Childhood Schizophrenia - Penyebab, Gejala, & Penanganannya
Kesehatan Mental

Childhood Schizophrenia - Penyebab, Gejala, & Penanganannya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
childhood schizophrenia

Childhood schizophrenia adalah gangguan kejiwaan serius yang terjadi pada anak-anak. Kondisi ini biasanya mulai memunculkan gejala sebelum anak berusia 13 tahun. Gejalanya bisa meliputi delusi, halusinasi, dan lain-lain. Lantas, apa penyebab childhood schizophrenia? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

 

Apa itu Childhood Schizophrenia?

 

Childhood schizophrenia adalah skizofrenia pada anak, biasanya dimulai sebelum anak berusia 13 tahun. Kondisi ini memengaruhi mental anak dan bagaimana cara mereka memandang dunia di sekitarnya. Childhood schizophrenia juga dapat memengaruhi pikiran, ingatan, indra, dan perilaku anak.

 

Akibat kondisi ini, anak mungkin mengalami kesulitan dalam banyak aspek di kehidupan sehari-harinya. Bahkan, hubungannya dengan keluarga maupun teman-temannya akan terdampak. Inilah sebabnya, childhood schizophrenia tidak boleh disepelekan dan harus segera ditangani oleh tenaga profesional.

 

Penyebab Childhood Schizophrenia

 

Childhood schizophrenia dapat disebabkan oleh banyak faktor yang berkaitan satu sama lain. Salah satu pemicunya adalah faktor genetik, yang mana kondisi ini dapat diturunkan dari keluarga yang memiliki kondisi serupa. Selain itu, ketidakseimbangan senyawa kimia otak yang berperan penting dalam proses komunikasi antarsel juga diduga memicu childhood schizophrenia.

 

Di samping itu, berikut adalah beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan childhood schizophrenia:

 

  • Gangguan perkembangan otak sebelum lahir karena adanya malnutrisi atau infeksi virus tertentu saat penderita masih dalam kandungan.

  • Memiliki riwayat keluarga yang juga menderita skizofrenia.

  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang saat usia anak atau remaja awal.

 

Gejala Childhood Schizophrenia

 

Gejala childhood schizophrenia dimulai sebelum anak berusia 13 tahun. Gejalanya bisa bervariasi dan melibatkan berbagai gangguan dengan pikiran, perilaku, serta emosi. Anak juga akan mengalami delusi, halusinasi, dan berbicara dengan tidak jelas. Berikut uraian selengkapnya tentang gejala skizofrenia pada anak.



A. Tanda dan gejala awal:



Ciri-ciri skizofrenia pada anak mungkin lebih sulit terdeteksi. Tanda dan gejala awal childhood schizophrenia melibatkan pikiran, perilaku, dan emosi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Pikiran:

 

  • Gangguan dalam berpikir dan bernalar.

  • Mengeluarkan ide atau ucapan aneh.

  • Menganggap mimpi atau acara yang dilihat di televisi adalah hal yang nyata.

 

Perilaku:

 

  • Menjauh dari teman dan keluarga.

  • Berperilaku aneh.

  • Tidak memenuhi kebutuhan harian, misalnya enggan berpakaian.

  • Kurangnya motivasi, seperti penurunan prestasi di sekolah.

  • Berperilaku kasar dan agresif.

  • Sulit tidur.

 

Emosi:

 

  • Suasana hati yang mudah tersinggung atau tertekan.

  • Kecemasan dan ketakutan yang tidak biasa.

  • Menaruh rasa curiga berlebihan terhadap orang lain.

  • Emosi yang ditunjukkan tidak sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi.

 

B. Tanda dan gejala lanjutan

 

  • Delusi, keyakinan yang salah atau tidak berdasarkan kenyataan. Misalnya, berpikir sedang disakiti padahal sebenarnya tidak.

  • Halusinasi, mendengar, mencium, atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

  • Pikiran yang tidak teratur, terlihat dari ucapannya yang tidak teratur sehingga komunikasi menjadi tidak efektif.

  • Perilaku motorik yang tidak teratur dan tidak normal.

  • Beberapa gejala negatif. Hal ini mengacu pada berkurangnya atau tidak adanya kemampuan tubuh untuk berfungsi secara normal, misalnya mengabaikan kebersihan diri dan kurang memiliki emosi.

 

Kriteria diagnostik DSM-V untuk skizofrenia memerlukan setidaknya dua dari lima gejala berikut yang muncul selama sebulan. Setidaknya salah satu gejala di antaranya adalah poin 1, 2, atau 3. Berikut uraiannya.

 

  • Delusi.

  • Halusinasi.

  • Bicara tidak teratur dan inkoheren.

  • Perilaku yang sangat tidak terorganisir maupun katatonik (mengkakukan badan atau membuat gerakan berulang).

  • Gejala negatif seperti berkurangnya sifat emosional atau penuh keengganan.

 

Diagnosis Childhood Schizophrenia

 

Childhood schizophrenia biasanya tidak langsung disadari karena gejala yang ditimbulkan terkadang dianggap sebagai bagian dari tumbuh kembang anak. Psikiater mungkin perlu memantau perilaku, persepsi, dan pola pikir anak selama beberapa bulan atau lebih. Secara umum, proses diagnosis childhood schizophrenia meliputi:

 

  • Pemeriksaan fisik, dilakukan untuk menyingkirkan kondisi lain yang bisa menyebabkan gejala pada anak.

  • Evaluasi psikiatri, mengamati penampilan dan perilaku, serta menanyakan tentang pikiran, perasaan, dan pola perilaku anak. Salah satu instrumen yang dapat digunakan adalah Kiddie Schedule for Affective Disorders and Schizophrenia (K-SADS).

  • Tes pencitraan, seperti MRI atau CT scan.

  • Tes alkohol, untuk mengetahui ada tidaknya kadar alkohol di dalam darah, yang juga dapat memengaruhi perilaku.

  • Pemeriksaan aktivitas listrik di otak menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini juga dapat mendeteksi kondisi lain, seperti epilepsi.

 

Cara Mengatasi Childhood Schizophrenia

 

Perawatan untuk childhood schizophrenia tergantung dari tingkat keparahannya. Perawatan ini biasanya meliputi terapi dan edukasi untuk anak beserta keluarganya. Tergantung dari usia anak, dokter mungkin akan meresepkan obat antipsikotik atau antidepresan untuk mengendalikan gejala.

 

Pada kondisi tertentu, anak mungkin memerlukan rawat inap, misalnya saat kondisinya tidak stabil dengan perilaku berbahaya terhadap diri sendiri dan orang lain. Selain obat-obatan, dokter juga sering merekomendasikan pelatihan keterampilan sosial dan konseling untuk anak beserta keluarganya. Terapi ini akan membantu anak mempelajari keterampilan mengatasi masalah, menjaga hubungan dengan orang lain, serta bisa berprestasi lebih baik di sekolah.

 

Perlu diingat bahwa penyebab dan gejala yang sudah dijelaskan di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama bagi Anda untuk menilai kondisi childhood schizophrenia. Perlu dipahami bahwa terdapat berbagai kondisi yang mungkin memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama.

 

Maka dari itu, bila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini, hindari melakukan self-diagnosis dan segera berkonsultasi dengan Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Penting pula untuk dipahami bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung.

 

telechat (1)

message

ArticleDetail