Gangguan Bipolar Episode Campuran, Ini Penyebab & Gejalanya
Kesehatan Mental

Gangguan Bipolar Episode Campuran, Ini Penyebab & Gejalanya

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
bipolar episode campuran

Gangguan bipolar episode campuran atau mixed episodes bipolar disorder adalah jenis gangguan mood yang ditandai dengan terjadinya episode mania dan depresi secara bersamaan. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa sangat putus asa dan bersemangat pada waktu yang sama.

 

Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan gangguan bipolar episode campuran selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Gangguan Bipolar Episode Campuran?

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gangguan bipolar episode campuran atau mixed episodes bipolar disorder adalah salah satu jenis gangguan bipolar yang membuat seseorang mengalami episode depresi dan mania atau hipomania dalam waktu yang sama tanpa adanya jeda waktu pemulihan di antaranya.

 

Sebagai informasi, gangguan bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati (mood) secara drastis. Perubahan suasana hati tersebut bisa dibedakan menjadi dua fase, yaitu fase mania (senang) atau hipomania dan fase depresi. 

 

Namun perlu diketahui, mixed episodes telah diganti dengan istilah baru, yaitu mixed features. Hal ini tertuang dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Fifth Edition (DSM-5) yang diterbitkan pada tahun 2013 silam.

 

Dalam DSM-4, episode campuran didefinisikan pada bipolar tipe I yang mengalami fase manik dan depresi secara bersamaan pada seorang individu selama setidaknya tujuh hari. Definisi ini dimodifikasi pada DSM-5, di mana episode campuran dapat digunakan pada bipolar tipe I, bipolar tipe II, dan pada gangguan depresi mayor.

 

Sekitar 40% pasien mengalami gangguan bipolar episode campuran, namun angka ini mungkin jauh lebih tinggi setelah adanyaa perubahan definisi pada DSM-5. Gangguan ini sering kali muncul pada saat remaja atau di awal masa remaja.

 

Mixed episode merupakan kondisi yang sering terjadi pada penderita gangguan bipolar. Di mana, sebagian penderita gangguan bipolar setidaknya mengalami beberapa gejala mania selama dalam episode depresi mayor.

 

Penyebab Gangguan Bipolar Episode Campuran

 

Secara umum, penyebab gangguan bipolar episode campuran masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh perubahan fungsi hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengeluarkan hormon dan mengendalikan fungsi berbagai organ tubuh.

 

Perubahan tersebut dapat menyebabkan gangguan tidur yang bisa memengaruhi suasana hati. Selain itu, perubahan fungsi hipotalamus juga bisa menyebabkan perubahan kadar hormon di dalam tubuh yang berkaitan dengan suasana hati.

 

Di sisi lain, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan suasana hati ini adalah sebagai berikut:

 

  • Faktor genetik. Riwayat keluarga dengan adanya gangguan bipolar pada kerabat tingkat satu dan juga keluarga yang menderita kondisi neuropsikiatri yang beragam, seperti gangguan spektrum kecemasan, ketergantungan zat, atau gangguan spektrum psikotik.

  • Mengalami peristiwa atau perubahan besar dalam hidup, seperti menderita penyakit kronis atau kehilangan orang terdekat.

  • Penyalahgunaan zat.

  • Cedera kepala.

  • Sedang mengonsumsi antidepresan jenis tertentu, seperti antidepresan trisiklik.

  • Menderita gangguan kesehatan mental lainnya, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

 

Gejala Gangguan Bipolar Episode Campuran

 

Secara umum, gejala gangguan bipolar episode campuran dapat bervariasi, di mana hal ini tergantung pada episode suasana hati yang sedang mendominasi. Namun, beberapa gejala umum dari gangguan bipolar episode campuran adalah sebagai berikut:

 

  • Merasa sedih dan bahagia di saat bersamaan.

  • Masih mengalami gejala depresi meski sedang melakukan aktivitas yang menyenangkan.

  • Sedang dalam suasana hati yang rendah (sedih atau putus asa), namun dapat berbicara dengan cepat.

  • Sedang dalam suasana hati yang tinggi (bahagia), namun tetap memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri (suicidal thought).

  • Mengalami gangguan tidur yang parah.

  • Mengalami gangguan nafsu makan yang parah.

 

Diagnosis Gangguan Bipolar Episode Campuran

 

Dalam mendiagnosis mixed episodes bipolar disorder, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terakit gejala dan riwayat medis pasien dan juga melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah pasien juga menderita kondisi medis lain. Setelah itu, dokter dapat merujuk pasien ke psikolog atau psikiater untuk mengevaluasi kondisi mental dan keluhan yang dialami pasien.

 

Dokter dapat menegakkan diagnosis mixed episodes bipolar disorder sesuai dengan kriteria dalam buku DSM-5, yaitu mengalami setidaknya tiga gejala mania atau hipomania saat berada dalam episode depresi atau tiga gejala depresi mayor saat berada dalam episode mania atau hipomania.

 

Episode mania cenderung dimulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara 2 minggu sampai 4–5 bulan. Depresi umumnya berlangsung lebih lama, yaitu rata-rata sekitar 6 bulan, walaupun jarang melebihi setahun.

 

Adapun beberapa gejala mania atau hipomania dalam gangguan bipolar, di antaranya:

  • Berkurangnya waktu tidur.

  • Sangat bahagia.

  • Terlalu bersemangat.

  • Memiliki kepercayaan diri yang berlebihan.

  • Harga diri melambung.

  • Dorongan untuk terus berbicara.

  • Bersikap impulsif, seperti melakukan aktivitas fisik yang berisiko tinggi.

 

Sementara itu, sejumlah gejala umum dari depresi mayor adalah sebagai berikut:

 

  • Mudah lelah.

  • Merasa sangat sedih dan putus asa.

  • Tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan apa pun.

  • Pesimis. 

  • Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia.

  • Memiliki pemikiran untuk melakukan self harm atau bunuh diri.

  • Anhedonia.

 

Pengobatan Gangguan Bipolar Episode Campuran

 

Utamanya, pengobatan mixed episodes bipolar disorder dapat dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya adalah penggunaan obat-obatan, perubahan gaya hidup, serta electroconvulsive therapy (ECT). Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Obat-obatan. Dokter dapat memberikan beberapa obat-obatan, seperti mood stabilizer dan antipsikotik atipikal untuk menangani gejala mania atau mixed features, serta antidepresan guna menangani gejala depresi mayor.

  • Perubahan gaya hidup. Penderita kondisi ini disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat guna menurunkan stres yang bisa membantu meredakan gejala gangguan bipolar. Beberapa gaya hidup yang perlu diterapkan adalah:

    • Rutin berolahraga.

    • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.

    • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

    • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Dalam hal ini, pasien bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik.

  • Electroconvulsive therapy (ECT). ECT merupakan terapi yang menggunakan aliran listrik memberikan efek kejang sementara pada otak sehingga dapat memengaruhi komponen sistem saraf pusat, termasuk hormon, neuropeptida, dan neurotransmitter yang berkaitan dengan suasana hati.

 

Pada intinya, sangat penting untuk menangani mixed episodes bipolar disorder sedini mungkin guna menghindari risiko gangguan mental yang lebih serius dan bisa berdampak pada kualitas hidup. Jika mengalami kondisi seperti ulasan di atas, segera lakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals.


Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan Telekonsultasi untuk mendapatkan saran perawatan serta resep obat-obatan dari dokter tanpa perlu keluar rumah. Namun, terdapat beberapa jenis obat, seperti antidepresan dan antipsikotik, yang perlu diambil secara langsung oleh pasien (self pick-up).

 

telechat

message

ArticleDetail