Mengenal Herpes Labialis Beserta Gejala & Cara Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Herpes Labialis Beserta Gejala & Cara Pengobatannya

25 November 2025 4 menit waktu baca
herpes labialis

Herpes labialis adalah ruam di area mulut yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks-1 (HSV-1). Kondisi ini biasa dikenal dengan nama herpes oral, yang ditandai dengan luka membengkak di sekitar mulut yang juga terlihat melepuh.

 

Herpes labialis mungkin terlihat seperti gejala sariawan biasa, padahal herpes labialis adalah kondisi serius yang perlu mendapatkan penanganan. Pertanyaannya, apa saja gejala herpes labialis yang perlu diantisipasi dan bagaimana cara pengobatannya? Mari simak informasi selengkapnya melalui artikel di di bawah ini.

 

Apa itu Herpes Labialis?

 

Herpes labialis adalah kondisi munculnya ruam atau luka yang melepuh dan membengkak di area sekitar mulut, bibir, atau gusi akibat infeksi virus herpes simpleks-1 (HSV-1). Menurut WHO, terdapat sekitar 67% dari populasi dunia yang terjangkit virus HSV-1.

 

Secara umum, herpes adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan lepuhan berwarna kemerahan dan dapat berisi cairan pada area kulit tertentu. Pada herpes oral, kondisi ini ditandai dengan munculnya luka atau bisul yang terasa menyakitkan di area mulut dan tampak seperti sariawan.

 

Namun demikian, pengobatannya tidak bisa disamakan dengan pengobatan sariawan di bibir dan penyakit mulut pada umumnya. Saat herpes oral kambuh, dibutuhkan konsumsi obat antivirus untuk mengatasinya.

 

Herpes oral termasuk penyakit menular. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita (dari kulit ke kulit, kontak pada bibir, seks oral, atau percikan air liur).

 

Penyebab Herpes Labialis

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab herpes labialis adalah virus herpes simpleks-1 (HSV-1) yang bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita. Virus tersebut akan tetap hidup di dalam tubuh penderitanya sekalipun penderita sudah sembuh dan berpotensi aktif kembali dan merusak sel-sel sehat di dalam tubuh terutama ketika sistem imun tubuh turun.

 

Adapun beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu kambuhnya herpes labialis adalah:

 

  • Infeksi yang disebabkan oleh penyakit lain.

  • Demam.

  • Stres.

  • Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.

  • Sedang mengalami menstruasi.

  • Terdapat luka terbuka di sekitar area mulut.

  • Efek samping pascaoperasi.

 

Perlu diketahui bahwa herpes oral bisa saja terjadi sewaktu-waktu selama satu tahun pertama setelah tubuh terinfeksi dengan virus HSV-1. Namun setelahnya, tubuh akan membentuk antibodi untuk menghadapi virus tersebut, sehingga dapat mencegah atau mengurangi frekuensi terjadinya herpes oral di lain waktu.

 

Faktor Risiko Herpes Labialis

 

Setiap orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat terjangkit infeksi virus HSV-1 yang menyebabkan herpes oral. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena infeksi virus tersebut. Adapun beberapa faktor risiko herpes oral yang perlu diperhatikan adalah:

 

  • Gangguan pada sistem imun tubuh.

  • Menderita penyakit kanker.

  • Menjalani kemoterapi.

  • Hubungan seks yang tidak aman atau tanpa kondom.

  • Menjalani prosedur atau tindakan untuk kondisi medis tertentu, seperti transplantasi organ.

  • Menderita penyakit HIV/AIDS.

 

Gejala Herpes Labialis

 

Pada sebagian kasus, penderita biasanya tidak langsung mengalami gejala-gejala yang menunjukkan bahwa dirinya mengidap herpes oral. Adapun sejumlah gejala awal yang dialami penderita infeksi virus herpes simpleks-1 adalah:

 

  • Demam.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Sakit kepala.

  • Sakit tenggorokan.

  • Luka melepuh (lenting) di area sekitar bibir dan mulut.

  • Rasa kesemutan di area mulut.

  • Bibir terlihat bengkak.

  • Gatal-gatal di area mulut.

  • Seluruh badan terasa tidak nyaman.

 

Setelah mengalami sejumlah gejala awal tersebut, penderita juga biasanya akan mengalami gejala-gejala berikut ini:

 

  • Kemerahan di area mulut.

  • Bibir bengkak.

  • Rasa panas dan nyeri di sekitar mulut.

  • Luka melepuh di bibir atau di bawah hidung.

  • Ruam atau bisul yang mengeluarkan cairan.

  • Luka yang mengering dan sembuh dengan sendirinya setelah sekitar 4–6 hari.

 

Sekilas gejala-gejala di atas memang terlihat seperti penyakit mulut pada umumnya. Namun, apabila terjadi secara terus-menerus dan menyebabkan rasa sakit tak tertahankan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat lebih lanjut.

 

Diagnosis Herpes Labialis

 

Agar dapat mengobati herpes oral dengan tepat, diperlukan proses penegakkan diagnosis dari tenaga medis yang dilaksanakan secara bertahap. Pertama-tama, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik dengan mengamati ruam atau luka yang melepuh di area mulut. Selanjutnya, akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang sebagai berikut:

 

  • Tes darah: Memeriksa antibodi dalam sampel darah.

  • Tes swab: Mengambil sampel melalui teknik usapan pada area luka herpes untuk diperiksa di laboratorium. 

  • Tes Tzanck: Mendeteksi virus herpes simpleks yang terdapat di dalam luka penderita. Metode pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari luka herpes untuk diperiksa di bawah mikroskop.

 

Cara Pengobatan Herpes Labialis

 

Sebelum menentukan cara pengobatan herpes labialis yang tepat, biasanya dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

 

  • Usia pasien.

  • Kondisi kesehatan tubuh secara umum.

  • Riwayat kesehatan dan riwayat obat-obatan yang dikonsumsi.

  • Toleransi tubuh terhadap pengobatan tertentu.

  • Hasil penyembuhan yang diharapkan.

 

Adapun jenis obat-obatan antivirus yang dapat diberikan untuk mengobati kondisi herpes labialis adalah acyclovir, penciclovir, valasiklovir, dan famciclovir. Penggunaan obat-obat eksternal seperti pelembap tidak dianjurkan untuk mengobati luka herpes di area mulut.

 

Selain itu, dokter juga akan memberikan anestesi topikal atau obat antiinflamasi yang bisa meredakan rasa nyeri dan obat pereda gatal seperti antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Sementara itu, obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen juga dapat diberikan guna membantu mengatasi rasa sakit dan demam yang mungkin dialami penderita ketika herpes oral kambuh.

 

Apabila Anda atau kerabat terdekat mengalami kondisi yang mengarah pada herpes labialis, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan dengan tepat.

 

Manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga mengantre secara virtual sehingga Anda tidak perlu menunggu berlama-lama di rumah sakit.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail