Kesehatan Tubuh
Klaudikasio Intermiten - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Table of Contents
Intermittent claudication atau klaudikasio intermiten adalah nyeri otot yang terjadi saat melakukan aktivitas fisik dan akan mereda saat istirahat. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah sehingga menurunkan sirkulasi darah, seperti penyakit arteri perifer.
Pelajari selengkapnya mengenai gejala ini mulai dari pengertian, penyebab, hingga cara mengobatinya melalui artikel ini.
Apa itu Klaudikasio Intermiten?
Klaudikasio intermiten adalah kondisi di mana penderita merasakan nyeri otot saat melakukan aktivitas fisik yang membutuhkan banyak suplai oksigen dan nutrisi dalam darah ke sel-sel otot, seperti berjalan jauh atau berlari, namun kemudian mereda atau menghilang saat istirahat. Nyeri ini umumnya terjadi karena penyumbatan pembuluh darah selama beraktivitas.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit arteri perifer, yaitu terjadinya penyempitan pada arteri yang mengakibatkan kurangnya aliran darah ke otot. Kurangnya aliran darah dapat menyebabkan otot kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga menyebabkan rasa nyeri.
Jika tidak diobati, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Namun, dengan diagnosis yang cepat, penyakit ini umumnya dapat diobati.
Penyebab Klaudikasio Intermiten
Klaudikasio intermiten secara umum disebabkan oleh kondisi yang disebut peripheral artery disease (PAD). PAD terjadi karena aterosklerosis, yaitu kondisi yang ditandai oleh penumpukan plak lemak pada dinding dalam arteri. Seiring dengan berkembangnya penumpukan plak lemak tersebut, arteri akan semakin menyempit dan mengurangi ruang untuk aliran darah.
Pada kasus PAD, penyempitan terjadi pada arteri yang mengalirkan darah ke anggota tubuh, terutama kaki. Pembuluh darah yang menyempit ini membatasi aliran darah ke anggota tubuh sehingga menyebabkan gejala klaudikasio intermiten.
Gejala Klaudikasio Intermiten
Gejala umum dari klaudikasio intermiten adalah rasa nyeri otot karena kurangnya aliran darah saat sedang beraktivitas dan mereda setelah beristirahat. Adapun gejala penyerta lainnya adalah sebagai berikut:
- Nyeri, pegal, rasa tidak nyaman, atau kelelahan pada otot setiap kali otot-otot tersebut digunakan.
- Nyeri pada betis, paha, bokong, pinggul, atau kaki.
- Nyeri pada bahu, otot biceps, dan lengan bawah. Namun, nyeri pada bagian tubuh ini tergolong jarang dijumpai.
- Kram otot, mati rasa, atau kesemutan.
Pada kondisi klaudikasio intermiten tahap lanjut, penderita mungkin akan mengalami rasa nyeri parah yang terjadi secara terus menerus hingga akhirnya mati rasa, perubahan warna kulit pada area yang terkena, area kulit yang nyeri terasa dingin, hingga terjadinya infeksi akibat proses penyembuhan luka yang lambat.
Cara Mengobati Klaudikasio Intermiten
Terdapat beberapa cara untuk mengobati kondisi ini. Semua pengobatan bertujuan untuk melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa sakit. Namun, perlu diingat bahwa intermittent claudication juga meningkatkan risiko masalah jantung dan peredaran darah yang serius, oleh karena itu pengobatan umumnya mencakup tindakan pencegahan untuk mengurangi komplikasi.
Beberapa pengobatan untuk kondisi ini adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan Obat
Cara mengobati intermittent claudication yang pertama adalah dengan menggunakan obat. Dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa sakit. Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mencegah penyumbatan pada arteri yang membantu mencegah komplikasi seperti stroke maupun serangan jantung.
Pada pasien penderita tekanan darah dan gula darah tinggi, dokter akan meresepkan obat penurun tekanan darah dan perawatan diabetes. Diabetes memiliki kaitan erat dengan tekanan darah, kadar kolesterol, dan risiko penyakit jantung. Dengan mengelola diabetes secara efektif melalui penggunaan obat-obatan, pasien dapat mengurangi risiko komplikasi jantung dan masalah peredaran darah.
Selain itu, pada pasien dengan kadar kolesterol tinggi, dokter akan meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin untuk mencegah terbentuknya plak lemak di dalam pembuluh darah akibat kolesterol tinggi.
Kemudian, obat pengencer darah mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat arteri dan menimbulkan komplikasi serius yang mengancam nyawa.
2. Melakukan Operasi
Intervensi medis seperti operasi atau prosedur invasif dapat mengatasi masalah klaudikasio intermiten. Berikut adalah beberapa prosedur operasi yang dapat dilakukan oleh dokter:
Percutaneous Transluminal Angioplasty (PAT)
PAT adalah prosedur operasi yang dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah utama. Kemudian, kateter tersebut akan dipandu mengikuti pembuluh darah menuju ke area pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan menyebabkan intermittent claudication.
Setelah mencapai area pembuluh darah yang mengalami penyempitan, dokter akan membuka arteri yang menyempit dengan memompa balon atau memasang stent yang bertujuan untuk membuat arteri tetap terbuka agar aliran darah kembali lancar.
Operasi Bypass
Dalam prosedur ini, pembuluh darah dari bagian tubuh lain digunakan untuk menciptakan jalur alternatif bagi peredaran darah. Dengan membentuk jalur pengalihan seperti ini, darah dapat mengalir lancar untuk mencegah intermittent claudication.
Atherectomy
Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan kateter untuk menghilangkan plak yang menumpuk pada dinding dalam pembuluh darah arteri yang menyempit. Dengan begitu, aliran darah dapat mengalir kembali dengan lancar.
Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Untuk mengobati klaudikasio intermiten dan mengurangi rasa sakitnya, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan mengenai perubahan gaya hidup, yaitu:
- Olahraga secara teratur: Olahraga dapat bermanfaat untuk mengatasi klaudikasio intermiten. Penderita penyakit ini harus tetap berolahraga yang cukup agar tidak memperburuk kondisi otot ekstremitas bawah.
- Jaga berat badan ideal: Usahakan untuk menjaga berat badan ideal karena kelebihan berat badan dapat memperburuk penyakit arteri perifer dan gejalanya, termasuk klaudikasio intermiten.
- Adopsi pola makan sehat: Memperbaiki kebiasaan pola makan dapat menangani masalah mendasar seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Penyesuaian pola makan yang sehat dapat membantu mencegah timbulnya kondisi-kondisi tersebut.
- Kurangi kebiasaan merokok: Kurangi merokok dengan jenis apapun termasuk cerutu, pipa dan vaping. Sebab kebiasaan tersebut dapat memperburuk gejala klaudikasio intermiten dengan mempersempit pembuluh darah.
- Kelola stres dengan tepat: Stres dan kesehatan mental dapat berpengaruh pada kesehatan jantung dan sistem peredaran darah. Temukan cara yang tepat untuk mengatasi stres, kecemasan, dan selalu menjaga kesehatan mental.
Jadi, selain melalui tindakan medis oleh dokter, menjaga pola hidup sehat juga dapat menjadi langkah preventif yang efektif.
Itulah pembahasan lengkap mengenai klaudikasio intermiten, kondisi yang menyebabkan nyeri otot saat beraktivitas akibat penyempitan arteri. Rasa nyeri tersebut dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup penderita. Namun, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan nyeri terkait dengan kondisi ini.
Jika Anda mengalami gejala intermittent claudication seperti yang telah disebutkan di atas, Anda dapat membuat janji temu dokter di Siloam Hospitals terdekat melalui fitur Cari Dokter.
Anda juga dapat menemukan berbagai informasi layanan kesehatan hingga konsultasi bersama dokter secara virtual dengan mengunduh MySiloam sekarang. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Skrining Organ Tubuh Vital
Skrining Jantung
26 Service/Item
Rp20.000.000







