3 Manfaat Lari saat Puasa Beserta Panduan Amannya!
Pola Hidup Sehat

3 Manfaat Lari saat Puasa Beserta Panduan Amannya!

06 Maret 2026 5 menit waktu baca
manfaat lari saat puasa

Lari saat puasa sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait risiko lemas, gula darah turun, atau dehidrasi. Namun, jika dilakukan dengan intensitas yang tepat, lari dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

 

Dengan pengaturan waktu dan intensitas yang bijak, berbagai manfaat tersebut tetap dapat dirasakan tanpa mengganggu kelancaran ibadah. Simak manfaat lari saat puasa dan panduan aman untuk menjalankannya di bawah ini.

 

Apakah Aman Lari saat Puasa?

 

Secara umum, kebanyakan orang tanpa masalah kesehatan tertentu bisa melakukan aktivitas lari saat puasa dengan aman. Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang meliputi menurunnya glikogen (cadangan gula), penggunaan lemak sebagai sumber energi, dan terhentinya asupan cairan sementara hingga waktu berbuka. Dengan perubahan tersebut, maka risiko utama saat lari dalam kondisi puasa adalah:

 

 

Namun, aktivitas ini tetap bisa dilakukan secara aman dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

 

  • Waktu latihan: Disarankan untuk berolahraga sebelum sahur atau setelah berbuka. Pada waktu ini, tubuh sudah mendapat makanan dan cairan sehingga energi dan hidrasi tercukupi untuk melakukan aktivitas fisik dengan lebih aman.

  • Intensitas latihan: Jika tetap ingin berlari saat berpuasa, pilihlah durasi yang lebih singkat dan intensitas ringan hingga sedang. Hentikan aktivitas jika tubuh menunjukkan tanda-tanda kelelahan, pusing, atau dehidrasi.

 

Akan tetapi, kondisi setiap orang bisa berbeda-beda. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk lari saat puasa. Dengan begitu, dokter dapat memberikan saran dan panduan latihan yang aman sesuai kondisi tubuh.

 

Manfaat Lari saat Puasa

 

Jika dilakukan dengan tepat, lari saat puasa menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa manfaat lari saat puasa:

 

1. Meningkatkan Pemecahan Lemak (Lipolisis)

 

Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan dalam beberapa jangka waktu tertentu, kadar glikogen (cadangan glukosa) dalam otot dan hati akan berkurang. Dalam kondisi ini, tubuh mulai lebih mengandalkan cadangan lemak sebagai sumber energi alternatif.

 

Saat lari dalam kondisi puasa, tubuh memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi utama. Studi yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine (2020) menjelaskan bahwa proses ini memicu lipolisis, yaitu pemecahan lemak menjadi asam lemak bebas (free fatty acids) dan gliserol. Keduanya kemudian digunakan sebagai “bahan bakar” saat berlari.

 

2. Melatih Adaptasi Energi Tubuh

 

Saat berlari dalam kondisi berpuasa, tubuh akan mengalihkan sumber energinya ke cadangan lemak dan glukosa yang tersimpan. Seiring waktu, tubuh menjadi lebih efisien dalam mengatur penggunaan cadangan energi saat beraktivitas.

 

Namun, adaptasi ini tidak terjadi secara instan dan tidak selalu meningkatkan performa. Faktor seperti kualitas tidur, kecukupan nutrisi saat berbuka, dan intensitas latihan tetap berperan besar dalam menentukan hasilnya.

 

3. Mengurangi Masalah Pencernaan

 

Bagi sebagian orang, berlari terkadang memicu gangguan pencernaan, seperti kram perut, mual, hingga diare. Saat berlari, aliran darah lebih banyak dialihkan ke otot sehingga fungsi pencernaan melambat. Selain itu, gerakan tubuh yang berulang juga dapat memicu rasa tidak nyaman, terutama jika masih ada makanan di dalam lambung.

 

Berolahraga dalam keadaan puasa dapat membantu mengurangi masalah ini karena perut dalam keadaan kosong, sehingga sistem pencernaan tidak terganggu oleh guncangan saat berlari. Karena itu, berlari saat puasa cenderung memberikan rasa nyaman pada pencernaan, terutama bagi yang sering merasa mual atau tidak enak badan jika berolahraga setelah makan.

 

Waktu yang Disarankan untuk Lari saat Puasa

 

Memilih waktu yang tepat untuk berolahraga saat berpuasa sangat penting agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari kelelahan berlebihan. Beberapa waktu yang dianjurkan antara lain:

 

  • Sebelum berbuka puasa, sehingga cairan dan nutrisi dapat segera digantikan setelah latihan selesai.

  • Beberapa jam setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah menerima asupan makanan dan cairan yang cukup.

  • Setelah salat Tarawih, bagi yang merasa lebih nyaman berolahraga pada malam hari.

 

Panduan Lari saat Puasa yang Aman

 

Agar lari saat puasa tetap aman dan nyaman, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut adalah tips yang dapat diterapkan:

 

  • Perhatikan kebutuhan cairan tubuh: Pastikan asupan cairan terpenuhi dengan minum air putih yang cukup selama waktu berbuka hingga sahur guna menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berolahraga.

  • Tentukan waktu yang tepat: Lakukan lari ringan sesaat sebelum berbuka atau beri jeda beberapa jam setelah makan. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan energi dan cadangan cairan tubuh tetap terjaga.

  • Mulai secara bertahap: Berlarilah selama 30–45 menit dengan intensitas rendah sebelum mencoba sesi yang lebih panjang.

  • Hindari latihan berat: Jangan lakukan lari jarak jauh atau sprint cepat saat puasa.

  • Konsumsi makanan seimbang saat berbuka: Pastikan tubuh mendapatkan asupan karbohidrat kompleks dan protein saat berbuka. Kombinasi sumber protein, seperti dada ayam, daging, ikan, telur, tempe, dan tahu sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan otot.

  • Perhatikan respons tubuh: Amati bagaimana tubuh bereaksi dan sesuaikan intensitas atau durasi lari bila perlu.

  • Beristirahat yang cukup: Tidur yang cukup atau tidur siang dapat membantu tubuh pulih dan mencegah kelelahan.

  • Konsultasi dengan dokter: Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau ingin menyesuaikan program latihan rutin, diskusikan dengan dokter sebelum memulai lari saat puasa.

 

Kapan Harus Berhenti?

 

Segera hentikan latihan jika muncul gejala yang menandakan tubuh tidak lagi mampu berlari saat puasa, misalnya:

 

  • Pusing akibat kadar gula darah rendah.

  • Kelelahan ekstrem.

  • Mual atau hampir pingsan selama latihan.

  • Kram otot.

  • Tidak fokus.

 

Demikian penjelasan mengenai manfaat lari saat puasa, lengkap dengan tips aman menjalaninya. Perlu diingat bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran langsung dari dokter. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh setiap orang berbeda dan lari saat puasa mungkin tidak cocok bagi individu dengan masalah kesehatan tertentu.

 

Jika Anda berencana untuk lari saat puasa, konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan menilai kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, memberikan rekomendasi intensitas dan durasi latihan yang aman, serta menyarankan waktu yang tepat untuk berlari agar tetap bugar tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, tenaga medis akan tetap memastikan Anda mendapatkan pemeriksaan yang tepat serta rekomendasi latihan yang sesuai berdasarkan kondisi tubuh dan kebutuhan kesehatan Anda.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan, mulai dari mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga melihat hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk mengelola kesehatan Anda dengan lebih mudah.

Sumber

Health. Should You Eat Before a Morning Workout? Experts Say It Depends on Your Goals. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Exercise Training and Fasting: Current Insights. Diakses pada 2026 | Healthline. The Pros and Cons of Running on an Empty Stomach. Diakses pada 2026 | Verywell Fit. Running on an Empty Stomach. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Is It Safe to Work Out While You’re Fasting? Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic Abu Dhabi. Guide to Working Out While Fasting. Diakses pada 2026 | Sports Medicine. Effects of Ramadan Fasting on Physical Performance: A Systematic Review with Meta‑analysis. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-anthony-spko

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anthony, Sp.KO

Kedokteran Olahraga

Spesialis Kedokteran Olahraga


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-l-grace-tumbelaka-spko

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. L Grace Tumbelaka, Sp.KO., Subsp.ALK (K)

Kedokteran Olahraga

Spesialis Kedokteran Olahraga


Siloam Hospitals Mampang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-arinta-dewi-muharyo

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Arinta Dewi Muharyo

Kedokteran Olahraga

Spesialis Kedokteran Olahraga


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail