Ibu dan Anak
Mengenal Operasi Caesar, Begini Persiapan & Prosedurnya

Table of Contents
Operasi caesar adalah proses melahirkan yang dilakukan dengan pembedahan pada bagian perut serta rahim ibu, tepatnya di atas tulang kemaluan. Operasi caesar merupakan pilihan yang umumnya dipertimbangkan apabila ibu hamil memiliki kondisi tertentu yang berisiko menimbulkan cedera saat persalinan normal. Mari simak informasi mengenai operasi caesar selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Operasi Caesar?
Operasi caesar adalah metode persalinan yang dilakukan apabila kondisi ibu tidak memungkinkan untuk melahirkan bayi secara normal melalui vagina. Operasi caesar biasanya juga disarankan bagi ibu yang mengalami komplikasi kehamilan. Selama proses operasi, ibu akan diberi obat bius spinal yang disuntikkan ke area tulang belakang sehingga ibu tidak akan merasakan nyeri dari bagian pinggang hingga kaki.
Jika dibandingkan dengan persalinan normal, umumnya operasi caesar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih. Sebagian pasien operasi caesar baru bisa pulang ke rumah setelah 3–5 hari menjalani perawatan di rumah sakit sampai dokter memastikan kondisi ibu stabil. Namun kini, terdapat metode ERACS (enhanced recovery after cesarean surgery) yang menawarkan keunggulan, seperti minim rasa sakit serta pemulihan lebih cepat.
Tujuan dan Indikasi Operasi Caesar
Tujuan dan indikasi operasi caesar adalah sebagai penanganan darurat apabila ibu tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal atau terjadi komplikasi kehamilan yang membahayakan nyawa ibu maupun janin. Namun, operasi caesar juga dapat dilakukan oleh dokter apabila ibu hamil menghendakinya. Prosedur ini disebut dengan operasi caesar elektif atau terencana.
Beberapa kondisi ibu yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani operasi caesar adalah:
-
Terdapat infeksi, seperti infeksi HIV atau herpes genital.
-
Persalinan normal gagal atau tidak berjalan baik disertai perdarahan hebat.
-
Terjadi plasenta previa (posisi plasenta terlalu turun).
-
Mengalami preeklamsia (tekanan darah meningkat dan terkandung protein dalam urine).
-
Pernah menjalani operasi caesar di kehamilan sebelumnya.
Sementara itu, operasi caesar juga akan dilakukan jika bayi mengalami kondisi sebagai berikut:
-
Pertumbuhan janin terhambat.
-
Terlilit tali pusar.
-
Makrosomia (berat badan bayi baru lahir lebih dari 4 kg).
-
Detak jantung tidak normal.
-
Malpresentasi janin, seperti letak lintang atau sungsang.
-
Kepala janin lebih besar.
Persiapan Operasi Caesar
Sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum operasi caesar adalah:
-
Menjalani tes darah, terutama untuk mengetahui golongan darah dan kadar hemoglobin, sehingga dokter bisa melakukan persiapan lebih awal jika ibu perlu memerlukan transfusi darah selama proses operasi.
-
Menjalani tes amniocentesis untuk mengetahui kondisi perkembangan paru-paru janin, terutama jika ibu menjalani operasi caesar ketika usia kehamilan di bawah 37 minggu.
Selanjutnya, sebelum proses persalinan dimulai, ibu hamil akan diminta untuk mandi dengan sabun antiseptik serta memotong kuku jari dan tangan. Kemudian, ibu harus berpuasa selama beberapa jam sebelum operasi dan mengonsumsi beberapa obat, seperti antibiotik, antimual, dan obat maag.
Prosedur Operasi Caesar
Setelah pasien memasuki ruang operasi, dokter akan melakukan anestesi lokal yang bertujuan membuat tubuh bagian bawah mati rasa. Jadi, selama proses operasi, ibu hamil akan berada dalam keadaan sadar, namun tidak akan merasakan nyeri selama prosedur.
Lantas, berapa lama operasi caesar berlangsung? Umumnya, waktu yang diperlukan untuk operasi caesar adalah 40–60 menit. Proses persalinan akan dimulai dengan membuat sayatan di dinding perut di dekat garis rambut area kemaluan berbentuk horizontal.
Dokter juga bisa membuat sayatan vertikal di bawah pusar hingga di atas tulang kemaluan. Biasanya, jenis sayatan disesuaikan dengan posisi terakhir janin di dalam kandungan. Dokter juga akan melihat apakah ada komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur atau plasenta previa.
Dokter akan mengambil bayi dari rahim pasien dan akan membersihkan cairan di mulut dan hidung bayi lalu memotong tali pusar. Proses terakhir operasi caesar adalah memastikan tidak ada titik perdarahan dalam tubuh ibu, dan kemudian menutup sayatan.
Pascaoperasi Caesar
Pascaoperasi caesar, pasien akan menjalani perawatan dan pemulihan di ruang perawatan selama beberapa jam. Selama berada di ruang perawatan, dokter akan memeriksa tekanan darah, kadar oksigen, irama jantung, serta suhu tubuh pasien.
Pasien akan diberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri ketika efek bius mulai menghilang. Pasien juga akan disarankan untuk lebih banyak minum dan berjalan-jalan ringan guna mencegah sembelit dan penggumpalan darah.
Umumnya, usai menjalani operasi caesar, ibu akan mengeluarkan darah nifas. Di tiga hari pertama, darah yang keluar jumlahnya cukup banyak dan berwarna kecokelatan, merah terang, dan akan berhenti dengan sendirinya setelah enam minggu.
Guna mempercepat pemulihan, ibu disarankan tidak melakukan aktivitas berat dan berhubungan seksual sementara waktu serta menghindari makanan cepat saji dan tinggi gula. Selain itu, beberapa hal yang juga perlu dilakukan setelah operasi caesar adalah:
-
Mengenakan pakaian yang nyaman.
-
Menjaga luka jahitan tetap kering.
-
Memperbanyak konsumsi makanan yang bergizi seimbang.
-
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
-
Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter.
Risiko Efek Samping Operasi Caesar
Beberapa efek samping yang dapat terjadi pada ibu setelah menjalani operasi caesar adalah:
-
Perdarahan pada area operasi.
-
Reaksi alergi terhadap obat, seperti mual dan gatal.
-
Cedera operasi.
-
Infeksi pada luka bekas operasi caesar.
-
Gumpalan darah dalam rahim atau rongga perut.
-
Gangguan kehamilan berikutnya, seperti perlengketan pada rahim atau rongga perut.
-
Meningkatkan risiko ruptur uteri.
Penting untuk diketahui bahwa informasi ini bertujuan untuk edukasi semata. Tindakan operasi caesar pun akan direkomendasikan oleh dokter bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mempertimbangkan kondisi medis ibu untuk memastikan ibu telah memenuhi persyaratan dalam menjalani metode persalinan ini.
Apabila membutuhkan pertimbangan dalam memilih metode persalinan yang paling tepat sesuai kondisi tubuh, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000
Pasca Operasi Maternal Care - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp990.000
Basic Female - SHBS
5 Service/Item
Rp830.000







