Kesehatan Tubuh
Pneumatosis Intestinalis - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Pneumatosis intestinalis adalah kondisi ketika terdapat udara yang terperangkap pada dinding usus, atau bisa disebut dengan ruang ekstraluminal usus. Gejala pneumatosis intestinalis dapat bervariasi pada masing-masing individu, mulai dari tanpa gejala, ringan, hingga berat dan membutuhkan penanganan segera. Mari simak penjelasan selengkapnya tentang pneumatosis intestinalis di bawah ini.
Apa itu Pneumatosis Intestinalis (PI)?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pneumatosis intestinalis (PI) adalah kondisi ketika terdapat udara bebas atau gas yang terperangkap pada dinding usus, atau bisa disebut dengan ruang ekstraluminal usus.
Sebagai informasi, pada kondisi normal, udara akan secara alami terdapat di dalam rongga usus, dan dapat dikeluarkan melalui proses buang angin. Namun, jika udara atau gas berada di dinding usus, misalnya di lapisan mukosa, hal itu merupakan sesuatu yang abnormal. Pneumatosis intestinalis dapat menyerang semua kelompok usia, namun lebih banyak terjadi pada kelompok orang yang lebih tua dibandingkan orang dewasa muda dan bayi.
Penyebab Pneumatosis Intestinalis
Kondisi pneumatosis intestinalis bisa dibagi menjadi dua, yaitu pneumatosis intestinalis primer dan sekunder. Pada PI primer yang terjadi pada sekitar 15% kasus, penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Sedangkan, pada PI sekunder, kondisi ini dapat disebabkan karena kelainan lain yang mendasarinya. Berikut beberapa kondisi yang berhubungan dengan PI sekunder, di antaranya adalah:
-
Penyakit saluran pencernaan, seperti obstruksi usus dan tukak lambung.
-
Penyakit saluran pernapasan, seperti asma, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), atau fibrosis kistik.
-
Benturan dengan benda tumpul pada rongga perut.
-
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti golongan kortikosteroid dan glucosidase inhibitors.
-
Penyakit autoimun tertentu, misalnya lupus.
-
Mengidap HIV.
-
Setelah transplantasi organ.
Gejala Pneumatosis Intestinalis
Gejala PI bisa berbeda-beda, tergantung pada apakah pasien mengidap PI primer atau sekunder. Pneumatosis intestinalis primer biasanya menimbulkan gejala berupa nyeri perut yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, penderita PI primer dilaporkan tidak menunjukkan gejala apa pun.
Sementara itu, pneumatosis intestinalis sekunder bisa menimbulkan gejala peritoneum yang lebih berat. Adapun gejala yang mungkin menyertai kondisi ini adalah tenesmus (sensasi ingin BAB terus menerus), konstipasi (sembelit), BAB berdarah, dan nyeri perut. Lalu, sekitar 3% pasien juga mengalami komplikasi, seperti obstruksi usus atau pneumoperitoneum.
Diagnosis Pneumatosis Intestinalis
Pneumatosis intestinalis primer biasanya hanya menimbulkan gejala ringan, atau tanpa gejala. Umumnya, PI primer akan diketahui secara tidak sengaja pada saat pasien melakukan pemeriksaan untuk keluhan kesehatan lainnya, misalnya pada saat melakukan CT scan abdomen.
Sedangkan pada pneumatosis intestinalis sekunder, pertama-tama dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait riwayat kesehatan, gejala yang dialami saat ini, penyakit penyerta yang diderita, dan lain-lain.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pada sebagian kasus, pemeriksaan fisik biasanya belum cukup untuk mendeteksi adanya PI, namun dokter dapat menemukan massa di dalam perut saat melakukan pemeriksaan tersebut. Sehingga pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen abdomen (perut), CT scan, MRI, atau ultrasonografi.
Pengobatan Pneumatosis Intestinalis
Pengobatan pneumatosis intestinalis bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya (primer atau sekunder). Namun, mengingat bahwa PI bukan penyakit yang berdiri sendiri, melainkan suatu gejala dari penyakit lain yang mendasari, maka pengobatan utamanya adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya. Secara umum, beberapa penanganan yang mungkin dilakukan untuk PI adalah sebagai berikut:
-
Observasi: Melakukan pemantauan pada pasien yang tidak memiliki gejala atau memiliki gejala ringan.
-
Hyperbaric oxygen: Pemberian oksigen hiperbarik dilakukan agar pergerakan usus dapat kembali normal, dengan memicu agar gas dapat keluar dari dinding usus.
-
Pemberian antibiotik: Antibiotik biasanya diberikan oleh dokter dalam jangka waktu tertentu, bisa diberikan hingga tiga bulan.
-
Perencanaan diet: Untuk mengelola PI dalam jangka panjang, pendekatan yang dapat dilakukan adalah menggunakan cairan atau bubuk yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi nutrisi cairan. Hal ini membuat usus dapat menyerap semua nutrisi, sehingga mengurangi produksi gas oleh bakteri usus.
-
Tindakan pembedahan: Tindakan ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami infeksi berat yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel darah putih, atau adanya tanda-tanda komplikasi sepsis atau asidosis.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan, pneumatosis intestinalis dengan gejala berat dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti obstruksi usus akibat kista gas, serta pneumoperitoneum (adanya udara bebas dalam rongga peritoneum).
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi pneumatosis intestinalis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi pneumatosis intestinalis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Abdomen AP (BNO) / Rontgen Perut
Rontgen / X-Ray
Rp214.000
TERPOPULER
CT Whole ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut
CT Scan
Rp2.495.000
TERPOPULER
CT Lower ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut Bawah
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
Complete Abdomen USG / USG Perut
USG
Rp676.000
TERPOPULER
USG LOWER ABDOMEN
USG
Rp543.000







