Ibu dan Anak
Apakah Endoskopi Anak Aman? Ketahui Jenis & Efek Sampingnya

Table of Contents
Endoskopi anak dilakukan ketika diperlukan diagnosis masalah saluran pencernaan atau kondisi medis lainnya. Tidak hanya untuk diagnosis, endoskopi bisa dilakukan untuk kebutuhan terapi. Lantas, seberapa aman endoskopi anak dan apa saja risiko efek sampingnya? Mari simak pembahasannya di bawah ini.
Apa itu Endoskopi?
Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan endoskop ke dalam tubuh. Dengan prosedur ini, dokter bisa melakukan diagnosis kondisi tertentu dengan memastikan bagian dalam tubuh dengan lebih jelas. Adapun endoskop sendiri merupakan alat berupa tabung panjang dan fleksibel yang dilengkapi kamera beserta sumber cahaya di ujungnya.

Jenis-Jenis Endoskopi
Endoskopi untuk memeriksa saluran pencernaan anak dibagi menjadi dua, yaitu gastroskopi dan kolonoskopi.
-
Gastroskopi: Prosedur yang dilakukan untuk melihat saluran pencernaan bagian atas, termasuk mulut, kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari. Endoskop yang digunakan fleksibel dan dimasukkan melalui mulut. Prosedur ini dilakukan ketika anak berada di bawah anestesi umum dan ditujukan untuk memeriksa masalah, seperti peradangan atau luka terbuka.
-
Kolonoskopi: Prosedur yang dilakukan untuk memeriksa saluran pencernaan bagian bawah, termasuk usus besar dan usus halus bagian bawah. Berbeda dengan gastroskopi, kolonoskopi melibatkan endoskop yang dimasukkan melalui anus. Prosedur dilakukan ketika anak berada di bawah anestesi umum dan ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab masalah pencernaan, seperti:
-
Sakit perut.
-
Pendarahan dari saluran pencernaan.
-
Diare berkepanjangan.
-
Perubahan kebiasaan buang air besar selama lebih dari beberapa minggu.
Kapan Anak Membutuhkan Endoskopi?
Umumanya, endoskopi dipilih sebagai alat diagnosis atau terapi untuk masalah yang berkaitan dengan saluran pencernaan pada anak. Dokter bisa merekomendasikan endoskopi anak untuk mendiagnosis gangguan pada saluran pencernaan, seperti sakit perut yang terjadi terus menerus, muntah darah, buang air besar berdarah, diare berkepanjangan.
Di sisi lain, dokter bisa menyarankan endoskopi sebagai metode perawatan atau terapi untuk mengatasi kasus tertelan benda asing (corpus alienum) atau menangani masalah pada saluran pencernaan. Beberapa di antaranya yaitu mengangkat polip (tumor), menghentikan pendarahan.
Apakah Endoskopi Aman untuk Anak?
Endoskopi anak dilakukan oleh dokter anak dengan subspesialis saluran pencernaan. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak, dokter anestesi akan melakukan pembiusan. Karena alasan inilah dokter akan mengimbau anak untuk puasa sebelum prosedur. Dokter juga akan memberikan penjelasan seputar risiko efek samping endoskopi. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan kondisi dengan dokter dulu untuk menentukan apakah endoskopi pilihan tindakan yang paling tepat.
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menjalani Endoskopi?
Sebelum menjalani prosedur endoskopi, perut anak harus benar-benar kosong. Setidaknya, anak tidak diperbolehkan untuk makan atau minum sebelum pemberian anestesi. Secara spesifik, beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum gastroskopi adalah sebagai berikut:
-
Tidak makan atau minum hingga 6 jam sebelum pemberian anestesi.
-
Bisa mengonsumsi minuman bening dan tidak bersoda, namun bukan produk susu, hingga sampai di rumah sakit.
-
Anak berusia kurang dari 1 tahun bisa mendapatkan asupan ASI atau susu formula setidaknya 4 jam sebelum pemberian anestesi.
Sementara itu, anak yang perlu menjalani kolonoskopi perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
-
Tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat besi seminggu sebelum prosedur.
-
Dengan rekomendasi dari konsultasi dokter, anak bisa melanjutkan pengobatan dengan obat-obatan lainnya menjelang prosedur.
-
Anak tidak bisa mengonsumsi produk susu dan makanan yang dilarang oleh dokter.
-
Setelah menghentikan konsumsi semua makanan, anak hanya bisa minum cairan bening hingga waktu yang ditentukan, seperti:
-
Air putih.
-
Minuman olahraga bening atau minuman rehidrasi oral.
-
Beberapa jenis jeli yang tidak berwarna.
Risiko Efek Samping/Komplikasi Endoskopi Anak
Prosedur endoskopi pada anak mungkin dapat menimbulkan risiko efek samping. Berdasarkan jenisnya, berikut adalah beberapa kemungkinan efek samping yang dialami oleh anak:
-
Gastroskopi
-
Reaksi alergi terhadap peralatan, bahan, atau obat yang digunakan selama prosedur.
-
Infeksi.
-
Sakit tenggorokan.
-
Adanya lubang atau kebocoran di kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.
-
Kerusakan pada gigi.
-
Perdarahan pada tempat biopsi.
-
Kolonoskopi
-
Mual dan muntah.
-
Sakit perut ringan.
-
Kembung.
-
Sering kentut.
-
Terdapat sedikit darah di feses apabila prosedur disertai dengan biopsi.
Endoskopi anak merupakan pilihan tindakan untuk beberapa penyakit dalam tertentu. Maka dari itu, prosedur ini hanya bisa dilakukan apabila dokter merekomendasikannya. Apabila Anda membutuhkan diagnosis yang lebih akurat, Anda bisa membawa anak untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatrik (Anak) Konsultan Gastrohepatologi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk atau di Siloam Hospitals terdekat dari kota Anda.
Dokter akan memastikan kondisi anak sebelum merekomendasikan endoskopi untuk menangani kondisi medisnya. Setiap pasien dapat menerima diagnosis yang berbeda sehingga prosedur perawatan yang ditegakkan pun bisa tidak sama antara satu pasien dan lainnya. Sebelum endoskopi, dokter juga mungkin melakukan serangkaian tes dan perawatan lainnya sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit.
Jika ingin menjadwalkan konsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Royal Devon University Healthcare. Your Child’s Gastroscopy. Diakses pada 2024 | HealthDirect. Upper GI Endoscopy (Child). Diakses pada 2024 | KidsHealth. Colonoscopy In Children. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Himawan Aulia Rahman, SpA (K)
Pediatrik (Anak)
Subspesialis Gastrohepatologi
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
-
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini





