Kesehatan Tubuh
Dakrioadenitis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Dakrioadenitis adalah kondisi ketika kelenjar air mata mengalami peradangan. Terdapat satu kelenjar air mata di belakang sudut luar atas masing-masing mata. Jika mengalami peradangan, kelenjar ini dapat membengkak dan menimbulkan rasa nyeri saat penderitanya menggerakkan mata yang mengalami peradangan. Lantas, apa penyebab dakrioadenitis? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Dakrioadenitis?
Seperti yang sudah dijelaskan, dakrioadenitis adalah peradangan pada kelenjar air mata yang bertanggung jawab memproduksi air mata. Jika salah satu kelenjar air mata terkena iritasi, maka kelenjar ini dapat meradang dan membengkak. Kondisi ini bisa terjadi pada satu mata (unilateral dacryoadenitis) atau kedua mata (bilateral dacryoadenitis).
Penyebab Dakrioadenitis
Dakrioadenitis bisa terjadi secara akut atau kronis. Dakrioadenitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti virus penyebab gondongan, infeksi virus Epstein-Barr, infeksi Staphylococcus, dan bakteri gonore. Meski jarang terjadi, kondisi ini juga bisa terjadi karena infeksi jamur.
Sementara itu, dakrioadenitis kronis paling sering disebabkan oleh gangguan autoimun (kondisi ketika sistem imun menyerang tubuh, alih-alih melindunginya), seperti sarkoidosis, penyakit mata tiroid (thyroid eye disease/Graves' ophthalmopathy), sindrom Sjögren, dan granulomatosis dengan poliangiitis.
Dakrioadenitis sebenarnya bisa terjadi pada siapa pun, namun lebih sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa muda daripada orang berusia di atas 50 tahun. Selain itu, dakrioadenitis yang disebabkan oleh gangguan autoimun lebih sering terjadi pada wanita. Hal ini dikarenakan penyakit autoimun sendiri lebih banyak diderita oleh wanita.
Gejala Dakrioadenitis
Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri ketika penderita menggerakkan mata. Akibat peradangan ini, kelenjar air mata juga memproduksi lebih banyak air mata sehingga membuat mata terasa berat. Namun, dakrioadenitis umumnya tidak memengaruhi kemampuan penglihatan. Secara umum, gejala dakrioadenitis adalah sebagai berikut:
-
Pembengkakan di sekitar sudut luar atas mata.
-
Mata berair atau mengeluarkan kotoran (belekan).
-
Perubahan warna dan teraba hangat pada mata yang terdampak.
-
Ptosis (kelopak mata lemas atau sayu, sulit membuka mata maksimal).
-
Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat telinga.
Diagnosis Dakrioadenitis
Sebelum mendiagnosis dakrioadenitis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala-gejala yang dialami pasien dan riwayat medisnya. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan mata, termasuk bagian dalam mata.
Dokter biasanya juga perlu melihat ada atau tidaknya tanda-tanda infeksi atau peradangan dengan meminta pasien menjalani tes darah. Meskipun jarang dilakukan, tes penunjang lain yang mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis dakrioadenitis adalah sebagai berikut:
-
Biopsi kelenjar air mata.
-
Tes pencitraan untuk mengambil gambar kelenjar air mata dan melihat peradangan di bawah kulit, seperti MRI atau CT scan.
Pengobatan Dakrioadenitis
Penanganan dakrioadenitis disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dakrioadenitis akut yang disebabkan oleh infeksi dapat diobati dengan antibiotik (infeksi bakteri) atau antiviral (infeksi virus). Jenis obat ini perlu dihabiskan, sehingga penting untuk mengikuti anjuran pemakaian dari dokter. Meski gejala mulai hilang, pasien tetap perlu menyelesaikan rangkaian pengobatan untuk mencegah kembalinya infeksi.
Sementara itu, dakrioadenitis yang disebabkan oleh penyakit autoimun dapat diobati dengan mengatasi penyakit yang memicunya. Dokter akan memberikan saran perawatan yang tepat sesuai kondisi kesehatan. Dokter biasanya juga meresepkan obat golongan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan di dekat mata.
Sebagai langkah perawatan mandiri di rumah, penderita biasanya disarankan untuk mengompres mata yang mengalami peradangan dengan kompres hangat. Konsultasikan dengan dokter mengenai seberapa sering dan seberapa lama kompres tersebut perlu dilakukan.
Pencegahan Dakrioadenitis
Langkah terbaik dalam mencegah dakrioadenitis adalah mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir, terutama bila ingin menyentuh mata. Ketika tangan yang tidak dicuci menyentuh wajah, kuman dari tangan bisa masuk ke dalam mata, hidung, dan mulut melalui selaput lendir di di dalamnya. Namun, bagi penderita gangguan autoimun, langkah pencegahan dakrioadenitis kronis mungkin akan lebih sulit dilakukan.
Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili dakrioadenitis. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Agar tidak salah menanganinya, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis Oftalmologi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.
Perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
StatPearls Publishing. Dacryoadenitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Dacryoadenitis (Lacrimal Gland Inflammation). Diakses pada 2024 | Medline Plus. Dacryoadenitis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini






