Mengenal Apa itu Katabolisme dan Bedanya dengan Anabolisme
Pola Hidup Sehat

Mengenal Apa itu Katabolisme dan Bedanya dengan Anabolisme

03 Desember 2024 4 menit waktu baca
katabolisme adalah.

 

Katabolisme adalah proses alami yang bertujuan untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Katabolisme yang lancar memungkinkan tubuh bisa bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal. Selain katabolisme, terdapat pula istilah anabolisme dalam proses metabolisme tubuh. Lantas, apa perbedaan keduanya? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan bawah ini.

 

Apa itu Katabolisme?

 

Katabolisme adalah bagian dari metabolisme tubuh (serangkaian proses yang digunakan semua makhluk hidup untuk menjaga fungsi tubuhnya). Katabolisme merupakan proses pemecahan molekul-molekul kompleks yang didapatkan dari makanan, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, menjadi molekul yang lebih kecil, seperti asam amino, asam lemak, dan glukosa.

 

Sebagai contoh, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung protein, proses katabolisme di tubuh akan berjalan untuk mengubah protein menjadi asam amino atau asam nukleat. Ketika molekul kompleks dipecah, energi kimia yang tersimpan dilepaskan. Energi ini kemudian disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP), yaitu sumber energi utama bagi tubuh.

 

Katabolisme terjadi ketika tubuh mencerna makanan. Ketika asupan makanan atau nutrisi tidak mencukupi, tubuh akan mulai memecah cadangan lemak atau bahkan otot untuk memenuhi kebutuhan energinya.

 

Perbedaan Katabolisme dan Anabolisme

 

Anabolisme dan katabolisme adalah dua proses metabolisme tubuh yang sama-sama penting. Katabolisme adalah proses pemecahan molekul-molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil. Sebaliknya, anabolisme adalah mekanisme yang membentuk  molekul kompleks dari molekul-molekul kecil yang lebih sederhana.

 

Salah satu contoh proses anabolisme adalah ketika tubuh mencoba menyembuhkan luka. Selama masa penyembuhan luka, proses anabolisme berperan dalam membentuk jaringan baru di sekitar luka sehingga luka bisa menutup dengan baik. Anabolisme juga terlibat dalam pembentukan massa otot.

 

Selain itu, perbedaan keduanya juga bisa dilihat dari beberapa aspek lain, seperti hormon yang terlibat hingga efeknya terhadap berat badan. Berikut uraian selengkapnya.

 

1. Hormon yang Terlibat

 

Peran hormon di dalam tubuh saat proses katabolisme dan anabolisme adalah sebagai pengantar pesan. Hormon akan memberikan sinyal pada tubuh untuk memberikan respons khusus terhadap suatu situasi. Hormon juga dapat memicu proses katabolisme dan anabolisme. Berikut adalah masing-masing jenis hormon yang terlibat dalam proses katabolisme maupun anabolisme.



A. Hormon yang terlibat dalam proses katabolisme

 

Hormon yang terlibat dalam proses katabolisme disebut juga sebagai hormon katabolik. Hormon katabolik akan teraktivasi dalam kondisi tertentu, seperti ketika sedang berolahraga dan saat tubuh sedang berada dalam kondisi stres. Hormon tersebut meliputi:

 

  • Adrenalin.

  • Kortisol.

  • Glukagon.

  • Sitokin.

 

B. Hormon yang terlibat dalam proses anabolisme

 

Hormon yang terlibat dalam proses katabolisme disebut juga sebagai hormon anabolik. Hormon ini bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Hormon anabolik meliputi:

 

  • Testosteron.

  • Estrogen.

  • Insulin.

  • Hormon pertumbuhan (human growth hormone).

 

2. Pengaruh Makanan terhadap Katabolisme dan Anabolisme

 

Proses katabolisme akan tetap berlangsung terlepas dari jenis makanan apa pun yg di konsumsi, baik yang tidak sehat maupun yang bergizi. Makanan ini akan tetap dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana dan menghasilkan energi. Ketika tubuh memecah makanan menjadi energi melalui katabolisme, energi yang tidak digunakan segera oleh tubuh akan disimpan.

 

Jika terlalu banyak energi yang dihasilkan dan tidak digunakan, tubuh akan mengubah kelebihan tersebut menjadi lemak dan menyimpannya di jaringan lemak untuk digunakan nanti. Sedangkan, proses anabolisme lebih optimal ketika tubuh menggunakan molekul-molekul yang berasal dari makanan sehat dan bergizi, seperti sayur, buah, dan daging tanpa lemak.

 

Apabila asupan makanan tidak mencukupi, tubuh pun akan menggunakan sumber daya yang ada, seperti memecah cadangan energi (lemak atau protein dari otot) agar proses pembentukan tetap dapat terjadi namun dengan kualitas yang lebih rendah.

 

3. Efeknya terhadap Berat Badan

 

Karena anabolisme dan katabolisme adalah bagian dari metabolisme, proses ini cukup berpengaruh dengan berat badan. Ketika sedang dalam kondisi anabolik, tubuh membangun dan mempertahankan massa otot. Sebaliknya, apabila tubuh tidak mendapatkan sumber energi yang cukup dalam kondisi katabolik dari makanan yang dikonsumsi, tubuh akan memecah lemak maupun otot yang dimiliki untuk menjadi energi.

 

Olahraga anabolik bisa membantu menghilangkan lemak dan menambah atau mempertahankan massa otot, menjaga indeks massa tubuh tetap ideal dan membuat tubuh lebih ramping. Di sisi lain, olahraga katabolik berperan dalam menurunkan berat badan melalui pemecahan lemak dan otot untuk dijadikan energi, sehingga berpotensi mengurangi massa lemak sekaligus massa otot.

 

5. Jenis Olahraga

 

Saat berolahraga, denyut jantung dalam rentang yang berbeda akan mengaktifkan proses metabolisme yang juga berbeda. Latihan katabolisme meliputi aktivitas aerobik, seperti berlari, berenang, dan bersepeda. Jenis latihan ini akan menyebabkan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan meningkat, yang mana biasanya pada fase tubuh akan menggunakan glikogen (cadangan energi yang tersimpan di dalam tubuh) untuk dipecah menjadi sumber energi.

 

Namun, apabila tubuh sudah menggunakan seluruh glikogen yang dimiliki, sumber energi akan diambil dari cadangan lemak dan otot. Sehingga jenis olahraga katabolisme tidak hanya dapat menurunkan massa lemak, tetapi juga massa otot. Di sisi lain, latihan anabolisme meliputi latihan menahan beban, seperti angkat beban, push-up, dan squat. Jenis olahraga ini memicu produksi hormon seperti testosteron dan hormon pertumbuhan, yang berperan dalam membangun otot. 

 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan katabolisme dan anabolisme yang penting untuk Anda ketahui. Apabila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait proses ini dan kaitannya dengan kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Anabolism vs. Catabolism: The Role They Play in Your Metabolism. Diakses pada 2024 | Healthline. Catabolism vs. Anabolism: What’s the Difference?. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Myths and facts about metabolism. Diakses pada 2024 | Medicine & Science in Sports & Exercise. Quantity and Quality of Exercise for Developing and Maintaining Cardiorespiratory, Musculoskeletal, and Neuromotor Fitness in Apparently Healthy Adults. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail