Kesehatan Tubuh
Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS) untuk Masalah Tulang Belakang

Table of Contents
BESS, atau biportal endoscopic spine surgery adalah sebuah metode bedah modern untuk mengatasi masalah tulang belakang dengan cara yang lebih aman dan minim rasa sakit. Dibandingkan dengan operasi tulang belakang konvensional, BESS menawarkan banyak keunggulan, seperti luka yang lebih kecil, waktu pemulihan yang lebih cepat, dan risiko komplikasi yang lebih rendah. Mari ketahui lebih lanjut dalam artikel berikut.
Apa itu BESS?
Biportal endoscopic spine surgery (BESS) adalah teknik operasi yang menggunakan alat endoskopi untuk mengakses area tulang belakang. Dokter hanya memerlukan beberapa sayatan kecil sebesar 1 sentimeter di area tulang belakang.
Melalui sayatan ini, alat endoskopi dan kamera kecil dimasukkan untuk membantu dokter melihat dengan jelas area yang perlu ditangani. Karena hanya membutuhkan sayatan kecil, prosedur ini dikenal sebagai metode minimal invasif.
Salah satu alasan utama mengapa banyak orang memilih prosedur endoskopi ini adalah karena waktu pemulihannya yang jauh lebih cepat. Pasien sering kali bisa kembali beraktivitas ringan dalam 2–3 hari setelah operasi. Selain itu, kebutuhan akan obat penghilang rasa sakit pascaoperasi juga lebih rendah, sehingga risiko efek samping dari obat-obatan ini dapat diminimalkan.
BESS biasanya digunakan untuk menangani masalah seperti:
-
Herniasi diskus, yaitu kondisi di mana bantalan tulang belakang menonjol dan menekan saraf.
-
Stenosis spinal, penyempitan saluran tulang belakang yang menyebabkan nyeri dan gangguan saraf.
-
Dekompresi saraf, untuk mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit.
Tujuan BESS
Prosedur ini dirancang untuk membantu pasien dengan masalah tulang belakang tanpa perlu menjalani operasi besar. Beberapa tujuan utama dari BESS adalah:
-
Mengurangi rasa sakit dengan cara yang lebih aman dan efektif.
-
Mempercepat pemulihan, sehingga pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat.
-
Meminimalkan komplikasi, risiko infeksi atau perdarahan yang lebih kecil dibandingkan operasi konvensional.
Kondisi yang Membutuhkan Tindakan BESS
Tidak semua orang dengan masalah tulang belakang dapat menjalani BESS. Prosedur ini cocok untuk pasien dengan kondisi berikut:
-
Masalah tulang belakang yang bisa diatasi dengan metode minimal invasif, seperti herniasi diskus atau stenosis spinal.
-
Kondisi kesehatan yang cukup baik dan tidak memiliki infeksi aktif.
-
Tidak ada kelainan anatomi pada tulang belakang yang menyulitkan prosedur.
Namun, jika pasien memiliki kondisi medis tertentu seperti gangguan jantung yang tidak terkontrol atau diabetes parah, prosedur ini mungkin tidak direkomendasikan. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah BESS adalah pilihan terbaik.
Prosedur BESS
Pasien akan menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk MRI atau CT scan, untuk memastikan kondisi tulang belakang yang perlu ditangani. Kemudian, dokter akan memberikan panduan mengenai persiapan sebelum operasi, seperti puasa atau penghentian sementara obat tertentu.
Saat operasi berlangsung, pasien akan mendapatkan anestesi, baik lokal maupun umum, sesuai dengan kebutuhan medisnya. Dokter akan membuat dua sayatan kecil sebagai jalur masuk endoskop (alat yang dilengkapi dengan kamera) dan instrumen bedah. Kamera pada endoskop akan memberikan gambaran langsung dari area yang bermasalah, sehingga dokter bisa bekerja dengan lebih presisi dan mengurangi risiko kerusakan jaringan di sekitarnya.
Setelah operasi, pasien akan dipantau untuk memastikan tidak ada komplikasi. Jika diperbolehkan, umumnya pasien dapat pulang di hari yang sama atau keesokan harinya. Dokter akan menjelaskan panduan aktivitas ringan dan jadwal kontrol untuk memastikan pemulihan berjalan lancar.
Risiko dan Efek Samping BESS
Seperti prosedur medis lainnya, prosedur endoskopi tulang belakang ini juga memiliki risiko, meskipun kecil kemungkinannya. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah:
-
Infeksi pada area sayatan.
-
Perdarahan ringan.
-
Cedera pada saraf atau jaringan di sekitar area operasi.
Dengan persiapan yang baik dan dilakukan oleh tim medis berpengalaman, risiko ini dapat diminimalkan. Pasien juga diharapkan mengikuti semua instruksi dokter selama masa pemulihan untuk menghindari komplikasi.
Dengan luka yang lebih kecil dan trauma jaringan yang lebih sedikit, BESS memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pasien. Namun, penting untuk diketahui bahwa prosedur BESS akan direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani terapi ini.
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan tulang belakang, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS
Bedah Saraf
Spesialis Bedah Saraf
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI LUMBAL NON CONTRAST
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000






