Lemas hingga Penurunan Kesadaran? Diabetic Coma Bisa Jadi Penyebabnya!
Kesehatan Tubuh

Lemas hingga Penurunan Kesadaran? Diabetic Coma Bisa Jadi Penyebabnya!

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
diabetic coma

 

Diabetic coma adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan penurunan kesadaran seseorang dan dapat berakibat fatal pada penderita diabetes. Kondisi ini ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi atau sangat rendah sehingga membuat penderitanya tidak responsif atau mengalami koma. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

 

Apa itu Diabetic Coma?

 

Diabetic coma adalah keadaan koma yang dikaitkan dengan tinggi atau rendahnya kadar gula darah dalam tubuh penderita diabetes. Kadar gula yang terlalu banyak (hiperglikemia) atau terlalu sedikit (hipoglikemia) pada penderita diabetes dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami penurunan kesadaran atau koma.

 

Tahap diabetic coma membuat seseorang tidak sadarkan diri. Penderita diabetic coma pun juga tidak mampu merespons sentuhan, suara, atau jenis rangsangan lainnya secara sengaja. Apabila terjadi berkepanjangan dan tidak diobati dengan tepat, diabetic coma dapat menyebabkan kematian.

 

Penyebab Diabetic Coma

 

Diabetic coma dapat dipicu oleh komplikasi diabetes melitus, yaitu hyperosmolar hyperglycemic state (HHS) dan diabetes-related ketoacidosis (DKA). Berikut uraian singkatnya:

 

  • Hyperosmolar hyperglycemic state (HHS)

Komplikasi yang disebabkan oleh diabetes tipe 2 dan ditandai dengan kadar gula di atas 600 mg/dL dalam jangka waktu beberapa hari hingga minggu. Kondisi ini menyebabkan dehidrasi berat dan membuat penderitanya mengalami kebingungan dan halusinasi.

 

  • Diabetic ketoacidosis (DKA)

Komplikasi yang umumnya dialami oleh penderita diabetes tipe 1, namun bisa juga menyerang penderita diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Kondisi ini ditandai dengan kadar gula darah di atas 250 mg/dL dan terjadi ketika tubuh penderita tidak memiliki cukup insulin, baik alami maupun sintetis, untuk membuat glukosa dalam darah masuk ke dalam sel dan menjadi bahan bakar energi.

 

Apabila produksi insulin tidak mencukupi kebutuhan tubuh, tubuh akan memecah lemak tubuh untuk energi. Pemecahan lemak tubuh tersebut akan melepaskan keton ke dalam aliran darah. Jumlah keton yang tinggi dapat menyebabkan darah penderita diabetes menjadi asam. Apabila tidak segera diobati, kondisi ini bisa berujung pada diabetic coma.

 

  • Hipoglikemia

Kadar gula yang sangat rendah dapat membuat penderita diabetes pingsan. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  • Dosis insulin yang berlebihan.

  • Tidak makan sebelum menyuntikkan insulin atau meminum obat diabetes, terutama golongan sulfonilurea.

  • Asupan makanan yang tidak memadai.

  • Olahraga secara berlebihan.

  • Konsumsi minuman alkohol berlebih.

 

Secara umum, semua penderita diabetes berisiko mengalami diabetic coma. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti:

 

  • Cara menggunakan insulin yang kurang tepat.

  • Trauma atau pembedahan.

  • Diabetes yang tidak terkontrol.

  • Sengaja tidak makan.

  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

 

Gejala Diabetic Coma

 

Diabetic coma umumnya ditandai dengan tiga gejala utama, yaitu tidak sadar diri, mata kurang responsif, dan respons motorik memburuk. Berikut adalah gejala diabetic coma berdasarkan masing-masing faktor penyebabnya:

 

  • Hyperosmolar hyperglycemic state (HHS)

  • Mulut kering dan merasa sangat haus (polidipsia).

  • Sering buang air kecil.

  • Penglihatan kabur hingga kehilangan penglihatan.

  • Perubahan kondisi mental, seperti halusinasi, bingung, dan mengigau.

  • Kehilangan kesadaran.

 

  • Diabetes-related ketoacidosis (DKA)

  • Sakit perut.

  • Mual dan muntah.

  • Napas yang cepat dan dalam (Kussmaul breathing).

  • Napas berbau buah (keton).

  • Kehilangan arah atau merasa bingung.

  • Tubuh terasa sangat lelah.

  • Kewaspadaan diri menurun.

  • Kehilangan kesadaran.

 

  • Hipoglikemia

  • Bicara tidak jelas.

  • Berkeringat lebih.

  • Rasa kesemutan pada kulit.

  • Disorientasi.

  • Sakit kepala.

  • Canggung atau sulit mengoordinasikan tubuh.

  • Penglihatan kabur atau ganda.

  • Kejang.

  • Kehilangan kesadaran.

 

Diagnosis Diabetic Coma

 

Diabetic coma adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Tim medis akan segera melaksanakan tes fisik dan menanyakan riwayat medis (anamnesis) penderita kepada anggota keluarga atau orang terdekat. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Penderita diabetes yang mengalami diabetic coma akan menjalani sejumlah tes laboratorium berikut:

 

  • Tes gula darah.

  • Tes darah untuk menilai kadar keton.

  • Tes darah untuk menilai kadar elektrolit seperti kalium, kreatinin, natrium.

  • Analisisgas darah.

 

Sangat penting bagi penderita diabetes untuk memberitahu orang-orang terdekat akan kondisinya agar mereka bisa mengetahui prosedur yang harus dilakukan saat terjadi komplikasi. Hal ini bisa mengurangi risiko yang membahayakan penderita diabetic coma.

 

Pengobatan Diabetic Coma

 

Metode pengobatan diabetic coma dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan kadar gula rendah dan tinggi. Apabila kadar gula terlalu tinggi, maka dokter akan merekomendasikan prosedur berikut:

 

  • Pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi.

  • Pemberian insulin untuk membantu tubuh menyerap glukosa dalam darah.

  • Mengidentifikasi dan menangani faktor yang mungkin menyebabkan kadar gula darah tinggi.

  • Melakukan koreksi asam-basa dan ketidakseimbangan elektrolit. 

 

Sementara itu, pada kasus diabetic coma yang disebabkan oleh hipoglikemia), dokter akan memberikan dekstrosa intravena untuk mengupayakan peningkatan kadar gula dalam tubuh penderita diabetic coma akibat hipoglikemia.

 

Perlu dicatat bahwa gejala-gejala diabetic coma yang disebutkan di atas berkaitan dengan kondisi diabetes yang diderita oleh seseorang. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan kondisi medis lain. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan diabetes yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter akan memastikan tahapan diagnosis dan penanganan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien. Selain itu, prosedur pemeriksaan dan pengobatan akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya pun bisa berbeda-beda.

 

Jika ingin berkonsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur kesehatannya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. Diabetic Coma. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Diabetes-Related Coma. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail