Kesehatan Tubuh
Kanker Amandel - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Kanker amandel adalah jenis kanker orofaring yang paling umum terjadi. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Namun, pada beberapa kasus, alkohol dan tembakau juga bisa memicu terjadinya kondisi ini. Mari pahami lebih lanjut mengenai kanker amandel selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Kanker Amandel?
Kanker amandel atau kanker tonsil adalah adalah kondisi ketika terdapat sel-sel abnormal dalam amandel yang tumbuh di luar kendali sehingga membentuk tumor ganas. Amandel adalah dua benjolan berbentuk oval yang terletak di bagian belakang mulut. Jaringan ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan kuman.
Seseorang yang terkena kanker amandel tidak selalu memiliki kondisi radang amandel (tonsilitis). Bahkan, orang yang pernah menjalani tonsilektomi masih bisa mengalami kanker pada jaringan amandel yang tertinggal. Kasus kanker amandel baru-baru ini semakin meningkat karena tingginya total kasus kanker yang berhubungan dengan infeksi HPV.
Amandel adalah tempat paling umum terjadinya kanker orofaring (bagian tenggorokan yang berhubngan dengan mulut), mencakup sekitar 23,1% dari seluruh keganasan di area orofaring. Angka kejadian kanker amandel adalah ssebesar 8,4 kasus per 100.000.
Penyebab Kanker Amandel
Kanker amandel terbentuk ketika sel-sel sehat dalam amandel mengalami perubahan (mutasi) asam deoksiribonukleat (DNA). Mutasi tersebut dapat menyebabkan sel tumbuh di luar kendali dan terus hidup, padahal sel yang sehat seharusnya mati dalam beberapa waktu. Sel-sel tersebut akhirnya berkumpul dan membentuk tumor yang bisa menyebar ke luar amandel atau ke area tubuh lainnya.
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya mutasi DNA tersebut. Namun, terdapat dugaan bahwa ada peran human papillomavirus (HPV) dalam kondisi ini. Dilansir dari Mayo Clinic, virus penyebab infeksi menular seksual ini terdeteksi pada sebagian besar penderita kanker amandel di Amerika Serikat.
Kanker amandel yang disebabkan oleh HPV cenderung terjadi pada orang dengan usia yang lebih muda dan lebih mungkin merespons pengobatan yang tersedia dengan baik.
Adapun beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker amandel adalah sebagai berikut:
-
Mengonsumsi tembakau atau merokok.
-
Minum minuman beralkohol terlalu banyak.
-
Terinfeksi HPV.
Gejala Kanker Amandel
Gejala kanker amandel bisa berbeda-beda pada setiap orang, sehingga tanda-tandanya mungkin tidak selalu jelas. Namun, beberapa penderitanya menggambarkan kondisi ini seperti seolah-olah ada yang menyangkut di tenggorokan, serta nyeri pada mulut, tenggorokan, atau telinga.
Selain rasa mengganjal dan nyeri, beberapa gejala umum kanker amandel lainnya adalah sebagai berikut:
-
Pembengkakan dan nyeri di leher.
-
Kesulitan menelan.
-
Rahang kaku.
-
Benjolan di leher.
-
Luka atau sariawan di bagian belakang mulut yang tak kunjung sembuh.
-
Terdapat darah di dalam air liur.
-
Ukuran salah satu amandel lebih besar daripada lainnya.
-
Kesulitan berbicara dan mengunyah.
-
Bau mulut (halitosis).
Diagnosis Kanker Amandel
Untuk menegakkan diagnosis kanker amandel, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terutama pada bagian leher dan tenggorokan.
Selain itu, dokter juga dapat melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang. Beberapa tes dan prosedur yang digunakan untuk mengonfirmasi kanker amandel adalah:
-
Biopsi: Dokter dapat melakukan biopsi insisi pada amandel (mengambil sel abnormal dari amandel dengan pisau kecil) atau biopsi aspirasi jarum halus (fine needle aspiration biopsy atau FNAB) pada benjolan di leher, yaitu dengan menyedot sel-sel abnormal dari benjolan di leher dengan jarum kecil. Selanjutnya, sel-sel tersebut akan diuji di laboratorium.
-
Tes pencitraan: Tes penunjang ini dapat membantu dokter memastikan apakah kanker sudah menyebar ke jaringan-jaringan di dekat amandel atau di bagian tubuh lainnya. Tes ini mencakup CT scan, MRI, dan PET.
-
Endoskopi: Endoskopi sangat dianjurkan semua pasien yang dicurigai menderita kanker amandel. Pemeriksaan ini dapat memfasilitasi penilaian penyakit, biopsi, perencanaan intervensi bedah, dan menyingkirkan keganasan sekunder pada saluran napas bagian atas maupun esofagus.
-
Tes darah: Tes ini sebenarnya tidak digunakan untuk mendiagnosis kanker, namun dapat membantu dokter mengevaluasi kesehatan pasien secara keseluruhan sebelum dilakukan pengobatan.
Pengobatan Kanker Amandel
Pengobatan kanker amandel akan disesuaikan dengan ukuran, stadium, status HPV, serta kesehatan pasien secara keseluruhan. Adapun beberapa pilihan penanganan kanker ini mencakup TORS, pembedahan, terapi radiasi, atau kombinasi kemoterapi dan terapi radiasi. Ini uraian selengkapnya.
-
TORS (transoral robotic surgery): Ini merupakan prosedur pembedahan yang menggunakan teknologi canggih untuk menangani area yang sulit dijangkau di bagian belakang tenggorokan. TORS biasanya dipilih untuk pengobatan kanker amandel stadium awal. Prosedur ini membuat waktu operasi semakin singkat dan fungsi menelan menjadi lebih baik.
-
Pembedahan: Tujuan pembedahan ini adalah mengangkat sebanyak mungkin sel kanker. Dokter akan mengangkat sel kanker dengan memasukkan alat khusus melalui mulut atau membuat sayatan besar pada leher untuk mengangkat ukuran kanker yang lebih besar atau yang telah menyebar ke kelenjar getah bening. Namun, akan dibutuhkan pembedahan rekonstruksi setelahnya untuk memulihkan kemampuan pasien dalam berbicara, makan, dan menelan.
-
Terapi radiasi (radioterapi): Terapi ini menggunakan sinar energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel kanker. Radioterapi dapat digunakan untuk menghilangkan sel-sel kanker yang masih tersisa setelah pembedahan atau sebagai satu rangkaian terapi tersendiri tanpa tindakan pembedahan (tergantung dari stadium kanker).
-
Kemoterapi: Terapi ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radioterapi atau sebagai satu rangkaian terapi tersendiri.
Apabila diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan rehabilitasi, seperti terapi bicara, terapi menelan, dietetika, terapi fisik (fisioterapi), dan terapi okupasi. Rehabilitasi biasanya diperlukan oleh pasien yang menjalani pembedahan atau terapi radiasi.
Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili kanker amandel. Artinya, penyebab serta gejala tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Apabila Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang berkaitan dengan kanker amandel, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis THT di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







