Disfungsi Diastolik, Ditandai Mudah Lelah & Sesak Napas
Kesehatan Tubuh

Disfungsi Diastolik, Ditandai Mudah Lelah & Sesak Napas

13 Januari 2026 5 menit waktu baca
disfungsi diastolik

Disfungsi diastolik adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan saat fase relaksasi, yaitu ketika jantung mengembang dan terisi darah dengan optimal. Pada kondisi ini, otot jantung menjadi lebih kaku sehingga pengisian darah ke dalam bilik jantung tidak maksimal, meskipun kemampuan memompa jantung masih terlihat normal.

 

Kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan biasanya tidak disadari oleh penderitanya. Agar lebih waspada, mari simak ulasan selengkapnya mengenai disfungsi diastolik, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya di bawah ini.

 

Apa Itu Disfungsi Diastolik?

 

Saat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, jantung bekerja melalui dua fase utama. Fase pertama adalah fase kontraksi atau memompa darah (fungsi sistolik). Fase kedua adalah fase relaksasi, yaitu saat jantung mengendur dan terisi kembali dengan darah (fungsi diastolik). Disfungsi diastolik terjadi ketika fase relaksasi atau fungsi diastolik ini mengalami gangguan sehingga jantung tidak dapat terisi darah secara optimal.

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung menjadi lebih kaku sehingga tidak bisa berelaksasi dengan baik. Akibatnya, bilik jantung tidak bisa terisi darah secara optimal dan menyebabkan darah menumpuk kembali pada organ-organ lain, termasuk paru-paru. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan hipertensi pulmonal, yaitu peningkatan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru.

 

Selain itu, penelitian berjudul Diastolic Dysfunction and the Risk of Stroke and Major Bleeding (2024) menunjukkan bahwa disfungsi diastolik yang sudah berat dapat berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, bahkan pada pasien yang sebelumnya tidak termasuk kelompok berisiko tinggi dan tidak memiliki gangguan irama jantung.

 

Kondisi ini terjadi karena jantung sulit berelaksasi saat fase diastol sehingga tekanan di dalam ruang jantung meningkat. Akibat tekanan tersebut, atrium kiri akan membesar. Perubahan pada atrium inilah yang dapat memperlambat aliran darah, sehingga memicu peningkatan risiko pembekuan darah yang berujung pada stroke.

Penyebab dan Faktor Risiko Disfungsi Diastolik

 

Risiko terjadinya disfungsi diastolik dapat meningkat ketika seseorang mengalami salah satu dari beberapa kondisi berikut ini:

 

 

Disfungsi diastolik adalah kondisi yang umum terjadi, terutama pada orang berusia di atas 45 tahun. Risiko terjadinya disfungsi diastolik sebenarnya relatif sama antara pria dan wanita. Namun, pada pria lanjut usia yang juga mengalami obesitas, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

 

Gejala Disfungsi Diastolik

 

Orang dengan disfungsi diastolik umumnya tidak merasakan gejala yang jelas. Namun, sebagian penderita mungkin menyadari adanya penurunan kemampuan beraktivitas atau berolahraga secara perlahan. Hanya saja, kondisi ini sering kali dianggap sebagai pengaruh dari pertambahan usia atau kenaikan berat badan.

 

Ketika disfungsi diastolik berkembang menjadi gagal jantung diastolik, gejala utama yang biasanya muncul adalah sesak napas. Pada disfungsi diastolik, gejala ini cenderung muncul secara tiba-tiba dan dapat terasa sangat berat. Kondisi ini sering kali disebut sebagai edema paru akut, yaitu kondisi ketika cairan menumpuk di paru-paru dengan cepat sehingga membuat penderitanya sulit bernapas.

 

Diagnosis Disfungsi Diastolik

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya menggunakan ekokardiogram, yaitu pemeriksaan USG jantung yang bertujuan untuk menilai struktur jantung serta seberapa baik jantung mengendur dan memompa darah.

 

Derajat Disfungsi Diastolik

 

Dalam menegakkan diagnosis, dokter biasanya juga juga akan menilai derajat keparahan disfungsi diastolik menggunakan pemeriksaan ekokardiografi. Berdasarkan pedoman terbaru dari American Society of Echocardiography (ASE) dan European Association of Cardiovascular Imaging (EACVI), disfungsi diastolik umumnya diklasifikasikan ke dalam tiga derajat utama, yaitu:

 

  • Grade I (gangguan relaksasi ringan): Jantung mengalami gangguan saat fase relaksasi, tetapi tekanan pengisian jantung masih relatif normal. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada usia lanjut dan sering kali tidak menimbulkan gejala.

  • Grade II (pseudonormal): Tekanan pengisian jantung kiri mulai meningkat. Pada tahap ini, gangguan relaksasi dapat tersamarkan dan biasanya memerlukan parameter tambahan pada ekokardiografi untuk dikenali.

  • Grade III (restriktif): Merupakan derajat paling berat, ditandai dengan peningkatan tekanan pengisian jantung kiri yang signifikan dan umumnya disertai gejala gagal jantung.

 

Pengobatan Disfungsi Diastolik

 

Pengobatan disfungsi diastolik dapat dimulai dengan perubahan gaya hidup untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari, seperti berhenti merokok, mengurangi asupan garam, menjaga berat badan, dan meningkatkan aktivitas fisik. Selain itu, dokter mungkin juga merekomendasikan program rehabilitasi jantung untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.

 

Selain perubahan gaya hidup, penderita juga diberikan obat-obatan, seperti diuretik atau obat peluruh cairan, yang berfungsi membantu mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh akibat kerja jantung yang tidak optimal. Pada pasien dengan hipertensi atau diabetes, dokter juga akan meresepkan obat tambahan untuk membantu mengendalikan kondisi tersebut sehingga beban kerja jantung dapat berkurang dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

 

Selain obat-obatan, pada kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan pemasangan alat bantu jantung, seperti LVAD (left ventricular assist device), yang ditanamkan di dalam tubuh untuk membantu kerja jantung, khususnya bilik kiri jantung, dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan bantuan alat ini, aliran darah ke seluruh tubuh dapat tetap terjaga ketika fungsi jantung menurun.

 

Pada kondisi yang sangat berat, dokter dapat merekomendasikan tindakan transplantasi jantung. Namun, umumnya disfungsi diastolik dapat dikelola dengan pilihan penanganan yang lebih konservatif dan tidak invasif sehingga tindakan ini sering kali menjadi pilihan terakhir.

 

Itulah pembahasan mengenai disfungsi diastolik yang perlu Anda pahami. Perlu diketahui bahwa informasi ini disajikan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Setiap individu dapat memiliki kondisi, gejala, serta risiko yang berbeda, tergantung pada keadaan kesehatan masing-masing.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.

 

Jika Anda atau orang terdekat mengalami keluhan yang mengarah pada disfungsi diastolik, seperti mudah lelah dan sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berbaring, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

 

Siloam Hospitals Group juga menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospitals yang dirancang untuk memberikan penanganan penyakit jantung secara cepat dan tepat. Layanan ini didukung oleh unit terintegrasi 24/7, dokter spesialis jantung yang selalu siaga, fasilitas cath lab, serta perawat bersertifikasi dalam menangani kondisi kegawatan jantung.

 

banner artikel cardiac by age

Sumber

Cleveland Clinic. Diastolic Dysfunction. Diakses pada 2026 | Verywell Health. Diastolic Dysfunction: Everything You Need to Know. Diakses pada 2026 | UMPC. Diastolic Dysfunction and Pulmonary Hypertension. Diakses pada 2026 | AHA|ASA Journals. Diastolic Dysfunction and the Risk of Stroke and Major Bleeding. Diakses pada 2026 | Asecho. Recommendations for the Evaluation of Left Ventricular Diastolic Function by Echocardiography and for Heart Failure With Preserved Ejection Fraction Diagnosis: An Update From the American Society of Echocardiography. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail