Kesehatan Tubuh
Kaki Tremor saat Berdiri? Hati-Hati Orthostatic Tremor

Table of Contents
Orthostatic tremor adalah suatu kondisi yang menyebabkan perasaan tidak stabil saat berdiri dan kembali membaik saat berjalan atau duduk. Orthostatic tremor merupakan kondisi langka yang sampai saat ini masih diteliti lebih lanjut. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan orthostatic tremor melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Orthostatic Tremor?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orthostatic tremor adalah kelainan gerakan langka yang menyebabkan tremor di kaki ketika berdiri. Akibatnya, penderita merasa goyah atau tidak seimbang saat berdiri. Tremor ini hanya terjadi saat penderita berdiri diam dan akan menghilang atau berkurang saat berjalan atau duduk.
Sebagian besar kasus orthostatic tremor menyerang orang-orang berusia sekitar 60 tahun. Namun, rentang waktu timbulnya kondisi ini sebenarnya cukup luas, mulai dari 13 tahun hingga 85 tahun. Meski hanya menyebabkan masalah saat berdiri, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penderita mungkin cenderung menghindari situasi yang mengharuskan berdiri diam dalam waktu lama, seperti mandi dan mengantre.
Penyebab Orthostatic Tremor
Para peneliti masih belum mengetahui penyebab pasti dari orthostatic tremor. Beberapa ahli menganggapnya sebagai variasi dari tremor esensial, sementara yang lain menganggapnya sebagai satu kondisi yang berbeda. Orthostatic tremor terbagi menjadi dua kategori, yaitu orthostatic tremor primer dan sekunder. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Primary orthostatic tremor: Kondisi ini bersifat idiopatik, artinya tidak diketahui secara jelas penyebabnya. Penderita primary orthostatic tremor cenderung tidak memiliki tanda-tanda kondisi neurologis lainnya.
-
Secondary orthostatic tremor: Kondisi ini berkembang atau terjadi akibat kondisi medis lainnya, seperti:
-
Trauma kepala.
-
Parkinsonisme.
-
Lesi sumsum tulang belakang.
-
Kekurangan vitamin B12.
Sebagian besar kasus tampaknya memengaruhi orang secara acak. Namun, beberapa kasus lainnya menunjukkan bahwa orthostatic tremor memengaruhi antar anggota keluarga biologis, termasuk saudara kembar, saudara kandung, serta orang tua dan anak. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut tengah dilakukan untuk meneliti faktor genetik yang berpotensi menyebabkan tremor ortostatik.
Gejala Orthostatic Tremor
Gejala utama orthostatic tremor adalah perasaan tidak stabil saat berdiri, namun membaik saat duduk atau berjalan. Beralih dari berdiri ke duduk, berjalan, bersandar, atau berbaring biasanya dapat membantu menghentikan atau mengurangi tremor secara signifikan.
Timbulnya tremor biasanya tidak disertai dengan rasa nyeri, namun penderitanya bisa mengalami nyeri otot kaki seiring waktu. Beberapa penderita primary orthostatic tremor juga dapat merasakan tremor di tangan atau badan, tetapi tidak disertai gejala neurologis lainnya.
Tingkat keparahan tremor juga berbeda-beda. Tremor bisa dimulai secara tiba-tiba saat mengubah posisi menjadi berdiri atau beberapa menit setelah berdiri sebelum tremor mulai terasa. Bagi banyak orang, tremor dapat berkembang semakin parah seiring berjalannya waktu.
Diagnosis Orthostatic Tremor
Dalam proses penegakan diagnosis orthostatic tremor, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologis untuk menilai bagaimana serta kapan tremor terjadi.
Terkadang, dokter juga melakukan pemeriksaan elektromiografi (EMG) untuk mengonfirmasi diagnosis orthostatic tremor. EMG digunakan untuk mengevaluasi kesehatan dan fungsi otot rangka serta saraf yang mengendalikannya. Dokter mungkin juga akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya, seperti tes darah dan tes pencitraan, untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lainnya yang dapat menyebabkan tremor.
Pengobatan Orthostatic Tremor
Hingga saat ini belum terdapat pengobatan khusus untuk orthostatic tremor, namun dokter dapat merekomendasikan penggunaan obat-obatan tertentu yang mungkin dapat membantu meredakan gejala. Obat yang paling umum digunakan adalah jenis obat benzodiazepine, seperti clonazepam. Namun, tidak semua orang bisa merespons obat ini dengan baik. Adapun pilihan lainnya adalah:
-
Gabapentin.
-
Primidone.
-
Propranolol.
-
Pregabalin.
-
Phenobarbital.
Selain obat-obatan, beberapa penanganan medis yang dapat membantu mengatasi jenis tremor lain juga dapat membantu meredakan gejala tremor ortostatik. Metode penanganan meliputi:
-
Stimulasi otak dalam (deep brain stimulation).
-
Stimulasi saraf tulang belakang (spinal cord stimulation).
Perubahan gaya hidup tertentu pada aktivitas sehari-hari juga dapat membantu, misalnya menggunakan kursi mandi atau menggunakan kursi roda saat harus mengantre untuk melakukan sesuatu. Penderita juga bisa berkonsultasi dengan terapis okupasi guna menyusun strategi agar dapat melakukan tugas sehari-hari.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait orthostatic tremor di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga dapat terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat bila mengalami tremor atau ketidakstabilan saat berdiri.
Perlu diketahui pula bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis ataupun saran penanganan dari dokter. Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
American Brain Foundation. Orthostatic Tremor: Learn About the Need for Research Into This Rare Movement Disorder. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Orthostatic Tremor. Diakses pada 2024 | Tremor and Other Hyperkinetic Movements. Orthostatic Tremor: An Update on a Rare Entity. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






