Hipertensi Ada Banyak Jenisnya? Kenali Klasifikasi dan Jenisnya!
Kesehatan Tubuh

Hipertensi Ada Banyak Jenisnya? Kenali Klasifikasi dan Jenisnya!

03 Juni 2025 5 menit waktu baca
mengenal klasifikasi hipertensi

 

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah salah satu kondisi kesehatan yang paling umum di dunia dan merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit kardiovaskular. Untuk membantu dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan, para ahli telah mengembangkan sistem klasifikasi hipertensi yang terus diperbarui seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan medis. Mari pahami selengkapnya tentang klasifikasi hipertensi melalui ulasan di bawah ini.

 

Klasifikasi Hipertensi

 

Terdapat berbagai macam konsep dan pendoman yang terus dikembangkan dan diperbarui untuk mengklasifikasikan hipertensi, namun salah satu klasifikasi hipertensi dan derajat tekanan darah yang umumnya dijadikan acuan adalah berdasarkan JNC (The Joint National Committee) VII tahun 2003 dan VIII tahun 2014. 

 

JNC VII digunakan secara luas untuk menegakkan diagnosis hipertensi di mana dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu. Klasifikasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi orang-orang yang perlu melakukan pencegahan dini terhadap hipertensi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut adalah tabel klasifikasi hipertensi berdasarkan JNC VII:

 

Kategori 

TDS (mmHg)

Hubungan

TDD (mmHg)

Normal 

<120

dan

<80

Prehipertensi

120–139

atau

80–89

Hipertensi tahap 1

140–159

atau

90–99

Hipertensi tahap 2

>160

atau

>100

Hipertensi sistolik terisolasi

>140

dan

<90

 

JNC VII merekomendasikan agar semua individu dengan hipertensi (tahap 1 dan tahap 2) mendapatkan pengobatan. Tujuan pengobatan bagi individu dengan hipertensi tanpa kondisi lain yang mendesak adalah mencapai target tekanan darah di bawah 140/90 mmHg.

Sementara itu, klasifikasi JNC VIII lebih berfokus dalam memberikan rekomendasi terkait target tekanan darah, terutama pada pasien berusia 60 tahun ke atas dan pasien dewasa dengan diabetes dan penyakit ginjal kronik. Berikut adalah tabel klasifikasi hipertensi berdasarkan JNC VIII:

 

Kategori 

TD Sistolik (mmHg)

TD Diastolik (mmHg)

Optimal

<120

<80

Normal 

<130

<85

Normal tinggi

130–139

85–89

Hipertensi derajat 1

140–159

90–99

Hipertensi derajat 2

160–179

100-109

Hipertensi derajat 3

≥180

≥110

 

Dalam klasifikasi JNC VIII, terjadi perubahan signifikan pada target tekanan darah:

  1. Pasien usia ≥60 tahun: Target tekanan darah sistolik berubah dari <140/90 mmHg (JNC VII) menjadi <150/90 mmHg.

  2. Pasien dewasa dengan diabetes atau penyakit ginjal kronis: Target berubah dari <130/80 mmHg menjadi <140/90 mmHg.

Perubahan ini dianggap lebih mudah dicapai (achievable), sehingga meningkatkan keberhasilan pengobatan antihipertensi. Hal ini tidak hanya berdampak pada hasil klinis, tetapi juga dapat meningkatkan motivasi dan moral dokter serta pasien dalam mengelola hipertensi secara lebih efektif.

 

Adapun rekomendasi perubahan gaya hidup yang disarankan untuk menjaga kestabilan tekanan darah di antaranya tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, menurunkan berat badan berlebih, olahraga secara teratur dan mengelola stress dengan baik, dan menghindari asupan garam, gula, dan lemak secara berlebihan.

 

Jenis-Jenis Hipertensi

 

Selain klasifikasi hipertensi, hipertensi juga terdiri dari berbagai jenis, mulai dari hipertensi primer yang paling umum terjadi hingga hipertensi sistolik terisolasi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Hipertensi Primer

 

Hipertensi primer atau yang dikenal juga sebagai hipertensi esensial adalah jenis hipertensi yang paling umum terjadi. Kebanyakan orang dewasa mengidap jenis hipertensi ini. Hipertensi primer adalah jenis hipertensi yang terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas atau spesifik. Kendati demikian, kondisi ini berkembang secara bertahap seiring waktu dan sering kali berkaitan dengan faktor tertentu, seperti :

 

  • Genetik.

  • Usia. 

  • Gaya hidup, seperti:

    • Merokok.

    • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.

    • Stres.

    • Obesitas atau kelebihan berat badan.

    • Asupan garam yang berlebihan.

    • Jarang berolahraga.

 

2. Hipertensi Sekunder

 

Hipertensi sekunder lebih jarang terjadi, namun penyebabnya diketahui secara pasti. Ini merupakan jenis hipertensi yang timbul atau disebabkan oleh kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan tertentu, seperti:

 

  • Penyempitan pembuluh darah arteri yang memasok darah ke ginjal.

  • Penyakit kelenjar adrenal.

  • Obstructive sleep apnea.

  • Kelainan hormon.

  • Kelainan tiroid.

  • Penyempitan pembuluh darah aorta.

  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti pil KB, antidepresan, atau obat diet.

 

Hipertensi sekunder biasanya bersifat reversible, yang berarti tekanan darah mungkin dapat kembali normal jika penyebab yang mendasarinya tertangani dengan baik. 

 

3. Hipertensi Resisten

 

Hipertensi resisten adalah jenis tekanan darah tinggi yang sulit ditangani dan biasanya memerlukan kombinasi dari beberapa obat. Hipertensi dianggap resisten apabila tekanan darah tinggi tetap tidak terkontrol meskipun pasien sudah menggunakan kombinasi tiga jenis obat antihipertensi dari kelas berbeda, termasuk obat diuretik.

 

Orang dengan hipertensi resisten mungkin mengalami hipertensi sekunder dengan penyebab yang belum diketahui sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi juga bisa menyebabkan hipertensi resisten. Dalam sebagian besar kasus, hipertensi resisten berhasil diobati dengan kombinasi dari beberapa obat atau dengan mengidentifikasi penyebab sekunder.

 

4. Hipertensi Sistolik Terisolasi

 

Hipertensi sistolik terisolasi adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik <90 mmHg. Jenis hipertensi ini paling sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua, umumnya kelompok usia 60 tahun ke atas.

 

Kondisi ini diduga terjadi karena penurunan elastisitas pembuluh darah arteri seiring bertambahnya usia. Kendati demikian, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang yang berusia lebih muda, terutama jika disertai penyakit lainnya, seperti penyakit tiroid, anemia berat, dan insufisiensi aorta. Orang dewasa dengan hipertensi sistolik terisolasi berisiko lebih tinggi terkena stroke dan serangan jantung dibandingkan orang dengan tekanan darah normal.

 

5. Hipertensi Maligna

 

Hipertensi maligna adalah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. Jenis hipertensi ini termasuk kondisi gawat darurat yang ditandai dengan tekanan darah sistolik >180 mmHg dan tekanan darah diastolik >120–130 mmHg, ditambah dengan adanya tanda-tanda kerusakan pada beberapa organ.

 

Secara umum, beberapa gejala hipertensi darurat yang perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri di dada.

  • Sakit kepala berat.

  • Sesak napas.

  • Mual dan muntah.

  • Gejala kerusakan organ, seperti gagal ginjal akut, stroke, atau edema paru.

  • Penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan

 

Demikian penjelasan mengenai klasifikasi hipertensi dan jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui. Jika mengalami gejala-gejala tidak biasa atau terdapat hasil pengecekan tekanan darah yang mungkin mengarah pada hipertensi, penting untuk segera memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis ataupun saran perawatan dari dokter. Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani pun mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

AHA | ASA Journals. 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Diakses pada 2024 | Healthline. What Are the Stages and Types of Hypertension?. Diakses pada 2024 | AHA | ASA Journals. Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Klasifikasi Hipertensi. Diakses pada 2024 | International Journal of Applied & Basic Medical Research. Joint National Committee 8 report: How it differ from JNC 7. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail