal atau guling di antara lutut untuk menjaga posisi pinggul dan punggung tetap nyaman.

  • Gunakan penyangga pinggang (lumbar roll) saat duduk untuk menopang lengkung punggung.

  • Batasi berdiri atau berjalan terlalu lama, serta atur waktu istirahat yang cukup.

  • Lakukan olahraga atau latihan kehamilan (antenatal exercise) untuk memperkuat otot punggung dan panggul, sesuai rekomendasi dokter.

 

Meskipun nyeri pada area pinggang sering dianggap lumrah, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter jika rasa tidak nyaman tersebut menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa. Perhatian khusus harus diberikan apabila intensitas nyeri meningkat drastis hingga melumpuhkan aktivitas harian ibu hamil, atau jika sensasi sakit tersebut muncul secara tiba-tiba dengan pola serangan yang tajam dan menusuk.

 

Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan jika nyeri mulai menyerupai kram yang menyebar ke arah perut atau area panggul. Dalam konteks kehamilan, penyebaran rasa sakit ini sering kali merupakan tanda awal persalinan. Mengenali tanda-tanda ini lebih awal sangat penting agar penanganan dapat segera dilakukan sehingga keselamatan ibu dan bayi tetap terjaga.

 

Demikian penjelasan mengenai keluhan ibu hamil trimester 3 dan cara mengatasinya. Perlu diingat bahwa keluhan yang muncul dapat berbeda-beda pada setiap ibu hamil, tergantung kondisi tubuh, usia kehamilan, dan kondisi kesehatan masing-masing individu. Oleh karena itu, penanganan yang paling tepat juga dapat berbeda, dan sebaiknya selalu disesuaikan dengan saran dari dokter.

 

Jika Anda mengalami sejumlah keluhan, seperti kenaikan tekanan darah, sembelit, hingga nyering punggung bawah, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan memeriksa kondisi Anda secara menyeluruh dan menentukan langkah perawatan yang sesuai untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan penanganan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung fasilitas yang tersedia. Namun, dokter dan tenaga medis lainnya akan memastikan penanganan dilakukan dengan aman dan sesuai kondisi ibu hamil.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan lebih mudah, mulai dari mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan melihat hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Reference Cleveland Clinic. Why You Get Hot Flashes During Pregnancy. Diakses pada 2026 | Journal of Language and Health. Pregnant Women's Experiences with Sleep Disturbances in the Third Trimester. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins. The Third Trimester. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Urinary Function Changes during Pregnancy Assessed by Frequency Volume Charts in a Prospective Longitudinal Study. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Prevalence and Predictors of Leg Cramps in the Third Trimester of Pregnancy: A Cross-Sectional Study. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. What causes leg cramps during pregnancy, and can they be prevented? Diakses pada 2026 | Cochrane Database of Systematic Reviews. Topical Preparations for Preventing Stretch Marks in Pregnancy. Diakses pada 2026 | NHS. Stretch Marks. Diakses pada 2026 | WebMD. Remedies for Stretch Marks After Pregnancy. Diakses pada 2026 | The Bump. Are Hot Flashes Normal During Pregnancy? Diakses pada 2026 | Healthline. Does Milk Leak During Pregnancy, and When Might It Happen? Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Blood Pressure in the Second and Third Trimesters of Pregnancy and Adverse Pregnancy Outcomes in Singleton Pregnancies: A Bidirectional Cohort Study. Diakses pada 2026 | BMC Pregnancy and Childbirth. Global Prevalence of Constipation During Pregnancy: A Systematic Review and Meta-analysis. Diakses pada 2026 | Healthline. What Are the Best Ways to Remove or Fade Stretch Marks Post-Pregnancy? Diakses pada 2026 | Medical News Today. What Does Lower Back Pain During the Third Trimester of Pregnancy Mean? Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. The Global Prevalence of Low Back Pain in Pregnancy: A Comprehensive Systematic Review and Meta-analysis. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail