CPET TEST: Pemeriksaan Kinerja Jantung, Paru-Paru, dan Otot
Kesehatan Tubuh

CPET TEST: Pemeriksaan Kinerja Jantung, Paru-Paru, dan Otot

20 April 2026 5 menit waktu baca
cpet test

 

Cardiopulmonary Exercise Testing atau CPET test adalah pemeriksaan diagnostik yang digunakan untuk menilai kinerja otot jantung, paru-paru, dan kebugaran fisik secara umum selama aktivitas fisik. Tes ini dapat membantu dokter mendeteksi gangguan fungsi tubuh serta mengevaluasi kapasitas fisik secara menyeluruh. Mari simak selengkapnya mengenai CPET test melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu CPET Test?

 

CPET test adalah tes yang digunakan untuk menilai fungsi jantung, paru-paru, dan sistem metabolik secara terpadu saat aktivitas fisik. Pemeriksaan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen selama latihan.

 

Selain untuk menilai kinerja otot jantung, hasil pemeriksaan ini dapat memberikan banyak informasi mengenai kemungkinan adanya penyakit jantung, paru-paru, dan gangguan kebugaran. Selain itu, CPET juga membantu dalam menyusun strategi terapi dan program rehabilitasi, serta mengevaluasi efektivitasnya di kemudian hari.

 

“CPET test mampu menilai secara komprehensif fungsi jantung, paru, dan metabolisme tubuh terhadap respons aktivitas fisik dalam satu pemeriksaan terintegrasi. Pemeriksaan ini sangat membantu untuk mengevaluasi keluhan cepat lelah dan sesak yang belum jelas penyebabnya atau untuk evaluasi kapasitas fungsional secara detail dan mendalam. CPET juga diakui sebagai standar emas dalam penilaian status kebugaran dan kapasitas fungsional tubuh dengan nilai prognostik yang sangat kuat.”

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

 

Indikasi Pemeriksaan CPET

 

CPET memiliki berbagai manfaat, baik pada individu sehat maupun pasien dengan kondisi medis tertentu, antara lain:

 

1. Pada individu sehat atau atlet: CPET membantu menilai tingkat kebugaran fisik (fitness level), baik sebelum maupun setelah menjalani program latihan, menyusun program latihan yang lebih terukur, serta mengevaluasi performa olahraga terutama pada atlet profesional atau individu dengan program latihan jangka panjang.

 

2. Untuk evaluasi keluhan yang belum jelas penyebabnya: Tujuannya untuk menentukan penyebab keterbatasan aktivitas fisik (apakah dominan jantung, paru, atau faktor lain seperti tingkat kebugaran tubuh yang rendah).

 

3. Pada pasien dengan penyakit jantung atau paru, CPET bermanfaat untuk:

  • Menilai tingkat keparahan penyakit, seperti pada kasus gagal jantung, penyakit jantung bawaan, hipertensi paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit autoimun.

  • Mengevaluasi respons terhadap terapi atau pengobatan yang sedang dijalani.

  • Penyusunan program rehabilitasi dan peresepan latihan fisik yang tepat.

  • Menilai risiko sebelum menjalani tindakan bedah besar (preoperative risk assessment), terutama pada pasien dengan penyakit jantung atau paru.

 

Kondisi yang Tidak Diperbolehkan Menjalani CPET Test

 

Beberapa kondisi yang menjadi kontraindikasi atau alasan seseorang tidak dianjurkan menjalani CPET adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan muskuloskeletal, seperti masalah pada otot, sendi, atau tulang yang tidak memungkinkan seseorang berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis.

  • Penyakit akut (jangka pendek) atau kondisi kronis yang belum dalam keadaan stabil.

  • Gangguan irama jantung (aritmia) yang tidak terkontrol.

  • Tekanan darah tinggi yang belum terkontrol.

  • Pascastroke akut.

  • Dalam kondisi infeksi aktif yang potensial membatasi kemampuan fisik.

 

Prosedur CPET 

 

Setiap fasilitas kesehatan mungkin memiliki perbedaan mengenai prosedur ini, baik persiapan, selama prosedur, hingga pasca prosedur. Namun, secara umum, beberapa persiapan atau instruksi yang perlu diperhatikan sebelum menjalani tes ini adalah sebagai berikut:

 

  • Mengenakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berolahraga.

  • Hindari berolahraga sebelumnya pada hari yang telah dijadwalkan untuk tes.

  • Makan secukupnya pada hari dilakukannya tes dan hindari makan 3–4 jam sebelum tes dimulai agar tidak merasa mual atau tidak nyaman saat berolahraga.

  • Menghindari konsumsi kafein, seperti kopi, teh, atau minuman energi pada hari tes karena dapat mempengaruhi detak jantung.

  • Hindari merokok atau vape terutama pada hari tes karena bisa mengganggu fungsi paru-paru.

  • Terdapat beberapa jenis obat yang sebaiknya ditunda pada hari tes, sebaiknya dikonfirmasi ke dokter Anda masing-masing.

  • Memberi tahu dokter mengenai gejala yang biasanya muncul saat berolahraga, seperti:

    • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.

    • Sesak napas.

    • Pusing.

    • Lemas atau cepat lelah.

    • Jantung berdebar.

 

Sebelum memulai tes, akan dilakukan pemeriksaan spirometri (tes faal tiup paru), dilanjutkan dengan pemasangan sungkup di area wajah. Sungkup tersebut akan disambungkan ke mesin metabolik yang akan menganalisis pertukaran gas dalam udara napas selama proses uji latih. 

 

Tes dimulai dengan pengukuran saat istirahat selama tiga menit dalam posisi berdiri. Kemudian, kecepatan treadmill atau sepeda statis akan ditingkatkan seiring waktu. Pasien akan diminta untuk terus berjalan hingga diberi instruksi berhenti atau merasa tidak sanggup melakukannya. Selama tes, dokter akan memantau banyak parameter hemodinamik dan metabolik meliputi irama jantung, rekaman EKG, tekanan darah, frekuensi napas, saturasi oksigen, pertukaran gas oksigen dan CO2, dan lainnya.

 

Setelah tes selesai dilakukan, dokter akan tetap memantau napas, detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen hingga kondisi pasien kembali stabil. Pasien diperbolehkan makan dan minum seperti biasa dan umumnya tidak ada pantangan khusus setelah tes selesai.

 

Risiko Efek Samping CPET Test

 

Pada dasarnya, tes ini adalah prosedur medis yang sangat aman selama pasien memenuhi syarat menjalani tes ini. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, CPET juga memiliki beberapa efek samping berupa pusing, kelelahan, dan sesak napas. 

 

Hal tersebut biasanya berhubungan dengan batas toleransi olahraga pasien dan merupakan respons normal tubuh terhadap aktivitas fisik. Pada kasus yang jarang terjadi, CPET test mungkin bisa menyebabkan:

 

  • Gangguan irama jantung (aritmia).

  • Nyeri dada seperti angina yang menetap.

  • Bronkospasme (penyempitan saluran napas yang bisa menyebabkan serangan asma).

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan jantung atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Sumber

Physiopedia. Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) In Adults. Diakses pada 2025 | American Thoracic Society. Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET). Diakses pada 2025 | NHS. Cardiopulmonary exercise test. Diakses pada 2025 | StatPearls. Cardiopulmonary Exercise Testing. Diakses pada 2025 | Stanford Medicine. Cardiopulmonary Exercise Testing. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-leonardo-paskah-suciadi-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail