Kesehatan Tubuh
Apakah Migrain Okular Berbahaya? Waspadai Gejalanya!

Table of Contents
Migrain tidak selalu muncul dalam bentuk sakit kepala yang hebat. Pada sebagian orang, gejala migrain justru muncul melalui gangguan visual yang cukup mengganggu, seperti kilatan cahaya, bintik-bintik buta, atau pola zigzag yang tampak di satu sisi penglihatan. Kondisi ini dikenal sebagai migrain okular. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai migrain okular melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Migrain Okular?
Migrain okular adalah jenis migrain yang dapat menyebabkan gangguan atau bahkan kehilangan penglihatan pada salah satu mata sementara, namun dapat terjadi berulang. Adapun masalah penglihatan yang bisa terjadi akibat migrain okular, di antaranya:
-
Skotoma (aura atau bintik buta).
-
Skotoma yang berkilauan (aura yang bergerak atau “berkedip-kedip” atau terlihat seperti gelombang yang bergantian antara terang dan gelap).
Masalah penglihatan ini biasanya akan hilang setelah serangan selesai dan penglihatan kembali seperti sedia kala. Pada kasus yang jarang terjadi, masalah penglihatan dapat menjadi permanen. Frekuensi migrain okular bervariasi, namun biasanya terjadi lebih dari satu kali.
Istilah migrain okular sudah tidak lazim lagi digunakan, tetapi istilah ini pernah digunakan untuk menggambarkan migrain yang terjadi bersamaan dengan perubahan penglihatan. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada dua kondisi berbeda yang menyebabkan perubahan penglihatan, yaitu migrain dengan aura dan migrain retina.
Apakah Migrain Okular Berbahaya?
Migrain okular umumnya tidak berbahaya dan bersifat sementara. Namun, jika terjadi terlalu sering, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apabila mengalami perubahan penglihatan secara tiba-tiba saat migrain, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan bahwa gejala tersebut bukan disebabkan oleh kondisi mata atau saraf yang lebih serius.
Migrain, terutama yang disertai dengan gangguan penglihatan, dapat berdampak besar pada kualitas hidup. Jika gejala menyerang, hindari aktivitas yang berisiko seperti mengemudi hingga kondisi benar-benar membaik. Penting juga mengenali dan menghindari pemicu migrain, serta mempersiapkan diri menghadapi serangan saat gejala mulai muncul.
Meski tidak sepenuhnya bisa disembuhkan, migrain okular dapat dikendalikan. Berbagai langkah dapat membantu mencegah migrain dan mengurangi gejalanya. Jaga pola hidup sehat, kelola stres, dan konsultasikan dengan dokter untuk menentukan terapi atau perubahan gaya hidup yang sesuai dengan kondisi Anda.
Jenis-Jenis Migrain Okular
Terdapat dua jenis migrain okular, yaitu migrain retina dan migrain dengan aura. Kedua jenis migrain okular dapat menyebabkan gangguan penglihatan, namun terdapat beberapa perbedaan. Berikut masing-masing penjelasannya:
1. Migrain Retina
Migrain retina mengacu pada gangguan penglihatan yang hanya memengaruhi satu mata. Kondisi ini biasanya didasari oleh gangguan aliran darah di dalam retina yang terletak di bagian belakang mata. Jenis migrain ini dapat menyebabkan penderitanya kehilangan penglihatan selama 10–20 menit hingga 2 jam setiap periode serangan. Hal ini bisa terjadi selama migrain atau sebelum migrain.
2. Migrain dengan Aura
Migrain aura digambarkan dengan gangguan penglihatan yang terjadi dengan atau tanpa disertai sakit kepala. Aura juga bisa menandakan sakit kepala yang akan datang. Perubahan visual biasanya terjadi selama 10–60 menit sebelum serangan migrain. Selama episode migrain dengan aura, gangguan penglihatan dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata.
Migrain dengan aura adalah salah satu jenis migrain yang paling umum. Jenis umum lainnya dikenal sebagai migrain tanpa aura, yang dapat menyebabkan sakit kepala migrain tiba-tiba disertai dengan penglihatan kabur, kelelahan, dan kepekaan terhadap suara dan cahaya.
Penyebab Migrain Okular
Para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan migrain okular. Namun, ditemukan salah satu teori yang menyebutkan bahwa migrain okular mungkin disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah atau aliran darah yang menyokong retina dan menyebabkan perubahan visual.
Para ahli juga percaya bahwa migrain okular juga memiliki komponen genetik, karena sebagian orang yang mengalaminya memiliki riwayat keluarga dengan sakit kepala migrain. Migrain okular juga memiliki beberapa pemicu, di antaranya sebagai berikut:
-
Merokok.
-
Konsumsi alkohol dan kafein.
-
Stres.
-
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
-
Pil kontrasepsi hormonal.
-
Olahraga.
-
Posisi membungkuk terlalu lama.
-
Ketinggian.
-
Gula darah rendah (hipoglikemia).
Gejala Migrain Okular
Gejala migrain okular bisa bervariasi. Namun, gejala utamanya adalah gangguan penglihatan hanya pada satu mata dan sakit kepala migrain. Adapun gejala visual tersebut, meliputi:
-
Bintik buta yang mengakibatkan kebutaan sebagian atau total.
-
Pola zig-zag.
-
Cahaya yang berkilauan atau berkedip-kedip.
-
Garis mengambang.
Gejala-gejala ini biasanya berlangsung 10 hingga 20 menit sebelum penglihatan penderitanya berangsur-angsur kembali ke keadaan normal. Serangan tersebut memengaruhi mata yang sama pada hampir semua kasus migrain okular. Sementara itu, nyeri kepala dan gejala lain dapat terjadi sebelum, selama, atau dalam waktu satu jam setelah serangan. Gejala migrain meliputi:
-
Nyeri kepala sedang hingga berat yang berdenyut atau tumpul. Nyeri tersebut biasanya terjadi di belakang mata yang terkena.
-
Kepekaan terhadap cahaya, kebisingan, dan/atau bau.
-
Mual dan muntah.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Merasa sangat hangat (berkeringat) atau dingin (menggigil). Warna kulit pucat.
-
Merasa lelah.
Diagnosis Migrain Okular
Sebelum menegakkan diagnosis migrain okular, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, khususnya pemeriksaan saraf (neurologis) dan mata.
Apabila diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti tes:
-
Tes laboratorium darah untuk menghitung darah lengkap, faktor pembekuan darah, protein S, dan lain-lain.
-
Fundoskopi
-
Tes pencitraan untuk menyingkirkan penyebab lain, misalnya stroke.
Pengobatan Migrain Okular
Jika migrain okular jarang kambuh, dokter biasanya tidak merekomendasikan pengobatan khusus. Namun, jika kondisi ini terjadi lebih sering, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengurangi frekuensi serangan. Pengobatan ini biasanya meliputi:
-
Menghindari kemungkinan pemicu: Hal ini bisa dilakukan dengan mencatat tentang kapan dan bagaimana gejala timbul. Dengan begitu, penderita bisa menghindari hal-hal yang sekiranya bisa memicu gejala.
-
Perubahan gaya hidup: Perubahan yang diperlukan misalnya menghindari pemicu diet dan mengelola pemicu stres, dan berhenti merokok.
-
Obat-obatan: Jika perubahan gaya hidup tidak membantu, pengobatan yang dapat membantu mencegah migrain okular (terapi profilaksis) adalah langkah berikutnya. Calcium channel blockers, seperti nifedipin dan verapamil adalah obat yang biasanya digunakan. Selain itu, dokter mungkin meresepkan obat antiepilepsi dan aspirin.
Itulah penjelasan mengenai migrain okular yang perlu Anda ketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada migrain okular, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Neurologi Nyeri di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medical News Today. What to know about ocular migraine and stroke risk. Diakses pada 2025 | Healthline. Your Complete Guide to Ocular Migraine. Diakses pada 2025 | WebMD. Ocular Migraines. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Ocular Migraine. Diakses pada 2025 | StatPearls. Retinal Migraine Headache. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






