Ibu dan Anak
Hiperemesis Gravidarum - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Hiperemesis gravidarum adalah kondisi medis yang membuat ibu hamil mengalami mual dan muntah secara ekstrem. Kondisi ini dapat membuat ibu merasa lemas karena dehidrasi hingga menyebabkan penurunan berat badan yang drastis.
Sebetulnya, apa penyebab hiperemesis gravidarum pada ibu hamil dan bagaimana cara mengatasinya? Mari cari tahu selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Hiperemesis Gravidarum (HG)?
Seperti yang telah disebutkan di atas, hiperemesis gravidarum (HG) adalah kondisi ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah secara berlebihan. Sebetulnya, mual dan muntah merupakan kondisi yang terbilang normal pada kehamilan trimester awal (morning sickness). Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, gejala dan intensitas morning sickness pada ibu hamil ini akan cenderung semakin berkurang.
Namun, pada kasus hiperemesis gravidarum, ibu hamil dapat mengalami mual dan muntah sepanjang hari sehingga berisiko memicu terjadinya dehidrasi. Kondisi ini bisa berlangsung hingga trimester kedua kehamilan atau bahkan terus terjadi sepanjang kehamilan.
Penyebab Hiperemesis Gravidarum
Belum diketahui secara pasti apa kondisi yang menyebabkan ibu hamil mengalami mual dan muntah secara berlebihan. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan tingginya kadar hormon human chorionic gonadotropin atau HCG di dalam darah.
Sebagai informasi, hormon HCG merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel-sel di dalam plasenta setelah sel telur yang dibuahi oleh sperma menempel di dinding rahim. Kadar hormon tersebut dapat meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan.
Selain hormon HCG, peningkatan hormon estrogen dan progesteron pada trimester pertama kehamilan juga dapat memengaruhi kerja otot lambung sehingga kerap membuat ibu lebih mudah untuk memuntahkan isi perut.
Selain itu, sejumlah faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum adalah sebagai berikut.
-
Kehamilan pertama.
-
Hamil pada usia yang sangat muda.
-
Hamil pada usia di atas 30 tahun.
-
Mengalami hamil anggur.
-
Pernah mengalami mual dan muntah yang ekstrem pada kehamilan sebelumnya.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat hiperemesis gravidarum.
-
Mengandung anak perempuan.
-
Memiliki riwayat penyakit tiroid, tekanan darah tinggi (hipertensi), migrain, atau diabetes gestasional sebelumnya.
Gejala Hiperemesis Gravidarum
Gejala hiperemesis gravidarum biasanya dimulai pada minggu ke-4 sampai dengan minggu ke-8 kehamilan. Gejala tersebut bisa terus berlangsung dan biasanya dapat mereda pada usia kehamilan 14-20 minggu.
Namun, pada beberapa kasus, hiperemesis gravidarum dapat berlangsung hingga melebihi usia kehamilan 20 minggu atau bahkan di sepanjang kehamilan. Adapun sejumlah gejala yang umum dialami oleh ibu hamil dengan kondisi hiperemesis gravidarum adalah sebagai berikut.
-
Mual dan muntah sepanjang hari.
-
Sangat sensitif terhadap aroma atau bau-bauan.
-
Pusing dan nyeri kepala.
-
Lemas.
-
Berat badan menurun.
-
Jantung berdebar.
-
Produksi air liur secara berlebihan.
-
Tekanan darah rendah (hipotensi).
-
Kesulitan untuk menelan makanan atau minuman.
-
Penyakit kuning (jaundice).
-
Gangguan psikologis, seperti stres, bingung, dan cemas.
Komplikasi Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang tidak boleh dianggap sepele. Sebab, jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang berisiko membahayakan kondisi ibu hamil dan janin. Sejumlah komplikasi tersebut di antaranya sebagai berikut.
-
Deep vein thrombosis.
-
Sindrom Mallory-Weiss, yaitu kondisi ketika terdapat luka robek pada dinding kerongkongan.
-
Muntah darah akibat perdarahan dari luka robek di sekitar kerongkongan.
-
Gangguan fungsi hati dan ginjal.
-
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.
-
Bayi lahir mati (stillbirth).
Diagnosis Hiperemesis Gravidarum
Dalam menegakkan diagnosis HG, dokter dapat melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, riwayat penyakit, dan riwayat kesehatan keluarga pasien. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk melihat tanda-tanda HG lainnya, seperti hipotensi dan penyakit kuning.
Lalu untuk membantu mengonfirmasi diagnosis HG, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan, seperti:
-
Uji laboratorium, seperti tes darah dan tes urine untuk memeriksa gejala gangguan elektrolit dan dehidrasi.
-
USG kehamilan untuk memantau kondisi janin di dalam kandungan.
-
Tes fungsi hati untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit liver yang menyebabkan mual dan muntah ekstrem.
Pengobatan Hiperemesis Gravidarum
Pengobatan HG akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala serta kondisi ibu hamil secara keseluruhan. Namun secara umum, pengobatan HG bertujuan untuk menghentikan mual dan muntah, mengganti cairan dan elektrolit yang hilang karena muntah, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta mengembalikan nafsu makan ibu hamil.
Adapun sejumlah tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menangani HG pada ibu hamil adalah sebagai berikut.
-
Pemberian obat-obatan melalui suntikan, seperti obat antimual, antihistamin, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 untuk membantu meringankan gejala HG.
-
Pemasangan jalur intravena untuk memberikan cairan atau obat-obatan ke dalam aliran pembuluh darah vena.
-
Menyarankan untuk mengubah pola hidup dan kebiasaan, seperti memperbanyak istirahat, mengurangi aktivitas fisik, menggunakan pakaian longgar, menghindari aroma atau bau-bauan tajam, dan lain sebagainya.
Cara Mengendalikan Hiperemesis Gravidarum
Pada dasarnya, belum diketahui secara pasti bagaimana cara mencegah hiperemesis gravidarum, mengingat penyebabnya juga belum dipastikan. Namun, kondisi ini dapat dikendalikan.
Terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi morning sickness agar tidak berlanjut menjadi hiperemesis gravidarum, di antaranya sebagai berikut.
-
Istirahat yang cukup, minimal 8–9 jam setiap malam.
-
Mengelola stres dengan baik, seperti melakukan teknik pernapasan, bermeditasi, yoga, dan sebagainya.
-
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, terutama makanan tinggi protein dan rendah lemak.
-
Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering.
-
Memilih makanan yang bertekstur halus agar mudah ditelan dan dicerna.
-
Menghindari makanan pedas, berminyak, dan berbau tajam karena dapat memicu rasa mual.
-
Memperbanyak minum air putih.
-
Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung jahe untuk membantu meredakan rasa mual.
-
Mengonsumsi suplemen prenatal yang diresepkan oleh dokter untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan zat besi selama masa kehamilan.
-
Menggunakan aromaterapi untuk membantu meredakan mual di pagi hari.
Jika ibu mengeluhkan gejala hiperemesis gravidarum seperti ulasan di atas, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang untuk mendapatkan layanan NEST.
NEST adalah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, dan pascamelahirkan lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, ahli gizi klinis, konsultan laktasi, serta bidan dan tenaga medis profesional lainnya.
Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi Anda untuk mengakses layanan kesehatan, mulai dari membuat janji temu hingga melihat hasil pemeriksaan. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET A)
Lainnya
16 Service/Item
Rp4.642.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000







