Mengenal Operasi LEEP: Tujuan, Prosedur, & Efek Samping
Kesehatan Tubuh

Mengenal Operasi LEEP: Tujuan, Prosedur, & Efek Samping

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
operasi leep

Loop electrosurgical excision procedure atau operasi LEEP adalah metode pembedahan yang digunakan untuk mengangkat jaringan abnormal pada permukaan serviks. Prosedur ini biasanya dilakukan jika dokter menemukan pertumbuhan sel yang tidak normal saat pemeriksaan pap smear, kolposkopi, atau biopsi. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai operasi LEEP melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Operasi LEEP?

 

Source: Cleveland Clinic

 

Seperti yang sudah dijelaskan, operasi LEEP adalah prosedur yang dilakukan oleh dokter untuk mengangkat jaringan abnormal pada permukaan serviks. Jika perlu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada jaringan tersebut. Melalui prosedur ini, loop akan dipanaskan menggunakan tenaga listrik untuk mengangkat jaringan abnormal.

 

Tujuan Operasi LEEP

 

Tujuan operasi LEEP adalah membantu dokter mengonfirmasi diagnosis abnormalitas pada serviks atau vagina selama pemeriksaan panggul. Prosedur ini biasanya akan dilakukan ketika dokter menemukan sel yang tidak normal pada serviks (displasia serviks) pada tes pap smear, kolposkopi, atau biopsi. Selain itu, operasi LEEP biasanya juga dilakukan untuk membantu dokter mendiagnosis dan mengobati beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Polip jinak.

  • Kutil kelamin yang menandakan infeksi human papillomavirus (HPV). Ini merupakan faktor risiko kanker serviks.

  • Paparan dietilstilbestrol (DES) pada wanita, baik dikonsumsi secara langsung atau dikonsumsi oleh wanita hamil yang kemudian paparan akan diturunkan pada anak perempuan yang dikandung. Pasalnya, DES berpotensi meningkatkan risiko kanker pada sistem reproduksi.

 

Sebelum Operasi LEEP

 

Sebelum operasi LEEP dilakukan, dokter akan memastikan bahwa pasien tidak memiliki kondisi yang membuatnya tidak bisa menjalani prosedur ini. Umumnya, LEEP tidak direkomendasikan untuk pasien dengan acute pelvic inflammatory disease (PID) atau peradangan di serviks (servisitis). Selain itu, LEEP juga tidak direkomendasikan untuk pasien-pasien yang sedang hamil. Karena itu, jika diperlukan, dokter akan melakukan tes kehamilan sebelum menjalani LEEP. 

 

Operasi ini biasanya dijadwalkan di luar periode menstruasi, biasanya satu minggu setelah menstruasi berakhir. Selain itu, pasien biasanya juga perlu mengikuti beberapa instruksi dari dokter, di antaranya:

 

  • Menghindari hubungan seksual atau penggunaan krim vagina 24 jam sebelum prosedur.

  • Menghentikan konsumsi obat yang memperlambat pembekuan darah, seperti aspirin dan golongan antikoagulan.

  • Minum obat pereda nyeri 30 menit sebelum prosedur dilakukan.

  • Mengenakan pakaian longgar yang mudah dilepas untuk diganti dengan baju khusus dari rumah sakit saat prosedur.

 

Prosedur Operasi LEEP

 

Loop electrosurgical excision procedure biasanya menggunakan anestesi lokal untuk membuat serviks atau leher rahim mati rasa. Artinya, pasien tetap dalam keadaan terjaga namun tidak merasakan sakit. Pasien mungkin hanya merasakan sedikit ketidaknyamanan. Akan tetapi, pada beberapa kasus tertentu, anestesi umum (bius total) atau anestesi spinal (bius setengah badan bagian bawah) mungkin diperlukan.

 

Dokter akan melebarkan vagina dengan spekulum untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai leher rahim. Kemudian, larutan asam asetat yang sangat encer atau larutan lugol (yodium) akan dimasukkan ke serviks agar sel-sel abnormal terlihat. Dokter juga akan menempatkan kolposkop di dekat pembukaan vagina untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi serviks.

 

Setelah itu, dokter akan memasukkan loop bermuatan listrik yang terbuat dari kawat tipis melalui spekulum, hingga mencapai leher rahim. Kawat tipis tersebut akan digunakan untuk mengangkat sel-sel abnormal dan lapisan tipis jaringan permukaan serviks. Lapisan jaringan tersebut dapat diuji untuk mengetahui adanya kanker atau sel abnormal. Terakhir, dokter akan mengoleskan pasta obat ke area pembedahan untuk menghentikan atau mencegah perdarahan.

 

Setelah Operasi LEEP

 

Setelah menjalani LEEP, dokter akan memantau kondisi pasien. Pada beberapa kasus, pasien diperbolehkan untuk pulang pada hari yang sama. Namun, pada kasus lainnya, pasien mungkin perlu istirahat sementara waktu di rumah sakit. Pasien juga dianjurkan untuk menghindari douching, penggunaan tampon, dan hubungan seksual selama 4 minggu setelah operasi LEEP.

 

Selain itu, pasien juga disarankan menghindari aktivitas yang berat atau mengangkat barang berat. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk meringankan gejala kram serta melakukan kontrol secara berkala. Wanita yang harus menjalani LEEP juga dianjurkan melakukan pap smear secara berkala.

 

Efek Samping Operasi LEEP

 

LEEP atau loop electrosurgical excision procedure adalah prosedur medis yang umumnya aman dilakukan. Bahkan, bisa dilakukan tanpa anestesi umum. Kendati demikian, sama halnya dengan prosedur lain, pasien mungkin berisiko mengalami infeksi atau perdarahan. Prosedur ini juga berpotensi melemahkan serviks yang bisa menyebabkan kelahiran prematur

 

Penting untuk dipahami bahwa prosedur operasi LEEP hanya direkomendasikan ketika diagnosis pasien sudah ditegakkan. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan dokter dan tim medis terkait terhadap kondisi kesehatan pasien guna memastikan bahwa pasien memenuhi persyaratan untuk menjalani tindakan ini.

 

Oleh sebab itu, apabila mengalami gejala atau keluhan yang mengarah pada abnormalitas serviks atau vagina, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals Lippo Village atau MRCCC Siloam Hospitals Semanggi guna memperoleh diagnosis dan saran perawatan yang tepat.

 

Perlu dipahami juga, bahwa setiap tahapan pemeriksaan serta metode pengobatan terkait abnormalitas pada serviks atau vagina bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail