Infertilitas Sekunder - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Pola Hidup Sehat

Infertilitas Sekunder - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

26 September 2024 4 menit waktu baca
infertilitas sekunder

Infertilitas sekunder (secondary infertility) merupakan kondisi ketika suatu pasangan yang sudah memiliki anak sebelumnya atau pernah hamil, kemudian kesulitan untuk hamil lagi. Pada kondisi ini, sang istri tak kunjung hamil lagi meski mereka sudah berusaha selama 1 tahun atau 12 bulan berturut-turut. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Infertilitas Sekunder?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa infertilitas sekunder adalah kondisi ketika suatu pasangan yang sudah memiliki anak atau hamil sebelumnya kesulitan untuk hamil lagi meski sudah berhubungan intim secara rutin tanpa kontrasepsi selama 6–12 bulan. Namun, untuk bisa dikatakan sebagai infertilitas sekunder, kehamilan sebelumnya harus terjadi secara alami tanpa bantuan obat, bayi tabung, dan lain sebagainya.

 

Penyebab Infertilitas Sekunder

 

Infertilitas sekunder dapat disebabkan oleh faktor pria maupun wanita. Kondisi ini sering kali terjadi setelah pasangan berhasil memiliki anak pertama tanpa masalah. Berikut adalah beberapa faktor pada wanita yang bisa memengaruhi secondary infertility:

 

  • Masalah pada kualitas dan jumlah sel telur. Seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur di dalam tubuh berkurang. Selain itu, kondisi autoimun, genetik, atau terapi radiasi dapat menurunkan jumlah dan kualitas sel telur.

  • Masalah struktural, beberapa masalah struktural yang dapat menyebabkan infertilitas sekunder pada wanita adalah:

    • Infeksi atau pembedahan yang menyebabkan kerusakan pada tuba falopi dan rahim, misalnya terjadi komplikasi dari persalinan sebelumnya.

    • Komplikasi dari penyakit radang panggul bisa menyebabkan tuba falopi tersumbat.

  • Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovary syndrome (PCOS).

  • Endometriosis.

  • Infeksi menular seksual, misalnya klamidia atau gonore.

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.

  • Pernah keguguran.

  • Peningkatan berat badan dan gaya hidup, seperti merokok. Hal ini dapat memengaruhi ovulasi serta keseimbangan hormon reproduksi.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

Sementara itu, beberapa faktor pria yang dapat menyebabkan infertilitas sekunder adalah sebagai berikut:

 

  • Berkurangnya kadar testosteron (hypogonadism) yang berperan penting dalam produksi sperma. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penurunan testosteron adalah:

    • Penuaan.

    • Cedera testis.

    • Obat-obatan.

    • Diabetes.

    • Infeksi pada kemaluan.

    • Penyakit tiroid

    • Tuberkulosis.

    • Gondongan.

    • Gangguan darah.

    • Tumor jinak.

    • Stres.

    • Infark miokard.

    • Sepsis.

  • Varikokel.

  • Kualitas sperma yang rendah.

  • Jumlah sperma rendah.

  • Pembesaran prostat.

  • Mengonsumsi obat-obatan medis, misalnya obat untuk kanker testis dan skizofrenia.

  • Gaya hidup yang tidak sehat.

  • Paparan bahan kimia, seperti pestisida.

 

Tanda-Tanda Infertilitas Sekunder

 

Tanda utama infertilitas sekunder adalah tidak bisa hamil setelah memiliki satu atau lebih anak kandung. Bila pasien berusia di bawah 35 tahun, dokter akan menduga terjadinya secondary infertility setelah pasangan tersebut mencoba selama 12 bulan untuk hamil. Artinya, pasangan tersebut sudah melakukan hubungan intim secara rutin tanpa kondom atau alat kontrasepsi lainnya.

 

Sementara itu, bila pasien sudah berusia di atas 35 tahun, dokter dapat menduga secondary infertility bila pasangan tersebut sudah berhubungan intim selama 6 bulan secara rutin tanpa memakai kondom atau alat kontrasepsi lainnya.

 

Diagnosis Infertilitas Sekunder

 

Diagnosis sejak dini penting untuk dilakukan guna menentukan pengobatan yang tepat. Untuk mendiagnosis penyebab dari keluhan pasien, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu. Beberapa hal yang akan dievaluasi oleh dokter, di antaranya:

 

  • Riwayat medis pasien untuk menentukan apakah ada yang berubah sejak kehamilan sebelumnya.

  • Siklus menstruasi untuk mengetahui waktu ovulasi serta apabila terdapat indikasi gangguan hormon reproduksi.

  • Riwayat penyakit tertentu yang bisa memengaruhi jumlah dan kualitas sperma atau sel telur.

 

Kemudian, dokter akan melanjutkannya dengan melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan ini meliputi:

 

  • Tes darah untuk mengukur kadar hormon reproduksi.

  • Analisis sperma pada pria.

  • USG transvaginal pada wanita.

  • Hysterosalpingogram, jenis sinar-X yang memungkinkan dokter melihat rahim dan tuba falopi pada wanita.

 

Cara Mengatasi Infertilitas Sekunder

 

Apakah infertilitas sekunder bisa disembuhkan? Kondisi ini dapat disembuhkan dengan beberapa pilihan perawatan. Dokter akan merekomendasikan perawatan yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Umumnya, beberapa perawatan dan prosedur yang bisa dilakukan oleh pasangan dengan kondisi secondary infertility yang ingin hamil lagi adalah:

 

  • Pemberian obat-obatan, seperti clomiphene dan letrozole untuk menstimulasi ovulasi pada pasangan wanita yang tidak ovulasi secara teratur.

  • Inseminasi buatan.

  • Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

  • Operasi, misalnya untuk mengangkat polip atau fibroid.

  • Operasi untuk mengatasi varikokel.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan infertilitas sekunder. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda dan pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan juga bisa mengunjungi Siloam Fertility and Minimal Invasive Center. Klinik ini dibangun dengan konsep one-stop services untuk memberikan layanan komprehensif terkait dengan perencanaan program kehamilan yang dilakukan oleh tim dokter multidisiplin dan berpengalaman di bidangnya dalam satu lokasi.

Sumber

Cleveland Clinic. Secondary Infertility. Diakses pada 2024 | Mayoclinic. Secondary Infertility. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail