Kesehatan Tubuh
Kriteria Pasien untuk TAVI pada Penyakit Katup Jantung

Table of Contents
Transcatheter aortic valve implantation atau TAVI adalah terobosan baru dalam dunia medis untuk menangani penyakit katup jantung, terutama katup aorta yang menyempit (stenosis aorta). Prosedur ini bersifat minimal invasif dengan risiko komplikasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pembedahan konvensional.
Sebelum merekomendasikan prosedur ini, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan bahwa kondisi pasien memenuhi syarat menjalani tindakan TAVI. Lantas, apa saja kriteria pasien untuk TAVI? Mari simak kriteria pasien TAVI lebih lanjut dalam artikel berikut.
Kriteria Pasien untuk TAVI
TAVI atau transcatheter aortic valve implantation biasanya menjadi alternatif utama untuk menangani penyakit katup jantung, khususnya bagi pasien yang tidak memenuhi syarat menjalani operasi jantung terbuka (open heart surgery).
Meski tergolong aman, tidak semua pasien dengan penyakit katup jantung bisa menjalani prosedur ini. Terdapat beberapa kriteria pasien untuk TAVI yang menjadi pertimbangan dokter untuk merekomendasikan tindakan ini. Kriteria tersebut meliputi:
1. Usia
TAVI paling sering direkomendasikan untuk pasien lansia, umumnya di atas 65–75 tahun. Pada kelompok usia ini, operasi jantung terbuka memiliki tingkat risiko komplikasi yang lebih tinggi. Selain usia, dokter juga mempertimbangkan harapan hidup dan daya tahan katup dalam jangka panjang. Pada pasien lebih muda, pertimbangan ketahanan katup menjadi faktor penting dalam menentukan jenis prosedur yang dipilih.
Menurut 2020 American College of Cardiology, TAVI lebih diutamakan bagi pasien usia lanjut, khususnya 80 tahun ke atas, yang secara medis diperkirakan usia hidupnya tidak sampai 10 tahun lagi. Namun, pada pasien di bawah 80 tahun yang belum bergejala, tindakan tetap bisa dipertimbangkan bila fungsi pompa jantungnya sudah menurun.
2. Faktor Anatomi (Bentuk dan Struktur Tubuh)
Sebelum memutuskan apakah pasien cocok menjalani TAVI, dokter perlu menilai bentuk dan ukuran katup jantung pasien secara detail. Penilaian ini penting untuk memastikan perangkat katup yang digunakan dapat terpasang dengan stabil dan berfungsi optimal.
Normalnya, katup aorta memiliki tiga daun katup. Namun, beberapa orang terlahir hanya dengan dua daun katup. Pada kondisi ini, bentuk katup biasanya tidak berbentuk bulat sempurna dan sering disertai penumpukan kalsium yang tidak merata. Situasi tersebut membuat prosedur TAVI lebih menantang dan berisiko dibandingkan operasi jantung terbuka.
Sebuah penelitian dalam Journal of the Society for Cardiovascular Angiography & Interventions 3 (2024) menunjukkan bahwa kondisi katup bawaan ini lebih sering ditemukan pada pasien usia lebih muda. Bentuk yang tidak normal tersebut membuat prosedur TAVI lebih berisiko dibandingkan operasi jantung terbuka.
Risiko yang dapat terjadi antara lain kebocoran di sekitar katup, pergeseran katup, atau komplikasi lainnya. Selain itu, jika pengapuran di sekitar katup dan saluran jantung sudah sangat berat, tindakan TAVI juga berisiko menyebabkan robekan jaringan, gangguan irama jantung setelah prosedur, serta kebocoran pada katup yang baru dipasang.
Dokter juga akan mempertimbangkan ukuran jantung dan katup pasien. Pilihan ukuran katup pada prosedur TAVI masih terbatas sehingga operasi jantung terbuka sering kali menjadi pilihan yang lebih aman dan efektif pada pasien dengan ukuran katup yang sangat besar atau memiliki kelainan pada aorta.
3. Riwayat Kesehatan dan Penyakit Penyerta
Dalam menentukan kriteria pasien untuk TAVI, dokter tidak hanya menilai kondisi katup jantung, tetapi juga mengevaluasi kesehatan pasien secara keseluruhan, termasuk riwayat penyakit yang pernah dialami dan penyakit penyerta yang dimiliki. Pasien dengan kondisi tertentu, misalnya gagal jantung, penyakit pembuluh darah perifer, dan gangguan ginjal berat, memiliki risiko komplikasi operasi.
Selain itu, penyakit jantung koroner juga menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian kriteria pasien untuk TAVI. Pada beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan penanganan tambahan terhadap pembuluh darah jantung sebelum atau bersamaan dengan prosedur TAVI.
Faktor lain yang juga tidak kalah penting adalah kondisi kesehatan mental pasien. Gangguan seperti depresi atau penurunan fungsi kognitif dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengikuti pengobatan, kontrol rutin, dan perawatan lanjutan pascaprosedur. Pengalaman trauma atau rasa takut terhadap tindakan medis juga bisa memengaruhi kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan.
Penelitian berjudul Association of Depression and Cognitive Dysfunction With Patient-Centered Outcomes After Transcatheter Aortic Valve Replacement (2023) menunjukkan bahwa pasien dengan depresi atau gangguan kognitif yang menjalani TAVI berisiko mengalami hasil pemulihan yang kurang optimal sehingga kondisi ini perlu dipertimbangkan oleh dokter sebelum menentukan tindakan.
Itulah penjelasan mengenai kriteria pasien untuk TAVI yang perlu dipahami. Penting diingat bahwa prosedur ini hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani prosedur ini.
Untuk mencapai pemulihan, diagnosis dan rencana terapi yang tepat memegang peranan penting. Oleh karena itu, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit jantung terbaik untuk berobat atau mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.
Dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda bisa memperoleh tinjauan medis tambahan tanpa harus ke luar negeri. Apabila ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur penggantian katup jantung, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh saran medis yang tepat sesuai kondisi kesehatan.
Untuk akses layanan kesehatan berstandar internasional yang lebih mudah dan nyaman, manfaatkan layanan Siloam Medical Concierge yang siap membantu Anda memperoleh informasi mengenai jadwal dokter, pemeriksaan medis, dan fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan. Mari, melangkah menuju kesembuhan bersama kami di Indonesia.
Sumber
Interventional Cardiology. Transcatheter Aortic Valve Implantation Indications and Patient Selection. Diakses pada 2026 | AHA|ASA Journals. Association of Depression and Cognitive Dysfunction With Patient-Centered Outcomes After Transcatheter Aortic Valve Replacement. Diakses pada 2026 | American College of Cardiology (ACC). Update on TAVI Indications From 2020 ACC/AHA Valvular Guidelines. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000







