Pola Hidup Sehat
Begini Cara Menerapkan Diet Hipertensi yang Tepat untuk Kelola Gejala

Table of Contents
Salah satu kunci mengelola hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah dengan memperhatikan pola makan. Karenanya, selain konsumsi obat-obatan medis, dokter biasanya juga menyarankan pasien untuk menjalani diet hipertensi. Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, gagal jantung, dan lain-lain.
Lantas, bagaimana pola diet hipertensi yang baik? Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Tips Diet untuk Penderita Hipertensi
Memulai penerapan pola makan sehat, termasuk mengurangi asupan garam, menghitung jumlah kalori, dan memperhatikan ukuran porsinya dapat membantu menjaga kestabilan tekanan darah dan mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Berikut uraian selengkapnya mengenai diet hipertensi.
1. Catat Makanan yang Dikonsumsi
Beberapa orang mungkin tidak memerhatikan berapa banyak kalori dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Hal ini kerap terabaikan sehingga asupan garam dan kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak terkontrol. Guna mengontrol asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, cobalah tracking makanan yang dikonsumsi.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk tracking makanan adalah mencatat semua makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk ukuran porsinya. Mencatat akan lebih memudahkan pengontrolan konsumsi terhadap makanan dan minuman yang menyumbang kalori besar. Mengontrol asupan kalori dapat membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan. Hal ini sering kali berkontribusi pada penurunan tekanan darah.
Selain itu, jangan lupa untuk membaca label makanan yang akan dikonsumsi. Penderita hipertensi bisa memilih jenis makanan dengan lebih bijak dengan menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh karena dapat meningkatkan kadar kolesterol, serta makanan tinggi garam karena bisa meningkatkan tekanan darah.
2. Konsumsi Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Selama menerapkan diet hipertensi, penting untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, seperti:
A. Buah dan Sayur
Dilansir dari BHF, salah satu buah yang dapat membantu menurunkan tekanan darah adalah buah bit karena merupakan sumber nitrat pekat. Namun, sebenarnya nitrat juga bisa ditemukan dalam jenis buah dan sayur lainnya, seperti bayam, seledri, kangkung, pisang, dan stroberi.
Selain itu, semua buah dan sayuran mengandung kalium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Akan lebih baik kalium yang didapatkan oleh tubuh diperoleh dari makanan, alih-alih dari suplemen.
Sebagai catatan, terlalu banyak mengonsumsi kalium berpotensi membahayakan nyawa karena bisa memengaruhi irama jantung. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu bila ingin mengonsumsi suplemen kalium dan hindari mengonsumsi suplemen kalium tanpa instruksi atau pengawasan ketat dari dokter.
B. Biji-bijian Utuh
Makanan yang disarankan dalam diet hipertensi lainnya adalah jenis biji-bijian utuh, seperti beras merah, roti gandum utuh, dan oat, yang mengandung lebih banyak nutrisi dan serat. Dibandingkan dengan karbohidrat bertepung olahan, seperti roti putih, pasta, dan nasi, mengonsumsi lebih banyak serat dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Misalnya, serat larut dalam oat (beta-glukan) dapat membantu menurunkan tekanan darah.
C. Protein Tanpa Lemak
Sumber protein yang rendah lemak memiliki jumlah kalori yang lebih rendah daripada sumber protein yang berlemak, namun dapat tetap mengenyangkan. Memilih asupan ini dapat membantu mengelola berat badan, yang juga membantu menurunkan tekanan darah. Pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti daging ayam, kalkun, ikan, telur, dan kacang-kacangan.
D. Produk Susu Rendah Lemak
Produk susu rendah lemak juga menjadi salah satu menu yang disarankan dalam program diet hipertensi. Pasalnya, menyertakan susu dan makanan olahan susu rendah lemak sebagai bagian dari pola makan sehat dan gizi seimbang dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Sebagai informasi, produk olahan susu mengandung kombinasi nutrisi yang kompleks, termasuk kalsium, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kalsium diketahui memengaruhi kontraksi dan relaksasi otot polos di dinding pembuluh darah serta memengaruhi sistem renin-angiotensin, yang berfungsi mengatur tekanan darah.
Produk olahan susu rendah lemak, seperti susu semi-skim dan yoghurt alami rendah lemak, menjadi pilihan yang baik karena menyediakan kalsium dan protein tanpa lemak jenuh berlebih.
3. Membatasi Makanan yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah
Terdapat beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah sehingga perlu dibatasi (mungkin tidak perlu sepenuhnya dihindari kecuali diinstruksikan sebaliknya oleh dokter) oleh penderita hipertensi. Adapun beberapa makanan yang perlu dibatasi dalam diet hipertensi adalah sebagai berikut.
A. Makanan dengan Kadar Natrium yang Tinggi
Menurut P2PTM Kementerian Kesehatan RI, asupan natrium disarankan untuk tidak lebih dari 2000 miligram dalam sehari atau setara dengan 1 sendok teh kecil garam dapur. Namun, banyak yang mengonsumsinya lebih dari jumlah tersebut tanpa disadari. Sebagian besar garam yang dikonsumsi dapat ditemukan dalam makanan sehari-hari, seperti zaitun, keripik, saus, dan acar.
Selain itu, garam juga ada dalam daging olahan seperti ham, bacon, dan sosis, serta makanan pokok seperti roti dan sereal sarapan. Karenanya, selalu periksa label makanan untuk mencari pilihan produk makanan rendah garam dan mengurangi makanan tinggi garam, seperti junk food. Sebaiknya, perbanyak konsumsi makanan rendah garam yang dimasak sendiri di rumah.
B. Makanan Manis dan Berlemak
Gula dan lemak mungkin tidak secara langsung memengaruhi tekanan darah. Namun, makanan yang tinggi lemak dan gula adalah makanan berkalori tinggi. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi.
C. Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu. Seperti yang sudah dijelaskan, kenaikan berat badan berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi.
D. Kafein
Dalam diet hipertensi, sebaiknya penderita juga mengurangi asupan kafein. Kafein sebenarnya memang dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi efeknya biasanya berlangsung singkat dan umumnya tidak menjadi masalah, terutama jika seseorang meminumnya secara teratur.
Namun pada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap kafein dapat mengalami kenaikan tekanan darah bila mengonsumsinya secara berlebihan. Kafein dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara dengan mempersempit pembuluh darah atau meningkatkan respons tubuh terhadap hormon stres.
Efek tersebut cenderung lebih signifikan pada orang yang jarang mengonsumsi kafein atau yang memiliki tekanan darah tinggi. Penting untuk diingat, kafein tidak hanya terdapat dalam kopi dan teh, tetapi juga dalam minuman berenergi, cokelat, dan minuman ringan seperti cola, serta beberapa obat penghilang rasa nyeri.
4. Menerapkan Diet DASH
Diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) adalah diet hipertensi yang sering kali direkomendasikan. Program diet ini berfokus pada rencana makan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, ikan, unggas, kacang-kacangan, polong-polongan, dan susu rendah lemak.
Pasalnya, jenis-jenis makanan tersebut kaya akan nutrisi penting seperti kalium, magnesium, kalsium, serat, dan protein, serta lebih sedikit kandungan garam dan gula sehingga bisa membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, diet DASH juga tidak merekomendasikan konsumsi dessert, minuman manis, lemak, daging merah, dan daging olahan.
Itulah penjelasan mengenai diet hipertensi yang perlu Anda ketahui. Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas sekadar bertujuan sebagai edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan efek dari pola diet ini pun bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing orang sehingga pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan saran diet yang tepat.
Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai jenis diet yang sesuai untuk Anda, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan lebih lanjut sesuai dengan kondisi kesehatan.
Guna menunjang kesehatan tubuh, selain beraktivitas fisik, Anda juga bisa memesan layanan Healthy Catering Homecare dari Siloam Hospitals. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda, serta sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi bersama ahli gizi kami. Praktis, anda bisa memesannya secara virtual melalui aplikasi MySiloam.
Sumber
Mayo Clinic. More than stress: What you eat affects your blood pressure. Diakses pada 2025 | American Heart Association. Managing Blood Pressure with a Heart-Healthy Diet. Diakses pada 2025 | British Heart Foundation. The best and worst foods for high blood pressure. Diakses pada 2025 | WebMD. High Blood Pressure Diet. diakses pada 2025 | Hypertension. Effect of Calcium and Vitamin D Supplementation on Blood Pressure: the Women's Health Initiative randomized trial. Diakses pada 2025 | Penyakit Tidak Menular Indonesia. Batasi Asupan Natrium Bagi Pengidap Hipertensi. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







