Mengenal Malrotasi Usus pada Bayi, Penyebab, & Penanganannya
Ibu dan Anak

Mengenal Malrotasi Usus pada Bayi, Penyebab, & Penanganannya

21 Agustus 2025 4 menit waktu baca
Mengenal malrotasi intestinal dan volvulus (Intestinal Malrotation and Volvulus) pada bayi

Malrotasi usus adalah kelainan kongenital yang perlu diwaspadai. Pasalnya, kondisi yang juga dikenal sebagai usus terpuntir pada bayi ini berisiko memicu terjadinya penyumbatan saluran pencernaan. 

 

Untuk mewaspadai kondisi tersebut, mari simak ulasan lengkap mengenai penyebab, gejala, diagnosis, serta penanganan malrotasi usus pada bayi melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Malrotasi Usus pada Bayi?

 

Malrotasi usus atau malrotasi intestinal (intestinal malrotation) adalah kelainan bawaan sejak lahir (kelainan kongenital) yang menyebabkan usus bayi tidak berada pada posisi yang seharusnya. Bila tidak segera ditangani dengan tepat, malrotasi usus dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius, seperti:

 

  • Ladd’s bands. Ladd’s bands adalah kondisi ketika terbentuknya jaringan abnormal (Ladd’s bands) yang menempelkan bagian awal dari usus halus (duodenum) dengan sekum. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan (obstruksi) pada usus halus yang dapat memengaruhi sistem pencernaan.

  • Volvulus. Volvulus adalah kondisi medis di mana usus terpelintir/terpuntir sehingga menghambat aliran suplai darah ke usus. Kondisi ini bisa memicu terjadinya penyumbatan atau obstruksi usus serta kematian segmen usus yang tidak mendapatkan suplai darah.

 

Selain itu, tak jarang bayi yang mengalami malrotasi intestinal juga mengalami kelainan pada organ tubuh lainnya, seperti kelainan pada struktur dinding perut, limpa, hati, dan jantung.

 

Penyebab Malrotasi Usus

 

Penyebab utama malrotasi usus adalah kelainan atau ketidaksempurnaan perputaran usus saat proses perkembangan janin, sehingga mengakibatkan organ usus tidak melekat pada posisinya yang benar.

 

Pada dasarnya, proses perputaran usus janin terjadi pada usia kehamilan 10 minggu. Saat memasuki tahap perkembangan saluran pencernaan, usus biasanya akan bergerak dari pangkal tali pusat menuju rongga perut dengan melakukan dua putaran. Pada kasus malrotasi usus, perpindahan usus tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga menyebabkan kelainan pada posisi usus.

 

Gejala Malrotasi Usus

 

Malrotasi intestinal pada bayi biasanya tidak menunjukkan gejala khusus pada tahap awal. Kendati demikian, terdapat sejumlah gejala yang muncul jika malrotasi intestinal pada bayi telah menyebabkan obstruksi usus, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Muntah berwarna hijau kekuningan.

  • Sering menangis dan rewel.

  • Sering mengangkat kakinya ke dada.

  • Pembengkakan pada perut.

  • Diare atau sembelit.

  • BAB berdarah.

  • Sesak napas.

  • Jantung berdebar.

  • Dehidrasi.

  • Anak mengalami gizi buruk atau malnutrisi.

  • Gagal tumbuh pada anak.

  • Nadi dan laju pernapasan yang cepat melebihi normal. 

 

Diagnosis Malrotasi Usus

 

Sebagai langkah awal diagnosis malrotasi usus pada bayi, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan mengecek riwayat kesehatan pasien dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan orang tua pasien. Setelah itu, dokter dapat mengonfirmasi diagnosis malrotasi intestinal pada bayi dengan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah untuk memeriksa keseimbangan kadar elektrolit pada tubuh pasien.

  • Pemeriksaan feses untuk memeriksa keberadaan darah pada sampel feses.

  • Rontgen abdomen untuk mendeteksi obstruksi usus.

  • CT scan, yaitu prosedur pemeriksaan yang memanfaatkan teknologi komputer khusus dan sinar X untuk mendapatkan gambar organ dalam rongga perut, termasuk usus dan saluran cerna.

  • USG abdomen, yaitu prosedur pemindaian yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memperoleh gambar organ dalam perut.

  • Barium swallow atau upper gastrointestinal test adalah prosedur pemindaian yang menggunakan sinar X untuk memeriksa gangguan pada saluran cerna atas, seperti obstruksi usus halus dan masalah lainnya. Sebelum melakukan pemindaian, dokter akan memasukkan zat kontras (barium) melalui mulut.

  • Barium enema, yaitu prosedur pemeriksaan radiologi untuk mendeteksi kelainan pada usus besar. Berbeda dengan barium swallow, barium enema dilakukan dengan cara memasukkan zat kontras melalui rektum.

 

Penanganan Malrotasi Usus

 

Pada dasarnya, penanganan malrotasi intestinal perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan, usia, serta riwayat kesehatan pasien. Adapun langkah awal yang dilakukan dokter dalam menangani malrotasi usus adalah dengan memberikan hidrasi cairan dan antibiotik melalui rute intravena (IV). Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi, memberikan nutrisi dan meminimalkan risiko infeksi akibat malrotasi usus.

 

Selain itu, dokter juga dapat memasang nasogastric tube (NGT), yaitu selang khusus yang dimasukkan melalui hidung, turun ke kerongkongan, hingga masuk ke dalam lambung untuk mengurangi tekanan dalam perut dengan mencegah terjadinya penumpukan gas berlebih di dalam perut.

 

Bila malrotasi usus telah menyebabkan volvulus atau Ladd’s bands, dokter biasanya akan segera melakukan tindakan pembedahan. Jika tidak terdapat kerusakan jaringan, usus dapat ditempatkan kembali ke dalam rongga perut melalui prosedur Ladd. Namun, dokter akan mengangkat bagian usus yang rusak apabila volvulus atau Ladd’s bands telah menyebabkan kerusakan hingga kematian jaringan usus.

 

Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila menemukan gejala seperti ulasan di atas pada si kecil. Siloam Hospitals didukung oleh tim dokter spesialis berpengalaman serta fasilitas medis yang mutakhir sehingga mampu memberikan diagnosis, penanganan, dan saran perawatan yang sesuai dengan kondisi tubuh anak.

 

Sebelum itu, buat janji temu terlebih dahulu dengan dokter Siloam Hospitals menggunakan fitur Cari Dokter. Atau, download aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan yang dari mana saja dan kapan saja. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner (1)

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail