Kesehatan Tubuh
Apakah Kista di Ginjal Berbahaya? Kenali Gejalanya

Table of Contents
Kista ginjal adalah kondisi ketika terdapat kantung berisi cairan di dalam jaringan ginjal. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala dan baru terdeteksi saat seseorang menjalani pemeriksaan medis. Namun, dalam beberapa kasus, kista ginjal dapat membesar, menekan organ di sekitarnya, dan bahkan berkembang menjadi kanker. Lantas, apakah ada gejala yang bisa diwaspadai? Mari simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu Kista Ginjal?
Kista ginjal adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam atau di permukaan jaringan ginjal. Seiring bertambahnya usia, kista ini dapat muncul di salah satu atau kedua ginjal, baik dalam jumlah tunggal maupun lebih dari satu.
Beberapa fungsi ginjal adalah sebagai sistem penyaring darah di dalam tubuh, membuang kelebihan air dan zat sisa melalui urine, mengatur produksi sel darah merah, dan lain-lain.
Sebagai informasi, kista ginjal umumnya berukuran 5 cm (2 inci) dan tidak mengganggu fungsi ginjal. Lantas, apakah kista ginjal berbahaya? Dalam beberapa kasus, kista dapat membesar dan menimbulkan nyeri karena tekanan pada organ di sekitarnya.
Selain itu, kista ginjal juga dapat berpotensi menjadi kanker ginjal. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut atau tindakan medis untuk mengatasinya.
Jenis-Jenis Kista Ginjal
Secara umum, terdapat dua jenis kista ginjal, yakni kista ginjal sederhana dan kompleks. Sebagian besar kista ginjal adalah kista sederhana. Berikut penjelasannya.
A. Kista Ginjal Sederhana (Simple Kidney Cysts)
Kista ginjal sederhana adalah kista jinak (bersifat non-kanker) yang umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar kista ini tidak menimbulkan gejala, kecuali jika ukurannya menjadi sangat besar.
Kista sederhana berbentuk bulat, berisi cairan, dan memiliki dinding yang tipis. Dalam klasifikasi kista ginjal, kista ini termasuk dalam kategori I, yang berarti tidak memerlukan pengobatan atau tindak lanjut medis.
Kista ginjal sederhana sangat umum terjadi, dan insidennya meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 25% orang yang berusia 40 tahun atau lebih dan sekitar 50% orang yang berusia 50 tahun ke atas memiliki kista ginjal sederhana. Kista ginjal sederhana dapat berlipat ganda ukurannya dalam waktu 10 tahun.
B. Kista Ginjal Kompleks
Kista ginjal kompleks adalah jenis kista yang memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker. Kista jenis ini dapat berbentuk padat (tidak hanya berisi cairan), berbentuk tidak beraturan atau memiliki dinding luar yang tebal. Dibandingkan dengan kista ginjal sederhana, kista kompleks lebih jarang terjadi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter akan mengklasifikasikan kista kompleks ke dalam kategori II, II-F, III atau IV:
-
Kategori II: Tidak memerlukan perawatan lanjutan.
-
Kategori II-F (follow-up): Memerlukan pemantauan karena memiliki risiko kanker sekitar 5%.
-
Kategori III: Berisiko 50–80% menjadi kanker, sehingga dokter biasanya dapat merekomendasikan pengangkatan ginjal.
-
Kategori IV: Berisiko sekitar 90% menjadi kanker, sehingga hampir selalu memerlukan pengangkatan.
Dengan pemantauan dan tindakan medis yang tepat, risiko komplikasi akibat kista ginjal kompleks dapat diminimalkan.
Gejala Kista Ginjal
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kista ginjal sederhana biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala kista ginjal mungkin baru akan terasa ketika kista pecah (terbuka), berdarah, terinfeksi, atau membesar hingga menekan jaringan dan organ di sekitarnya. Gejala tersebut dapat berupa:
-
Nyeri di antara tulang rusuk, pinggul, perut, atau punggung.
-
Demam.
-
Sering buang air kecil.
-
Darah dalam urine (hematuria) atau urine berwarna gelap.

Penyebab Kista Ginjal
Penyebab kista ginjal sederhana belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kista ginjal meliputi:
-
Usia lebih dari 50 tahun.
-
Penyakit Von Hippel-Lindau, penyakit keturunan autosomal dominan yang menyerang beberapa sistem organ. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan kista atau tumor.
-
Tuberous sclerosis complex (TSC), yaitu kelainan genetik yang ditandai dengan terbentuknya tumor jinak di berbagai organ tubuh, termasuk otak, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, dan mata.
Diagnosis Kista Ginjal
Kista ginjal sederhana sering kali ditemukan secara tidak sengaja melalui tes pencitraan untuk kondisi lain. Jika kista terdeteksi, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui apakah kista tersebut bersifat sederhana atau kompleks. Beberapa tes penunjang yang perlu dilakukan meliputi:
-
Tes darah.
-
Tes fungsi ginjal.
-
MRI.
Dokter akan memantau perkembangan kista secara berkala, biasanya setiap enam bulan hingga dua tahun, tergantung pada kondisi pasien masing-masing.
Pengobatan Kista Ginjal
Sebagian besar kista ginjal sederhana tidak memerlukan pengobatan. Jika kista terinfeksi, antibiotik dapat diberikan. Namun, apabila kista membesar, menekan organ lain, mengganggu kinerja ginjal, atau bersifat kanker, dokter dapat merekomendasikan pengangkatan kista.
Terdapat dua prosedur yang umum dilakukan untuk mengangkat kista ginjal, yaitu:
-
Aspirasi dan skleroterapi: Dokter memasukkan jarum panjang di bawah kulit untuk menusuk kista dan mengeringkan cairan. Dokter juga dapat menyuntikkan larutan khusus ke dalam kista untuk mengurangi potensi kista terisi cairan kembali.
-
Prosedur minimal invasif (laparoskopi): Dokter membuat sayatan kecil di perut untuk mengangkat kista menggunakan alat khusus. Selama prosedur, kista dikeringkan dan jaringan luar kista dipotong atau dibakar.
Pencegahan Kista Ginjal
Kemunculan kista ginjal pada dasarnya tidak dapat dicegah, namun dapat diminimalkan faktor risikonya dengan langkah-langkah berikut:
-
Minum air putih yang cukup.
-
Mengurangi konsumsi garam (natrium) berlebih.
-
Mengelola kondisi kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi (hipertensi).
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kista ginjal. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kista ginjal dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Mayo Clinic. Kidney Cysts. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Kidney Cysts. Diakses pada 2025 | Medlineplus. Kidney Cysts. Diakses pada 2025 | WebMD. Kidney Cysts Causes Symptoms Treatments. Diakses pada 2025 | Kidney.org. Simple Kidney Cysts. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 1 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
3 Service/Item
Rp2.150.000
Paket Post Transplantasi Ginjal 2 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
6 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 4 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
4 Service/Item
Rp8.200.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550






