Sindrom Cinderella Complex: Penyebab, Gejala, & Cara Mengendalikannya
Kesehatan Mental

Sindrom Cinderella Complex: Penyebab, Gejala, & Cara Mengendalikannya

08 Oktober 2025 3 menit waktu baca
cinderella complex adalah

Sindrom cinderella complex adalah suatu gangguan yang membuat seorang wanita cenderung bergantung kepada seseorang yang dianggap lebih kuat, terutama pria. Kondisi ini biasanya terjadi karena seseorang tidak diajarkan untuk menghadapi masalah dan ketakutannya sendiri.

 

Kondisi ini diduga sangat berkaitan dengan pola asuh orang tua semasa kecil. Untuk mengenal penyebab cinderella complex, gejala, hingga cara mengendalikannya, mari simak ulasannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Cinderella Complex?

 

Cinderella complex adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1981 oleh Colette Dowling, seorang terapis asal New York, pada bukunya yang berjudul The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence.

 

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa cinderella complex adalah sebuah sindrom yang terjadi ketika seorang wanita cenderung bergantung pada orang lain, terutama pada pria atau pasangannya, karena tidak dididik untuk menghadapi ketakutan dan masalahnya sendiri.

 

Meski belum dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental, sindrom ini juga sering dihubungkan dengan gangguan psikologis tertentu, misalnya seperti gangguan kepribadian dependen atau tidak bisa mandiri.

 

Penyebab Sindrom Cinderella Complex

 

Dilansir dari International Journal of Psychology, penyebab utama wanita cenderung bergantung pada orang lain dan mengalami sindrom cinderella complex adalah karena adanya stereotipe bahwa wanita hanyalah sebagai pihak yang menerima, sementara pria dianggap sebagai pihak yang perlu lebih banyak memberi dan bekerja.

 

Karena stereotipe tersebut, sebagian orang tua mengasuh anak perempuannya dengan lebih protektif dan minim tekanan. Akibatnya, anak perempuan cenderung berpikir bahwa akan ada orang lain yang selalu membantu jika mereka dihadapkan pada kesulitan, sehingga pada akhirnya tidak mampu membangun identitas diri yang kuat untuk menjalani kehidupan mandiri.

 

Selain pola asuh orang tua yang mungkin cenderung memanjakan anak perempuannya, sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cinderella complex adalah sebagai berikut.

 

  • Pengaruh lingkungan sosial yang sering merendahkan dan mengisolasi wanita.

  • Menderita gangguan kesehatan mental tertentu, misalnya seperti borderline personality disorder atau gangguan kepribadian dependen.

 

Gejala Sindrom Cinderella Complex

 

Adapun sejumlah gejala yang umum dialami oleh wanita dengan sindrom cinderella complex adalah sebagai berikut.

 

  • Memimpikan pasangan yang bisa melindungi, mengayomi, dan menyediakan segala kebutuhannya.

  • Ingin selalu bersama dengan pasangan.

  • Sering berkorban agar bisa selalu bersama pasangan.

  • Kehilangan rasa percaya diri jika sedang tidak bersama pasangan.

  • Cenderung menerima segala pilihan dan keputusan yang diambil oleh pasangan.

  • Merasa yakin bahwa akan ada seseorang yang datang menyelamatkannya dari suatu permasalahan.

  • Tidak dapat mengambil keputusan sendiri dan selalu membutuhkan pendapat dari orang lain.

  • Merasa kecewa saat tidak diperlakukan sesuai dengan harapannya.

  • Sedih atau merasa tidak aman (insecure) saat tidak bersama pasangan.

  • Merasa akan diperlakukan dengan buruk saat berhubungan dengan seseorang yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau harapannya.

  • Sulit mempertahankan suatu pekerjaan.

  • Lebih memilih bekerja sebagai ibu rumah tangga tanpa adanya pekerjaan lain.

 

Cara Mengendalikan Sindrom Cinderella Complex

 

Karena belum dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental, pada dasarnya, tidak ada metode pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk menangani sindrom cinderella complex. Selain itu, sebagian individu yang mengalami sindrom ini biasanya menganggap bahwa sikapnya yang terlalu bergantung kepada orang lain merupakan hal biasa.

 

Oleh karenanya, langkah utama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan cinderella complex adalah dengan mengubah pola pikir secara perlahan. Penting untuk menanamkan pemikiran bahwa wanita bisa menghadapi kesulitan dan ketakutannya sendiri, tanpa memerlukan intervensi dari orang lain.

 

Selain itu, sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom cinderella complex adalah sebagai berikut.

 

  • Meningkatkan harga diri (self-esteem).

  • Bergabung dengan komunitas wanita yang mengalami kondisi serupa untuk saling menguatkan satu sama lain.

  • Membuat batasan yang tepat saat berhubungan dengan pasangan.

  • Berdiskusi dengan pasangan dan membahas keinginan Anda untuk lebih mandiri.

  • Memberikan afirmasi kepada diri sendiri bahwa Anda bisa mengambil keputusan sendiri tanpa bantuan orang lain.

  • Mencari dan mengembangkan potensi, bakat, atau keunggulan diri sendiri.

  • Menjalani terapi dan melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater secara teratur jika mengalami masalah kesehatan mental.

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, cinderella complex adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup seseorang. Karena itu, jika Anda atau kerabat dekat mengalami gejala atau tanda yang mungkin mengarah pada kecurigaan sindrom tersebut, Anda dapat memanfaatkan layanan Telekonsultasi untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater secara praktis dari rumah.

 

Selain itu, gunakan juga aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk melihat jadwal praktik, membuat appointment dengan psikolog atau psikiater dari Siloam Hospitals terdekat, check in mandiri, hingga antre secara online. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail