Kesehatan Tubuh
Osteochondritis Dissecans - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Osteochondritis dissecans adalah gangguan pada persendian akibat kurangnya aliran darah ke persendian membuat tulang di dalamnya melunak. Hal ini dapat mengakibatkan sebagian kecil tulang mati dan terpisah dari tulang yang lebih besar sehingga menimbulkan rasa nyeri dan menghambat gerakan sendi. Mari pahami lebih lanjut tentang osteochondritis dissecans melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Osteochondritis Dissecans?
Osteochondritis dissecans adalah kondisi ketika tulang yang berada di bawah tulang rawan persendian (tempat bertemunya satu ujung tulang dengan ujung tulang lainnya) melunak atau mati karena kurangnya aliran darah. Kondisi ini membuat tulang dan tulang rawan tersebut terlepas serta memicu lesi hingga menyebabkan rasa nyeri dan persendian tidak stabil.
Proses tersebut bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Gejalanya pun mungkin memerlukan waktu lama untuk muncul. Osteochondritis dissecans umumnya menyerang lutut, pergelangan kaki, dan siku. Namun, kondisi ini terkadang juga bisa menyerang persendian lain, seperti bahu dan pinggul.
Osteochondritis dissecans terjadi pada sekitar 15 hingga 29 per 100.000 pasien. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja berusia 10 hingga 20 tahun, terutama pada atlet muda atau mereka yang aktif secara fisik. Laki-laki biasanya lebih sering mengalami osteochondritis dissecans dibandingkan perempuan.
Penyebab Osteochondritis Dissecans
Pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab osteochondritis dissecans. Namun, kondisi ini umumnya disebabkan oleh adanya trauma atau tekanan berulang pada sendi dari waktu ke waktu, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Osteochondritis dissecans pada lutut sering terjadi pada olahraga yang melibatkan pendaratan keras, seperti sepak bola dan gimnastik. Sedangkan, osteochondritis dissecans pada siku biasanya disebabkan oleh aktivitas yang melibatkan lemparan ke atas secara berulang, seperti baseball, atau olahraga yang memerlukan penahan beban berulang dengan lengan, seperti gimnastik. Penelitian dalam Journal of pediatric orthopaedics juga menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D berpotensi menyebabkan osteochondritis dissecans.
Osteochondritis dissecans juga dapat disebabkan oleh adanya mutasi (perubahan) pada gen ACAN, yang menghasilkan protein pembentuk tulang rawan, kondisi ini dikenal sebagai familial osteochondritis dissecans. Mutasi tersebut membuat protein tidak dapat membentuk tulang rawan dengan benar, sehingga tulang rawan menjadi lemah dan tidak teratur. Namun, belum bisa dipastikan bagaimana tulang rawan yang lemah dan tidak teratur tersebut mengakibat pemisahan tulang.
Gejala Osteochondritis Dissecans
Gejala osteochondritis dissecans bisa berbeda-beda, tergantung dari sendi yang terpengaruh. Namun, secara umum, beberapa gejala yang bisa ditimbulkan adalah:
-
Nyeri. Gejala ini biasanya muncul ketika penderitanya baru melakukan aktivitas fisik, seperti menaiki tangga, mendaki bukit, atau berolahraga.
-
Bengkak dan nyeri tekan pada kulit di sekitar sendi.
-
Sendi berbunyi “klik” dan seperti terkunci di satu posisi.
-
Kelemahan sendi.
-
Kekakuan pada sendi setelah istirahat.
-
Rentang gerak berkurang sehingga pasien tidak dapat meluruskan anggota tubuh yang terpengaruh sepenuhnya.
Diagnosis Osteochondritis Dissecans
Proses diagnosis osteochondritis dissecans dimulai dengan anamnesis (tanya jawab medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien, serta kejadian (misalnya cedera) yang memicu timbulnya gejala. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Dokter mungkin dapat menemukan nyeri pada penekanan sendi, penurunan atau nyeri rentang gerak sendi, maupun pembengkakan.
Terkadang, dokter dapat merasakan fragmen yang longgar di dalam sendi pada pemeriksaan ini. Struktur lain di sekitar sendi, seperti ligamen, juga akan diperiksa. Namun, guna mengonfirmasi diagnosis, dokter akan meminta pasien menjalani satu atau beberapa pemeriksaan berikut:
-
Sinar-X. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kelainan pada tulang sendi.
-
CT scan. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat tulang dengan sangat detail sehingga bisa menentukan lokasi fragmen lepas di dalam sendi.
-
MRI. Pemeriksaan menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat ini dapat memberikan gambar terperinci dari jaringan keras dan lunak, termasuk tulang serta tulang rawan.
Pengobatan Osteochondritis Dissecans
Tujuan utama pengobatan osteochondritis dissecans adalah mengembalikan fungsi normal sendi yang terkena dan meredakan nyeri, serta mengurangi risiko osteoarthritis. Pada anak-anak yang tulangnya masih dalam masa pertumbuhan, kondisi ini mungkin bisa sembuh sendiri dengan istirahat dan perlindungan yang cukup.
Namun, secara umum, belum ada pengobatan tunggal yang bisa menyembuhkan kondisi ini. Karenanya, dokter mungkin mengombinasikan beberapa perawatan berikut:
-
Terapi. Pada tahap awal pengobatan, dokter dapat merekomendasikan beberapa tindakan konservatif, seperti:
-
Mengistirahatkan sendi dengan menghindari aktivitas yang membuat sendi tegang, seperti melompat dan berlari. Jika diperlukan, pasien mungkin disarankan menggunakan kruk sementara waktu.
-
Terapi fisik (fisioterapi). Terapi ini bertujuan untuk melatih rentang gerak dan kekuatan otot-otot yang menopang sendi.
-
Operasi. Prosedur pembedahan akan dilakukan jika terdapat fragmen yang terlepas di sendi. Biasanya, operasi dilakukan pada pasien dengan tulang yang sudah berhenti tumbuh atau jika perawatan konservatif tidak membantu setelah 4–6 bulan. Jenis operasi cukup beragam, tergantung dari ukuran dan stadium cedera, serta seberapa matang tulang pasien.
Komplikasi Osteochondritis Dissecans
Komplikasi osteochondritis dissecans dapat terjadi akibat tindakan pembedahan, di antaranya infeksi, perdarahan, pneumonia, serta reaksi terhadap anestesi. Adapun komplikasi lain dari osteochondritis dissecans meliputi:
-
Fragmen tulang yang tidak bersatu dan terpisah.
-
Nyeri kronis (jangka panjang).
-
Trombosis vena (penggumpalan darah didalam pembuluh darah vena) akibat pasien tidak bergerak dalam jangka waktu yang lama.
-
Pembengkakan sendi yang berulang.
-
Osteoartritis sekunder, yaitu peradangan pada sendi.
Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili osteochondritis dissecans. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, agar tidak salah penanganan, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis Ortopedi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.
Perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Osteochondritis Dissecans. Diakses pada 2024 | Hopkins Medicine. osteochondritis Dissecans. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Osteochondritis dissecans. Diakses pada 2024 | NCBI. Osteochondritis Dissecans of the Knee. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






