Jangan Abaikan Gejala Erosi Gigi, Ini Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Jangan Abaikan Gejala Erosi Gigi, Ini Pengobatannya

05 Juni 2025 3 menit waktu baca
erosi gigi adalah

 

Erosi gigi adalah menipisnya lapisan permukaan yang melindungi gigi (enamel gigi) akibat faktor kimiawi atau mekanik. Kondisi ini bisa terjadi pada semua orang dari berbagai rentang usia. Lantas, bagaimana cara mengobati erosi gigi agar keadaannya tidak memburuk? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

 

Apa itu Erosi Gigi?

 

Erosi gigi adalah hilangnya jaringan gigi secara progresif dan irreversibel yang disebabkan oleh korosi kimia oleh asam ekstrinsik dan intrinsik melalui proses yang tidak melibatkan bakteri. Kondisi yang ditandai dengan penipisan enamel atau lapisan pelindung gigi bagian luar. 

 

Akibatnya, gigi dapat menjadi lemah, mudah berlubang, lebih sensitif, dan rentan terhadap noda. Apabila telah kehilangan sebagian enamel, terdapat beberapa metode pengobatan yang bisa direkomendasikan dokter sebelum keadaannya memburuk.

 

Penyebab Erosi Gigi

 

Erosi gigi biasanya disebabkan oleh paparan asam yang bukan berasal dari bakteri mulut. Asam yang dapat menghilangkan lapisan enamel tersebut berasal dari makanan atau minuman seperti minuman manis, makanan bertepung, atau zat yang memiliki kandungan asam. Selain mengerosi enamel, makanan atau minuman asam juga dapat membuat permukaan gigi lunak sehingga lebih mudah terkikis oleh abrasi atau kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism). 

 

Baik orang dewasa maupun anak-anak rentan terhadap erosi gigi. Erosi gigi dapat terjadi hanya pada sebagian kecil gigi atau seluruh gigi. Pada umumnya, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya erosi gigi. Beberapa faktor penyebab yang sering memunculkan risiko penipisan enamel gigi adalah:

 

  • GERD (kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan).

  • Xerostomia (mulut kering).

  • Bulimia nervosa yang menyebabkan gigi terpapar asam lambung.

  • Kebiasaan menyikat gigi terlalu keras.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti antihistamin yang dapat menghambat produksi air liur.

  • Kelainan genetik, seperti terlahir dengan sedikit atau tanpa email gigi (hipoplasia enamel).

  • Kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan.

  • Mual dan muntah secara ekstrem (hiperemesis gravidarum) pada wanita yang sedang hamil.

  • Sering terkena air yang mengandung klorin ketika berenang di kolam renang.

  • Terpapar asam di lingkungan kerja, seperti di pabrik amunisi, baterai, dan pupuk.

 

Gejala Erosi Gigi

 

Setiap kondisi erosi gigi memiliki gejala yang berbeda-beda. Adapun beberapa hal yang mengindikasikan tahap awal penipisan enamel meliputi:

 

  • Gigi lebih sensitif terhadap dingin, panas, rasa manis atau asam.

  • Gigi mengalami perubahan warna.

  • Gigi terkelupas.

  • Adanya lubang pada permukaan gigi.

 

Erosi gigi yang sudah parah dapat membuat enamel terkikis hingga dentin di bawahnya terlihat. Biasanya, dentin terlihat kuning pada permukaan gigi. Area dentin tersebut dan setiap permukaan akar gigi yang terekspos menjadi sensitif terhadap makanan dan minuman dingin, panas, dan manis. Tidak jarang juga seseorang merasa kesakitan ketika penipisan atau erosi mendekati pulpa gigi yang mengandung saraf.

 

Umumnya, erosi gigi terjadi secara perlahan dan tidak menyebabkan dampak signifikan. Namun, kondisi ini dapat memicu sejumlah komplikasi apabila tidak segera ditangani. Beberapa di antaranya seperti:

 

  • Kerusakan gigi.

  • Gigi kuning atau bernoda.

  • Gigi patah atau retak.

  • Gigi bergerigi atau kasar.

 

Diagnosis Erosi Gigi

 

Penderita erosi gigi bisa mendapatkan diagnosis dari dokter gigi. Awalnya, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala dan riwayat medis pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan gigi. Hal ini juga bisa dilakukan saat pemeriksaan gigi rutin. Dokter akan mengecek perubahan tekstur, keausan, lubang, dan tanda-tanda erosi lainnya. Apabila diperlukan, dokter akan merekomendasikan rontgen gigi untuk memastikan tingkat keparahan erosi gigi.

 

Pengobatan Erosi Gigi

 

Dokter gigi akan menentukan metode perawatan erosi gigi sesuai dengan tingkat keparahan kondisi yang diderita pasien. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan erosi gigi yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:

 

  • Fluoride topikal untuk membantu memperkuat email gigi dan mencegah erosi menjadi semakin parah.

  • Filling atau tambalan gigi.

  • Veneer atau pelapisan gigi.

  • Dental bonding atau pengikatan gigi.

  • Dental crown atau mahkota gigi.

 

Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili erosi gigi. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, agar tidak salah penanganan, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Gigi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter akan menjalankan prosedur diagnosis dan penanganan sesuai dengan kondisi setiap pasien. Tahapan pemeriksaan dan penanganan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya bisa berbeda-beda.

 

Apabila ingin menjadwalkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Anda bisa menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi ini untuk mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

American Dental Association. Dental Erosion. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Tooth Erosion. Diakses pada 2024 | Better Health. Dental Erosion. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Advances in Preventive and Therapeutic Approaches for Dental Erosion: A Systematic Review. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail