Coba Diet Alkaline untuk Seimbangkan pH Tubuh
Pola Hidup Sehat

Coba Diet Alkaline untuk Seimbangkan pH Tubuh

18 Desember 2024 5 menit waktu baca
diet alkaline

 

Diet alkaline merupakan pembatasan makanan bersifat asam atau yang memproduksi asam. Tujuannya didasarkan pada anggapan perlunya untuk mengoptimalkan pH tubuh. Hingga saat ini, masih belum ditemukan penelitian yang mendukung efektivitas diet alkaline terhadap kesehatan tubuh. Lantas, seperti apa cara kerja, manfaat, dan risiko efek sampingnya? Mari simak pembahasannya di bawah ini. 

 

Apa itu Diet Alkaline?

 

Diet alkaline adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan dan minuman bersifat alkaline atau basa untuk menaikkan pH tubuh. Konsep diet alkaline mengacu pada pengurangan konsumsi makanan dan minuman pembentuk asam, seperti protein hewani dan keju.

 

Diet alkaline, disebut juga sebagai diet low-PRAL (potential renal acid load), umumnya terdiri dari semua sayuran dan buah-buahan, minuman kaya alkali, dan rendah fosfor. Buah-buahan dan sayuran mengandung kalium yang dapat melepaskan prekursor basa dalam aliran darah, sehingga menciptakan efek alkalizing

 

Dietary acid–base load adalah keseimbangan antara makanan acidogenik (makanan yang mengandung protein) dan makanan alkalinogenic (buah-buahan dan sayuran) yang menyediakan prekursor basa. Suplementasi alkali dapat mengatasi asidosis yang disebabkan oleh rasa lapar, sehingga dipercaya dapat menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar.

 

Beban asam dalam makanan, yang diukur sebagai PRAL dari makanan, dapat memengaruhi pH sistemik dan pengaturan asam-basa dalam tubuh. Studi tahun 2021 menunjukkan bahwa diet rendah PRAL memiliki banyak keuntungan, seperti membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan tekanan darah dan berat badan, menurunkan lipid darah seperti kolesterol, dan melindungi tubuh dari penyakit. 

 

Cara Kerja Diet Alkaline

 

Tujuan utama dari diet alkaline adalah untuk mengoptimalkan pH tubuh. Berikut skala pengukuran pH secara umum:

 

  • pH <7 tergolong asam.

  • pH 7 tergolong netral.

  • pH >7 tergolong basa atau alkaline.

 

Konsep diet alkaline didasarkan pada anggapan yang belum terbukti secara medis terkait manfaat kesehatan dari pemindahan kimiawi tubuh dengan mengoptimalkan sisi alkaline. Konsumsi makanan basa dipercaya dapat menekan produksi asam dan memberikan manfaat sebagai berikut:

 

  • Menurunkan berat badan.

  • Meningkatkan energi.

  • Mengurangi risiko penyakit kronis, seperti osteoporosis dan kanker.

 

Efektivitas diet alkaline dalam mencegah kanker masih belum bisa dibuktikan secara saintifik. Logika diet alkaline pun tidak bisa diaplikasikan karena hampir tidak mungkin mengubah pH bagian tubuh tertentu secara signifikan melalui regulasi asupan makanan.

 

Berbagai cairan tubuh memiliki pH yang berbeda, seperti cairan lambung dengan pH sekitar 1,5–2,0 yang secara alami bersifat asam karena berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit dan membantu pencernaan. 

 

Alkaline sendiri berada pada rentang pH 8 atau lebih. Sementara itu, pH normal darah manusia berada di antara pH 7,35–7,45. Apabila pH darah berada di luar kisaran tersebut, hal tersebut dapat berakibat fatal. 

 

Makanan & Minuman yang Direkomendasikan Selama Diet Alkaline

 

Umumnya, menu diet alkaline mencakup makanan padat nutrisi dan minim proses. Praktisi diet ini terkadang menggunakan alat khusus untuk mengukur pH urine. Berikut adalah beberapa jenis makanan dan minuman yang direkomendasikan selama diet alkaline:

 

  • Buah-buahan, utamanya apel, pisang, kurma, aprikot kering, plum, buah ara, dan jus buah tanpa pemanis.

  • Sayuran, utamanya brokoli, kangkung, lobak hijau, daun bawang, sawi, bayam, dan bit.

  • Rempah-rempahan, utamanya kemangi kering, ketumbar, peterseli, oregano, adas segar, dan bubuk kari.

  • Air putih.

  • Teh herbal.

  • Madu.

  • Beberapa jenis kopi.

  • Minyak zaitun dan margarin.

  • Tahu dan tempe.

 

Makanan & Minuman yang Dihindari Selama Diet Alkaline

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, diet alkaline membatasi konsumsi makanan dan minuman yang memproduksi asam. Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari selama menjalani diet alkaline:

 

  • Biji-bijian dan kacang-kacangan, utamanya kacang tanah, kacang polong, biji labu, biji wijen, dan biji bunga matahari.

  • Protein hewani, termasuk telur, unggas, daging merah, susu, serta ikan dan kerang.

  • Pati, seperti beras merah, pasta, nasi, roti gandum, dan sereal.

  • Permen dan puding berbahan dasar gelatin.

  • Kola.

 

Manfaat Diet Alkaline

 

Meskipun efek diet alkaline terhadap kesehatan tubuh belum terbukti secara saintifik, terdapat beberapa manfaat mengonsumsi makanan yang direkomendasikan dalam diet alkaline yang bisa didapatkan. Diet alkaline umumnya fokus pada konsumsi makanan padat nutrisi dan minim proses, seperti buah-buahan dan sayuran. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menjalani program diet ini:

 

  • Membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

  • Membantu mencegah terbentuknya batu ginjal karena berkurangnya konsumsi makanan yang memproduksi asam sehingga membuat urine lebih alkaline atau basa.

 

Risiko Efek Samping Diet Alkaline

 

Menjalani diet alkaline membutuhkan upaya yang besar. Pasalnya, banyak jenis makanan yang perlu dihindari. Menu diet pun biasanya didominasi dengan buah-buahan dan sayur-sayuran sehingga akan sulit bagi nonvegetarian. Selain itu, program diet ini rendah protein karena pembatasan konsumsi protein hewani.

 

Mengonsumsi protein yang cukup sangat penting untuk menjaga massa otot dan tulang, mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta memperkuat sistem imunitas tubuh. Maka dari itu, orang-orang yang membutuhkan protein, seperti anak kecil, wanita yang sedang hamil atau menyusui, dan orang tua, tidak direkomendasikan untuk menjalani diet alkaline.

 

Namun, jenis intervensi ini tidak bebas dari efek samping. Faktanya, natrium sitrat dapat meningkatkan penyerapan aluminium lambung dan natrium bikarbonat dapat menyebabkan kembung dan perut kembung. Selain itu, senyawa yang mengandung natrium dapat meningkatkan retensi air dan, oleh karena itu, berkontribusi terhadap hipertensi arteri.

 

Diet alkaline memiliki sisi positif dan negatif bagi kesehatan tubuh. Meskipun diet alkaline sangat populer, masih sedikit bukti klinis terkait manfaat dari diet ini. Untuk itu, sebaiknya sesuaikan program diet dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika ingin menjalani program diet yang sesuai dengan kondisi tubuh, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

 

Dokter akan melakukan diagnosis dan memberikan rekomendasi program diet sesuai dengan kebutuhan nutrisi setiap pasien. Prosedur pemeriksaan pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga langkah-langkahnya bisa berbeda antara satu pasien dengan yang lain.


Apabila ingin berkonsultasi tentang program diet dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan fitur Telekonsultasi di aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga memuat fitur-fitur lain yang dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mengakses hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Healthline. The Alkaline Diet: An Evidence-Based Review. Diakses pada 2024 | WebMD. Alkaline Diet: Foods High in Alkaline. Diakses pada 2024 | Health. What Is the Alkaline Diet?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. What Is the Alkaline Diet, and Is It Safe?. Diakses pada 2024 | NCBI. How Well Do Low-PRAL Diets Fare in Comparison to the 2020–2025 Dietary Guidelines for Americans?. Diakses pada 2024 | NCBI. Effects of 8-week alkaline diet and aerobic exercise on body composition, aerobic performance, and lipid profiles in sedentary women. Diakses pada 2024 | Egyptian Journal of Health Care. Nurses- Led Interventions: Effect of Alkaline-Based Diet on Blood Pressure, Lipid Profile and Weight among Patients with Hypertension. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail