Spinal Stenosis - Jenis, Gejala, Penyebab & Cara Mengobati
Kesehatan Tubuh

Spinal Stenosis - Jenis, Gejala, Penyebab & Cara Mengobati

13 Agustus 2025 4 menit waktu baca
Spinal stenosis adalah

Spinal stenosis atau stenosis spinal adalah gangguan tulang belakang yang sering kali ditandai dengan munculnya rasa nyeri di punggung bawah atau leher dan rasa kesemutan di bagian lengan atau kaki. 

 

Seiring berjalannya waktu, nyeri dan kesemutan dapat menjalar ke beberapa area tubuh. Spinal stenosis biasanya berkembang dengan perlahan, oleh karena itu gejalanya sering kali tidak disadari.

 

Apabila spinal stenosis sudah parah, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menjalani operasi. Lantas, apa penyebab dari spinal stenosis? Mari simak ulasannya berikut ini. 

 

Apa itu Spinal Stenosis?

 

Spinal stenosis adalah penyempitan salah satu atau lebih ruang di antara kanal tulang belakang yang dapat disebabkan oleh faktor yang didapat setelah lahir maupun bawaan lahir. Penyempitan ruang di antara kanal tulang belakang ini dapat menekan sumsum tulang belakang dan saraf di sekitarnya.

 

Akibatnya, muncul penekanan atau gangguan saraf terjepit yang apabila tidak segera diobati akan menimbulkan gangguan saraf lainnya seperti skiatika (nyeri dari bokong hingga kaki). Spinal stenosis umumnya terjadi di punggung bawah (lumbar spinal stenosis) dan leher (cervical spinal stenosis).

 

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga terjadi di bagian tulang punggung lainnya. Spinal stenosis dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering menyerang orang berusia di atas 50 tahun karena kondisi tulang belakang degeneratif atau pelapukan sendi, bantalan, dan tulang yang terjadi secara bertahap.

 

Penyebab Spinal Stenosis

 

Spinal stenosis adalah kondisi penyempitan kanal tulang belakang karena kondisi tertentu maupun bawaan dari lahir. Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya spinal stenosis, antara lain:

 

1. Osteofit (Bone Spur)

 

Osteofit atau taji tulang adalah kondisi di mana tulang tumbuh menonjol ke luar yang disebabkan ausnya tulang akibat artritis. Osteofit sering kali dialami oleh lansia di atas 60 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada orang yang lebih muda karena kecelakaan atau trauma. Tulang yang tumbuh menonjol itu dapat menekan saraf yang menimbulkan rasa nyeri.

 

2. Muncul Tonjolan pada Diskus

 

Diskus atau cakram tulang belakang adalah bantalan bundar dan datar yang berperan untuk meredam guncangan di antara ruas tulang belakang. Seiring bertambahnya usia, diskus dapat mengering dan menipis sehingga mudah mengalami kerusakan pada lapisan luarnya.

 

Hal ini pun dapat berujung pada keluarnya bagian tengah diskus yang tampak seperti gel, sehingga mempersempit ruang antar tulang dan menekan saraf di sekitarnya.

 

3. Penebalan Ligamentum Flavum

 

Ligamentum flavum adalah jaringan yang membantu menopang tulang belakang. Seiring bertambahnya usia, ligamen akan menjadi kaku dan menebal yang lama-kelamaan dapat menekan saraf  tulang belakang.

 

4. Tumor

 

Spinal stenosis juga dapat disebabkan oleh tumor yang tumbuh di dalam kanal tulang belakang. Seiring dengan pertumbuhan tumor ini, penekanan pada saraf tulang belakang dapat terjadi. Meski begitu, kasus ini cukup jarang ditemukan.

 

5. Kecelakaan 

 

Kecelakaan atau trauma pada tulang belakang dapat menggeser atau merusak tulang sehingga memicu penyempitan kanal tulang belakang. Tidak hanya itu, jaringan yang bengkak akibat operasi punggung atau luka juga dapat menekan saraf dan menyebabkan spinal stenosis.

 

Gejala Spinal Stenosis

 

Spinal stenosis biasanya tidak memiliki gejala di awal, namun seiring dengan perburukan kondisi, beberapa gejala dapat mulai muncul dan dapat menjadi semakin parah. Berikut adalah gejala yang biasanya ditemukan pada penderita lumbar spinal stenosis:

 

  • Nyeri punggung bawah.

  • Kram pada satu atau kedua kaki yang dapat memburuk saat berjalan atau berdiri terlalu lama.

  • Nyeri dan kram mereda setelah membungkuk atau duduk.

  • Mati rasa atau kesemutan di area bokong atau kaki.

 

Sementara itu, pada penderita cervical spinal stenosis, gejala yang biasanya muncul adalah:

 

  • Mati rasa di bagian leher.

  • Kesemutan di tangan, kaki, atau lengan.

  • Sulit berjalan atau menjaga keseimbangan.

  • Nyeri leher.

  • Sulit menggerakkan tangan (contoh: kesulitan dalam menulis atau mengancing baju).

 

Pemeriksaan Spinal Stenosis

 

Untuk mendiagnosis spinal stenosis,dokter akan melakukan pemeriksaan stenosis spinal, yang umumnya dimulai dari pemeriksaan fisik, seperti menekan area di sekitar nyeri atau meminta pasien untuk membungkukkan badan ke beberapa arah untuk melihat posisi tulang belakang yang menyebabkan nyeri. 

 

Selain itu, pasien juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan melalui serangkaian tes seperti X-ray, MRI, atau CT Scan untuk melihat adanya kerusakan tulang, hernia, tumor, atau faktor lain yang bisa menyebabkan spinal stenosis

 

Pengobatan Spinal Stenosis

 

Spinal stenosis dapat ditangani dengan beberapa metode pengobatan, tergantung dari tingkat keparahannya. Pada kasus spinal stenosis ringan, dokter umumnya akan menyarankan pasien untuk mengompres hangat dan dingin area nyeri serta rutin berolahraga. Apabila diperlukan, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan dan merekomendasikan terapi fisik. Namun, pada kasus spinal stenosis yang cukup parah, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menjalani operasi. 

 

Itulah informasi terkait spinal stenosis yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami gejala serupa yang merujuk pada spinal stenosis, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat dari dokter spesialis ortopedi kami.

 

Sebagai pusat unggulan ortopedi, Siloam Hospitals Mampang didukung oleh tim ahli ortopedi berpengalaman serta fasilitas medis mutakhir yang dapat memberikan penanganan dan prosedur rehabilitasi masalah ortopedi secara optimal.

 

Pastikan untuk membuat janji temu dengan dokter terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail