Ibu dan Anak
Mengenal Belly Mapping untuk Mengetahui Posisi Bayi dalam Rahim

Table of Contents
Belly mapping adalah metode yang dapat digunakan untuk memprediksi posisi janin dalam kandungan dengan cara menggambar atau menandainya pada perut ibu hamil. Metode ini biasanya dilakukan setelah usia kehamilan memasuki trimester ketiga atau berusia sekitar 30 minggu. Lantas, bagaimana cara melakukan belly mapping? Mari simak ulasan lengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Belly Mapping?
Belly mapping adalah teknik yang dilakukan dengan cara menggambar atau melukis perut ibu hamil untuk mengetahui dan menandai posisi bayi di dalam rahim. Pada awalnya, teknik ini diperkenalkan oleh Gail Tully, seorang bidan asal Amerika Utara yang telah memiliki pengalaman kerja selama lebih dari 35 tahun.
Mengenal Beragam Posisi Janin di Dalam Rahim
Sebelum membahas cara melakukan belly mapping, penting untuk mengenali macam-macam posisi janin dalam kandungan terlebih dahulu. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ukuran janin mulai membesar sehingga ia akan bergeser ataupun berputar posisi karena membutuhkan ruang yang lebih besar untuk bergerak.
Lalu, setelah usia kehamilan memasuki trimester ketiga, ukuran janin sudah semakin membesar sehingga membuat janin cenderung sulit untuk mengubah posisinya. Pada kondisi tersebut, penting bagi setiap ibu untuk memperhatikan posisi janin di dalam kandungan guna memastikan kelancaran proses persalinan nantinya.
Secara umum, terdapat empat posisi bayi di dalam kandungan yang perlu diketahui, di antaranya sebagai berikut.
1. Posisi Anterior
Posisi anterior adalah posisi ketika kepala janin berada di sekitar pinggul dengan wajah janin menghadap ke punggung ibu dan punggung janin menghadap ke perut ibu. Pada posisi ini, leher bayi cenderung bisa bergerak dengan bebas, seperti meregang dan menekuk dagunya ke arah dada.
Posisi anterior adalah posisi yang paling ideal untuk proses persalinan normal. Pasalnya, bagian kepala bayi yang lebih kecil bisa menjadi awalan yang baik untuk merangsang proses pembukaan serviks (leher rahim) selama proses persalinan. Umumnya, janin akan berada di posisi anterior saat usia kehamilan sudah memasuki minggu ke-33 hingga ke-36.
2. Posisi Posterior
Posisi posterior merupakan posisi janin ketika kepalanya berada di area pinggul, namun wajah janin menghadap ke arah perut ibu. Posisi ini dapat membuat pergerakan leher janin menjadi lebih terbatas, sehingga cenderung sulit untuk menekuk dagunya ke arah dada. Secara umum, posisi ini dapat membuat janin sulit keluar selama proses persalinan.
3. Posisi Sungsang
Posisi sungsang merupakan kebalikan dari posisi anterior dan posterior, yaitu posisi ketika kaki janin berada di area pinggul menghadap ke arah jalan lahir, sementara kepalanya berada di atas di dekat dada ibu. Secara umum, posisi sungsang sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
-
Frank breech: Posisi ketika kedua kaki janin menekuk ke atas di depan tubuhnya hingga mendekati wajah.
-
Complete breech: Posisi ketika janin terlihat seperti sedang duduk bersila. Posisi ini membuat kedua kaki janin berada di dekat bokongnya.
-
Footling breech: Posisi janin ketika salah satu kakinya cenderung lebih turun dibandingkan kaki lainnya. Hal ini berisiko menyebabkan kaki atau tungkai janin tergelincir keluar melalui serviks (leher rahim) yang belum sepenuhnya melebar, kemudian bahu dan kepala janin dapat terjepit.
Perlu diketahui, posisi bayi sungsang cenderung berisiko menyebabkan janin terlilit tali pusat. Selain itu, posisi ini juga dapat menyebabkan cedera pada janin apabila dilakukan persalinan melalui vagina.
4. Posisi Melintang
Posisi melintang atau transverse lie position merupakan kondisi ketika janin berada pada posisi horizontal atau melintang di dalam rahim. Kondisi ini membuat persalinan harus dilakukan dengan operasi caesar. Jika dipaksakan dengan persalinan normal, risiko tali pusat keluar terlebih dahulu sebelum bayi, yang dapat menyebabkan kerusakan otak hingga kematian bayi.
Cara Melakukan Belly Mapping untuk Memprediksi Posisi Janin di Dalam Rahim
Umumnya, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan metode belly mapping secara mandiri di rumah, atau bisa juga dibantu oleh orang terdekat yang memahami metode belly mapping dengan lebih baik. Namun sebelum itu, penting untuk tetap memeriksakan kondisi kandungan secara rutin ke dokter spesialis kandungan guna mengetahui posisi janin di dalam rahim secara akurat.
Lebih jelasnya, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode belly mapping.
1. Meraba Permukaan Perut
Langkah pertama, berbaringlah di kasur atau permukaan yang datar dan empuk. Lalu, ibu atau individu yang membantu menggambar dapat meraba perut yang sejajar dengan pinggul untuk menemukan posisi kepala bayi. Secara umum, kepala bayi akan terasa sedikit lebih keras dan berbentuk bulat. Sementara itu, pantat bayi cenderung terasa lebih lunak.
Ibu atau individu yang membantu menggambar juga dapat menemukan posisi punggung bayi dengan menggerakkan tangan dari lokasi kepala bayi ke arah atas. Punggung bayi akan terasa panjang dan sedikit keras dengan permukaannya cenderung halus saat diraba.
2. Menandai Posisi Janin di Perut
Selanjutnya, ibu atau individu yang membantu menggambar dapat menandai posisi janin yang telah diraba pada perut menggunakan spidol atau krayon. Hal ini bisa menjadi pengalaman berharga sekaligus memperkuat ikatan batin antara ibu dan janin.
Selain menandainya di permukaan perut, ibu atau individu yang membantu menggambar juga dapat memetakan posisi janin pada selembar kertas. Untuk itu, ibu atau individu yang membantu menggambar dapat membuat lingkaran pada selembar kertas. Berilah garis berbentuk plus (+) di dalam lingkaran tersebut untuk membaginya menjadi empat bidang yang berukuran sama. Setelah itu, berikan tanda pada beberapa bagian dalam lingkaran tersebut untuk memprediksi lokasi kepala dan punggung janin.
3. Menggunakan Boneka Peraga
Untuk memudahkan ibu atau individu yang membantu menggambar dalam membayangkan posisi janin, gunakanlah boneka peraga dan posisikan boneka tersebut sesuai dengan lokasi kepala dan punggung janin yang sudah ditandai. Cara ini juga dapat membantu mengetahui posisi tangan dan kaki janin dengan lebih mudah.
Apakah Metode Belly Mapping Akurat?
Pada dasarnya, tingkat akurasi metode belly mapping dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat keterampilan individu yang menggambar atau melukis, letak plasenta, volume cairan ketuban, serta sensasi gerakan atau tendangan janin di dalam kandungan.
Perlu diingat, metode belly mapping tidak bisa diandalkan sepenuhnya dan hanya bisa dilakukan untuk memperkirakan posisi janin saja. Jika ingin mengetahui posisi janin yang aktual dan akurat, disarankan untuk mengunjungi dokter dan menjalani pemeriksaan USG (ultrasonografi), baik USG abdomen maupun USG transvaginal.
Selain memberikan gambaran posisi janin di dalam rahim, pemeriksaan USG juga dapat membantu ibu untuk mengetahui beberapa hal, seperti:
-
Usia janin.
-
Mengidentifikasi jumlah janin dalam rahim.
-
Pertumbuhan dan perkembangan janin.
-
Kondisi plasenta dan volume cairan ketuban.
-
Mengidentifikasi kelainan pada janin.
-
Memeriksa risiko komplikasi kehamilan.
-
Memeriksa posisi janin sebelum persalinan.
Demikian informasi mengenai metode belly mapping yang dapat dilakukan untuk membantu memperkirakan posisi janin di dalam kandungan.Jika ibu ingin mendapatkan layanan dan perawatan selama masa kehamilan, persalinan, hingga pascamelahirkan, jangan ragu untuk mengunjungi NEST yang tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang.
NEST adalah layanan dari Siloam Hospitals yang didukung dengan fasilitas medis mutakhir serta tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, bidan, hingga perawat profesional untuk memberikan pengalaman hamil, persalinan, dan pascamelahirkan yang aman, nyaman, dan tak terlupakan.
Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan, seperti membuat janji temu dengan dokter kandungan atau memesan paket Non-Invasive Prenatal Testing Homecare untuk mendeteksi adanya risiko kelainan genetik pada janin. Mari percayakan kesehatan kehamilan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET A)
Lainnya
16 Service/Item
Rp4.642.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000







