Ketahui Perennial Rhinitis, Alergi yang Tak Kunjung Hilang!
Kesehatan Tubuh

Ketahui Perennial Rhinitis, Alergi yang Tak Kunjung Hilang!

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
perennial rhinitis

 

Perennial rhinitis adalah kondisi alergi kronis yang tidak kunjung hilang sepanjang tahun. Tidak seperti alergi rinitis musiman (seasonal allergic rhinitis) yang pada umumnya dapat hilang jika sudah berganti musim, penderita perennial rhinitis mengalami hidung tersumbat dan pilek yang tidak kunjung sembuh sepanjang tahun. Lantas, seperti apa prosedur pengobatannya? Mari pahami selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Perennial Rhinitis?

 

Perennial rhinitis adalah kondisi peradangan pada hidung yang dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin, gatal, dan beringus (rhinorrhea). Kondisi yang dikategorikan sebagai alergi kronis ini bisa terjadi selama satu jam atau lebih dalam sehari sepanjang tahun.

 

Perennial rhinitis kemungkinan lebih sulit didiagnosis daripada alergi rinitis musiman (seasonal allergic rhinitis), utamanya apabila pasien menderita gejala sekunder sinusitis dan pilek permanen. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan saat masih masa kanak-kanak. Namun, pola tersebut berbalik ketika sudah dewasa. 

 

Penyebab Perennial Rhinitis

 

Jenis alergen yang menjadi penyebab paling umum dari perennial rhinitis adalah debu rumah. Debu rumah dapat mengandung jamur dan spora jamur, serat kain, bulu binatang, debu kotoran tungau, dan serpihan serangga. Adapun kemungkinan penyebab atau faktor risiko umum lainnya adalah sebagai berikut:

 

  • Debu lingkungan, uap, dan asap industri.

  • Memiliki hewan peliharaan, utamanya kucing, anjing, dan kuda. 

  • Memiliki riwayat atopi. Individu dengan atopi memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengembangkan berbagai penyakit terkait alergi, seperti rinitis alergi, asma, dan eksim. Kondisi ini disebabkan oleh kadar antibodi IgE yang lebih tinggi dalam darah mereka, yang berperan dalam memicu respons peradangan yang khas pada alergi.

 

Gejala Perennial Rhinitis

 

Salah satu gejala perennial rhinitis yang paling umum adalah peradangan pada hidung. Beberapa penderita mungkin juga merasakan gejala lain, seperti hidung gatal, hidung meler, dan hidung tersumbat. Apabila kondisinya berkembang menjadi sinusitis atau terdapat pertumbuhan jaringan atau massa secara abnormal, penderita mungkin juga mengalami sejumlah gejala lainnya, seperti:

 

  • Bau mulut.

  • Nyeri tekan pada wajah terutama di area pipi. 

  • Berkurangnya kemampuan penciuman.

  • Keluar cairan hidung berbau busuk atau berwarna kehijauan.

  • Sakit gigi.

  • Sakit kepala.

  • Kelelahan.

  • Postnasal drip (sensasi lendir di bagian belakang hidung yang mengalir ke tenggorokan).

 

Diagnosis Perennial Rhinitis

 

Penegakan diagnosis perennial rhinitis dilakukan oleh dokter spesialis THT-BKL. Pada tahap awal, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang riwayat medis dan gejala yang diderita pasien. Dokter juga akan menanyakan hal-hal spesifik seperti kemungkinan faktor pemicu dari perennial rhinitis

 

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area hidung, telinga, dan tenggorokan. Dokter akan mengecek apakah terdapat pembengkokan tulang rawan yang membagi rongga hidung menjadi ruang hidung kiri dan kanan (deviasi septum) atau cairan di telinga. Adapun tes penunjang lanjutan lainnya yang bisa dilakukan untuk menunjang penegakan diagnosis, seperti:

 

  • Tes darah atau skin prick test untuk mengidentifikasi pemicu alergi tertentu.

  • Tes pencitraan, seperti CT scan dan MRI, apabila dikhawatirkan terdapat polip hidung, atau, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, massa atau tumor yang dapat menyebabkan gejala.

  • Tes pemeriksaan penciuman.

  • Swab, smear, dan biopsi.

 

Pengobatan Perennial Rhinitis

 

Jika pemicu alergi telah teridentifikasi atau diketahui, penderita dianjurkan untuk menghindari alergen atau pemicu alergi. Adapun beberapa cara untuk mengurangi paparan alergen yang dapat memicu perennial rhinitis adalah:

 

  • Menggunakan penutup anti tungau pada bantal dan kasur.

  • Rutin membersihkan debu dari karpet, furniture, dan berbagai sudut ruangan di rumah.

  • Menggunakan dehumidifier.

  • Sebaiknya membatasi atau tidak membolehkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar tidur.

  • Membersihkan karpet secara teratur atau mengganti karpet dengan tipe flooring lainnya.

 

Dokter bisa memberikan obat-obatan tertentu untuk mengatasi alergi, seperti obat antihistamin. Beberapa jenis pengobatan lain juga sering kali direkomendasikan, seperti obat dekongestan dan semprotan hidung. Untuk pengobatan jangka panjang, beberapa prosedur pengobatan bisa dipertimbangkan, seperti:

 

  • Imunoterapi dalam bentuk suntikan alergi. Namun, imunoterapi hanya dapat bekerja untuk beberapa jenis alergi dan umumnya tidak direkomendasikan bagi anak kecil.

  • Imunoterapi sublingual (SLIT) dalam bentuk tablet atau obat tetes yang diletakkan di bawah lidah.

 

Gejala dan tanda di atas tidak selalu mengindikasikan perennial rhinitis, namun bisa juga merupakan gejala atau tanda dari kondisi medis lainnya yang memiliki gejala serupa. Oleh karena itu agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, Anda bisa mengonsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi perennial rhinitis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Apabila ingin menjadwalkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan gunakan fitur-fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Perennial Rhinitis. Diakses pada 2024 | Verywell Health. What to Know About Perennial Allergic Rhinitis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail