Mengenal Fungsi Hormon Estrogen dan Progesteron pada Wanita
Ibu dan Anak

Mengenal Fungsi Hormon Estrogen dan Progesteron pada Wanita

20 Desember 2024 5 menit waktu baca
hormon estrogen dan progesteron

 

Hormon estrogen dan progesteron adalah hormon utama yang berperan dalam perkembangan sistem reproduksi dan pertumbuhan fisik pada wanita. Itulah sebabnya, ketidakseimbangan hormon estrogen maupun progesteron dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti stres, obesitas, dan lain sebagainya. Mari simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya tentang peran hormon estrogen dan progesteron pada wanita.

 

Fungsi Hormon Estrogen dan Progesteron pada Wanita

 

Seperti yang sudah dijelaskan, estrogen dan progesteron merupakan hormon reproduksi utama pada wanita. Hormon-hormon ini mendorong pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, dan lain-lain. Sebenarnya, hormon estrogen dan progesteron juga dimiliki oleh pria, namun kadarnya lebih rendah. Berikut uraian mengenai masing-masing fungsi hormon estrogen dan progesteron.

 

A. Fungsi Hormon Estrogen

 

Pada tubuh wanita, hormon estrogen utamanya diproduksi di ovarium. Namun, jaringan lemak, kelenjar adrenal, dan otak juga bisa memproduksi hormon ini. Beberapa peran penting hormon estrogen pada wanita adalah sebagai berikut:

 

  • Memulai siklus menstruasi.

  • Meningkatkan gairah seks (libido).

  • Melindungi kesehatan reproduksi.

  • Menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), tulang, dan kulit.

  • Mengatur suasana hati (mood).

  • Membantu menjaga kadar kolesterol yang sehat.

  • Meningkatkan fungsi kognitif.

 

B. Fungsi Hormon Progesteron

 

Produksi progesteron terjadi di korpus luteum, yaitu struktur penghasil hormon yang berkembang di dalam ovarium setelah sel telur dikeluarkan. Korpus luteum ini akan mengalami degenerasi (penghancuran) setelah beberapa hari kecuali jika terjadi kehamilan. Adapun peran hormon progesteron pada wanita adalah sebagai berikut:

 

  • Menebalkan lapisan rahim untuk mempersiapkan kemungkinan implantasi.

  • Mempertahankan kehamilan dengan cara membantu mencegah konstruksi rahim.

  • Mempersiapkan payudara untuk laktasi guna mendukung proses menyusui.

  • Menyeimbangkan hormon estrogen.

 

Pada beberapa kondisi, dokter dapat meresepkan progesteron sintetis (progestin) untuk:

 

  • Mengatasi gejala menopause.

  • Endometriosis.

  • Pasien dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.

  • Amenorrhea (kondisi ketika wanita tidak mengalami menstruasi). 

  • Alat kontrasepsi.

 

Kondisi Akibat Kadar Hormon Estrogen dan Progesteron Terlalu Rendah

 

Menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti menopause, olahraga yang berlebihan, pembatasan kalori, pola makan yang tidak sehat, serta kondisi atau perawatan medis tertentu. Kadar hormon estrogen yang rendah dapat mengakibatkan:

 

  • Pubertas terlambat.

  • Perkembangan seksual yang lambat atau bahkan tidak berkembang.

  • Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia), menurunnya gairah seksual, dan hot flashes salah satu gejala dari perimenopause dan menopause). Hot flashes sendiri merupakan sensasi panas di tubuh yang muncul secara tiba-tiba, terutama di area wajah.

 

Sementara itu, kadar hormon progesteron yang rendah dapat mengakibatkan:

 

  • Kenaikan berat badan.

  • Depresi.

  • Perdarahan menstruasi yang berat.

  • Berkurangnya gairah seks.

  • Masalah kantong empedu.

  • Jika sedang hamil, kadar progesteron yang rendah dapat menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan kehamilan. 

 

Menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron yang rendah dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:

 

  • Resistensi insulin.

  • Obesitas.

  • Stres.

  • Mikroflora usus yang tidak sehat atau tidak seimbang.

  • Operasi pengangkatan ovarium.

  • Olahraga yang berlebihan.

  • Pembatasan kalori yang esktrem.

  • Penurunan berat badan yang cepat.

  • Kondisi endokrin, seperti gangguan pada kelenjar tiroid atau hipofisis.

  • Kondisi genetik, seperti sindrom Turner (kondisi yang dapat memengaruhi wanita ketika salah satu kromosom X hilang atau rusak sebagian).

  • Kondisi autoimun (penyakit akibat sistem imun yang menyerang sel-sel sehat dalam tubuh).

  • PCOS.

  • Perawatan kanker, seperti kemoterapi atau radioterapi.

  • Penyakit ginjal kronis.

 

Kondisi Akibat Kadar Hormon Estrogen dan Progesteron Terlalu Tinggi

 

Hormon progesteron dapat memengaruhi kadar hormon estrogen dan begitu pula sebaliknya. Kondisi ketika kadar estrogen lebih banyak dibandingkan progesteron disebut juga sebagai estrogen dominance. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kanker payudara, kanker rahim, fibroid, endometriosis, atau PCOS. Kadar estrogen yang lebih tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan:

 

  • Penambahan berat badan.

  • Kembung.

  • Perubahan siklus menstruasi.

  • Benjolan payudara yang bersifat fibrokistik (bukan kanker).

  • Fibroid rahim.

  • Kelelahan.

  • Sakit kepala.

  • Perubahan suasana hati.

  • Berkurangnya gairah seks.

  • Masalah memori.

  • Gangguan tidur.

  • Nyeri payudara.

 

Sementara itu, kadar progesteron yang lebih tinggi dapat menyebabkan:

 

  • Menstruasi yang tidak teratur.

  • Perubahan suasana hati.

  • Kelelahan.

 

Diagnosis Ketidakseimbangan Kadar Hormon Estrogen dan Progesteron

 

Pemeriksaan akan dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat medis pasien, termasuk perawatan atau obat-obatan yang sedang dijalani. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. 

 

Terkadang, gejala yang dialami pasien cukup untuk membantu dokter mendiagnosis ketidakseimbangan hormon. Namun, pada beberapa kasus, dokter mungkin membutuhkan tes penunjang, seperti tes darah untuk menilai kadar hormon atau tes pencitraan.

 

Misalnya, dokter mungkin dapat meresepkan pengobatan hormonal tanpa tes lebih lanjut jika pasien berusia sekitar pertengahan hingga akhir 40-an dengan gejala perimenopause. Namun, apabila usia pasien lebih muda, mengalami infertilitas, atau pernah mengalami keguguran berulang, dokter sering kali merekomendasi tes hormon dalam darah dan tes pencitraan untuk membantu menegakkan diagnosis. 

 

Cara Menjaga Keseimbangan Kadar Hormon Estrogen dan Progesteron

 

Menjaga keseimbangan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Hal ini termasuk:

 

  • Mempertahankan berat badan yang sehat.

  • Mengonsumsi makanan padat nutrisi yang rendah gula.

  • Membatasi makanan olahan.

  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.

  • Mengelola stres.

  • Menjaga kesehatan usus.

  • Menghindari asupan alkohol yang berlebihan.

  • Menghindari xenoestrogen, yaitu bahan kimia yang meniru estrogen. Biasanya ditemukan pada pestisida, pewangi ruangan, plastik, produk yang digunakan di penatu (laundry), dan lain-lain.

 

Itulah penjelasan mengenai fungsi hormon estrogen dan progesteron pada wanita yang penting untuk diketahui. Namun, perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter.

 

Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi di atas, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Very Well Health. Estrogen and Progesterone in Females. Diakses pada 2024 | Healthline. Estrogen vs. Progesterone: Functions in the Human Body. Diakses pada 2024 | WebMD. Normal Testosterone and Estrogen Levels in Women. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Estrogen. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Low Estrogen. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Low Progesterone. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail