Kesehatan Tubuh
Mengatasi Serumen Prop, Penyebab Gangguan Telinga

Table of Contents
Serumen prop dapat terjadi karena kotoran telinga menumpuk dan menggumpal keras sehingga menyebabkan telinga tersumbat dan memicu gangguan pendengaran. Hal ini biasanya diakibatkan oleh metode pembersihan telinga yang salah sehingga mendorong kotoran masuk ke dalam telinga. Jika kondisi tersebut terjadi, perlu untuk segera mengambil tindakan penanganan yang tepat agar tidak terjadi komplikasi serius.
Cara Mengatasi Serumen Prop
Secara umum, terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk mengatasi serumen prop, yakni:
1. Penggunaan Cairan Cerumenolytic
Cairan cerumenolytic adalah cairan yang membantu melembutkan atau menghancurkan kotoran telinga. Umumnya, zat ini berbahan dasar air atau minyak. Adapun kandungan di dalam cerumenolytic berbasis air diantaranya adalah hidrogen peroksida, asam asetat, sodium docusate, dan sodium bikarbonat. Dosis penggunaan umumnya dua kali sehari sebanyak lima tetes selama tiga sampai tujuh hari, tergantung dari kandungan yang terdapat di dalam obat tersebut.
2. Irigasi Telinga
Irigasi telinga adalah metode yang juga aman dan efektif untuk membuang serumen. Pada tindakan irigasi ini, perlu dipastikan bahwa membran timpani dalam kondisi utuh. Irigasi dapat menggunakan air hangat yang sesuai dengan suhu tubuh atau campuran air dan hidrogen proksida dengan komposisi 50:50 yang dimasukkan ke dalam syringe dan dialirkan ke dalam liang telinga dan ditampung dengan wadah dengan atau tanpa tip syringe yang dimodifikasi.
3. Ekstraksi Manual
Ekstraksi manual merupakan metode yang direkomendasi oleh The American Academy of Otolaryngology- Head and Neck Surgery. Ekstraksi manual memerlukan alat khusus, visualisasi yang baik, dan kerja sama pasien. Kelebihan metode ini adalah mengurangi risiko dari infeksi akibat terpaparnya liang telinga oleh kelembapan yang tinggi.
Tidak ada kontraindikasi absolut untuk tindakan ekstraksi serumen. Namun demikian, dokter perlu memperhatikan kondisi pasien dengan penyakit imunosupresif seperti HIV, diabetes melitus, dan kelainan anatomi seperti sempitnya liang telinga. Pada pasien dengan diabetes melitus, tingginya pH dapat menyebabkan superimposed bacterial infection. Pasien dengan kondisi imunospuresif seperti diabetes melitus, HIV, atau penyakit lainnya juga memiliki risiko tinggi terjadinya infeksi meskipun hanya trauma kecil.
Saat ini terdapat beberapa alat-alat pembersih serumen yang dapat dibeli bebas di pasaran tapi tidak direkomendasikan penggunaannya oleh dokter. Salah satunya adalah pembersihan dengan cotton bud. Cotton bud adalah alat yang umum digunakan untuk membersihkan telinga tapi harus dihindari karena dapat memperparah kondisi sumbatan telinga oleh serumen dan dapat menyebabkan perforasi membran timpani. Selain cotton bud, penggunaan ear candle yang cukup sering digunakan oleh masyarakat juga tidak dianjurkan karena berpotensi menyebabkan cedera baik bagi liang telinga ataupun gendang telinga.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







