Penyebab Keputihan Menggumpal dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Penyebab Keputihan Menggumpal dan Cara Mengatasinya

05 Juni 2025 4 menit waktu baca
keputihan menggumpal

Keputihan adalah kondisi ketika terdapat cairan yang keluar dari vagina. Pada umumnya, keputihan normal berwarna bening dan bertekstur cair hingga sedikit kental. Namun, bagaimana jika cairan keputihan menggumpal? Apakah hal tersebut normal terjadi? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak artikel selengkapnya tentang penyebab keputihan menggumpal beserta cara mengatasinya dalam artikel berikut ini.

 

Keputihan Menggumpal, Apakah Normal?

 

Seperti yang telah dijelaskan, cairan keputihan biasanya bertekstur cair hingga sedikit kental dan berwarna bening. Sedikit perubahan pada cairan ini merupakan hal yang wajar, mengingat konsistensi dan warna cairan keputihan tersebut cenderung menyesuaikan dengan siklus menstruasi, aktivitas seksual, serta penggunaan KB. Namun, apakah cairan keputihan yang menggumpal juga tergolong normal?

 

Secara umum, keputihan yang menggumpal bisa menjadi hal yang normal bagi sebagian wanita. Namun, dalam kondisi tertentu, keputihan menggumpal bisa menjadi tanda dari infeksi jamur di area organ intim, terutama jika keputihan tersebut juga disertai dengan gejala lain, seperti gatal pada vagina, keluarnya aroma tidak sedap, dan sebagainya.

 

Penyebab Keputihan Menggumpal

 

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan cairan keputihan cenderung menggumpal, mulai dari siklus menstruasi, perubahan kondisi tubuh, hingga infeksi jamur. Berikut uraian selengkapnya.

 

1. Siklus Menstruasi

 

Penyebab keputihan menggumpal yang pertama adalah siklus menstruasi. Pada dasarnya, setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Di sepanjang siklus menstruasi tersebut, warna dan tekstur cairan keputihan bisa mengalami perubahan.

 

Cairan yang berwarna putih dan kental biasanya terjadi di antara periode haid dengan ovulasi. Teksturnya pun bisa sedikit lengket dan menggumpal, menyerupai pasta atau yoghurt. Tak perlu khawatir, ini merupakan hal yang wajar selama cairan keputihan tersebut tidak berbau atau disertai dengan rasa gatal di area vagina.

 

2. Perubahan Kondisi Tubuh

 

Penyebab keputihan menggumpal selanjutnya adalah adanya perubahan pada kondisi tubuh. Secara umum, seiring dengan bertambahnya usia, tekstur dan warna cairan keputihan bisa mengalami perubahan secara alami. Di samping itu, beberapa perubahan kondisi tubuh yang bisa memengaruhi tekstur cairan keputihan, di antaranya:

 

  • Kehamilan.

  • Baru melahirkan.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk pil KB. Sebab, pil KB bisa memengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh, sehingga dapat berdampak pada sekresi cairan keputihan.

 

3. Infeksi Jamur

 

Salah satu penyebab keputihan menggumpal yang perlu diwaspadai adalah infeksi jamur. Sebetulnya, jamur sendiri dapat muncul secara alami di area vagina. Namun, pada kondisi tertentu, jamur tersebut bisa tumbuh secara tiba-tiba dan tidak terkendali, sehingga menyebabkan terjadinya infeksi jamur.

 

Kondisi ini bisa membuat cairan keputihan yang keluar dari vagina bertekstur kental dan menggumpal yang mirip dengan keju, sehingga sering disebut dengan cottage cheese appearance. Keputihan menggumpal akibat infeksi jamur umumnya dapat disertai dengan beberapa gejala lain, di antaranya:

 

  • Iritasi kulit di area vulva (bagian luar alat kelamin wanita, yaitu di labia mayora, minora, atau klitoris), seperti kemerahan, kulit bersisik, gatal, hingga bengkak.

  • Sensasi terbakar di area vagina.

  • Gatal-gatal pada vagina.

  • Kemerahan atau perubahan warna pada kulit di sekitar vagina.

  • Nyeri saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.

 

Cara Mengatasi Keputihan Menggumpal

 

Jika disebabkan oleh kondisi alami pada tubuh, seperti perubahan siklus menstruasi, kehamilan, atau baru melahirkan, keputihan yang menggumpal biasanya bisa menghilang dengan sendirinya. Di samping itu, jika dirasa mengganggu, keputihan yang menggumpal dapat ditangani melalui beberapa metode perawatan mandiri, seperti:

 

  • Mengganti pakaian dalam secara rutin. Hindari keadaan lembap pada pakaian dalam, misalnya setelah membasuh area kemaluan, jangan lupa lap menggunakan tisu hingga kering dari arah vagina (depan) ke anus (belakang), dan bukan sebaliknya.

  • Menghindari douching, yaitu mencuci dan membersihkan vagina menggunakan campuran air dan larutan khusus untuk menghilangkan bau.

  • Menghindari penggunaan sabun vagina maupun parfum vagina.

  • Menghindari penggunaan pantyliner untuk sehari-hari.

  • Jika menggunakan menstrual cup, pastikan untuk membersihkannya secara rutin dan merebusnya dengan air mendidih sebelum digunakan selama siklus menstruasi.

  • Mengganti pembalut setiap 4 jam sekali saat menstruasi, terlepas dari jumlah darah menstruasi di pembalut.

  • Memilih pakaian dalam berbahan katun yang bisa menyerap keringat dengan baik.

 

Namun, apabila telah melakukan cara-cara di atas dan keputihan menggumpal tidak kunjung menghilang, jangan ragu untuk mengunjungi dokter guna memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Seperti yang telah dijelaskan, keputihan menggumpal yang terjadi dalam jangka waktu lama disertai gejala tidak biasa lainnya, seperti iritasi dan gatal-gatal pada vagina, bisa menjadi tanda dari infeksi jamur yang perlu ditangani dengan tindakan medis.

 

Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit dan Kelamin) di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan pengobatan yang sesuai kondisi tubuh. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals dilengkapi dengan tim dokter berpengalaman dan fasilitas medis modern sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara optimal.


Agar lebih praktis, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, hingga membuat janji temu dengan dokter pilihan secara online. Lewat aplikasi ini, Anda pun dapat berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Sumber

Cleveland Clinic. Is It Normal To Have Thick, White Vaginal Discharge?. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Is thick, white discharge normal?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail