Kesehatan Mental
Postpartum Depression - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Postpartum depression adalah jenis depresi yang terjadi setelah melahirkan. Ibu dengan kondisi ini biasanya akan mengalami pasang surut emosi, sering menangis, kelelahan, cemas, dan kesulitan mengurus bayinya. Ibu yang mengalami depresi pascapersalinan perlu mendapatkan pengobatan sesegera mungkin karena bisa berakibat fatal. Simak penjelasan selengkapnya mengenai postpartum depression melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Postpartum Depression?
Seperti yang sudah dijelaskan, postpartum depression adalah depresi yang terjadi setelah ibu melahirkan. Menjadi orang tua, terutama saat pertama kali memang tidak mudah. Wajar jika ibu terkadang merasa lelah dan khawatir akan banyak hal. Namun, pada kondisi yang normal, perasaan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.
Rasa sedih dan kesepian yang ekstrem, perubahan suasana hati yang parah, serta berlangsung dalam jangka panjang merupakan indikasi bahwa ibu mengalami postpartum depression (PPD). Kondisi ini tidak hanya bisa dialami oleh ibu yang baru melahirkan, tetapi juga pada ibu angkat yang baru merawat bayi.
PPD berbeda dengan baby blues. Sebagian besar ibu mengalami baby blues setelah melahirkan, biasanya terjadi dalam 2–3 hari pertama dan hilang setelah 10–14 hari pascamelahirkan. PDD merupakan bentuk depresi berat yang dimulai dalam 4 minggu pascamelahirkan. Angka kejadian PPD berkisar antara 6,5% hingga 20% pada ibu setelah melahirkan.
Penyebab Postpartum Depression
Depresi pascapersalinan berkaitan dengan perubahan zat kimiawi, sosial, dan psikologis yang terjadi saat melahirkan. Perubahan zat kimiawi melibatkan penurunan hormon yang cepat setelah melahirkan. Sebagai informasi, kadar estrogen, progesteron, serta hormon reproduksi wanita lainnya meningkat sepuluh kali lipat selama kehamilan dan akan menurun secara tajam setelah melahirkan.
Selain perubahan zat kimiawi, postpartum depression juga bisa dipengaruhi oleh perubahan sosial dan psikologis. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu mengalami postpartum depression adalah sebagai berikut:
-
Memiliki riwayat depresi.
-
Memiliki gangguan bipolar.
-
Mengalami depresi pascapersalinan pada kehamilan sebelumnya.
-
Terdapat keluarga dengan riwayat depresi atau gangguan suasana hati lainnya.
-
Pernah mengalami peristiwa traumatis selama setahun terakhir.
-
Bayi yang dilahirkan memiliki masalah kesehatan atau kebutuhan khusus lainnya.
-
Memiliki bayi kembar.
-
Mengalami kesulitan menyusui.
-
Memiliki support system yang lemah.
-
Mempunyai masalah ekonomi.
-
Kehamilan tidak direncanakan atau tidak diinginkan.
Gejala Postpartum Depression
Depresi pascapersalinan sangat umum terjadi. Namun, beberapa orang mungkin merasa malu jika mengalami hal ini. Bahkan, sebagian lainnya merasa bahwa mereka tidak bisa menjadi orang tua yang baik. Perlu dipahami sekali lagi bahwa mengalami kondisi ini bukan berarti ia menjadi ibu yang buruk atau tidak baik.
Adapun beberapa gejala yang biasanya dialami oleh ibu dengan postpartum depression adalah sebagai berikut:
-
Merasa sedih, tidak berharga, putus asa, dan bersalah.
-
Khawatir secara berlebihan atau merasa gelisah.
-
Kehilangan minat pada hobi atau hal-hal yang sebelumnya dinikmati.
-
Perubahan nafsu makan atau tidak mau makan.
-
Kehilangan energi dan motivasi.
-
Sulit tidur atau ingin tidur sepanjang waktu.
-
Menangis tanpa alasan atau berlebihan.
-
Kesulitan berpikir atau fokus.
-
Memiliki pikiran untuk bunuh diri (suicidal thought).
-
Kurang tertarik dengan bayinya atau merasa cemas saat berada di sekitar bayinya.
-
Pikiran untuk menyakiti bayi karena tidak menginginkannya.
Diagnosis Postpartum Depression
Untuk mendiagnosis postpartum depression, dokter akan berbicara dengan pasien mengenai perasaan, pikiran, dan kesehatan mentalnya guna menentukan apakah pasien mengalami baby blues jangka pendek atau bentuk depresi yang lebih parah. Dalam hal ini, pasien diharapkan untuk menceritakan gejala yang dialami secara jujur agar dokter bisa membuat rencana perawatan yang tepat.
Berdasarkan panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM V), kriteria diagnosis untuk postpartum depression adalah:
-
Terdapat lima gejala depresi muncul selama minimal 2 minggu. Diagnosis harus mencakup depresi atau anhedonia (kehilangan minat) yang dapat disertai dengan gejala berikut:
-
Suasana hati yang tertekan muncul hampir sepanjang hari
-
Kehilangan minat atau kesenangan di hampir sepanjang hari.
-
Insomnia atau hipersomnia.
-
Keterbelakangan psikomotor atau agitasi.
-
Merasa tidak berharga atau merasa bersalah.
-
Kehilangan energi.
-
Adanya pikiranbunuh diri atau pikiran berulang tentang kematian.
-
Sulit berkonsentrasi.
-
Perubahan berat badan atau penurunan nafsu makan.
-
Gejala terjadi selama kehamilan atau dalam waktu 4 minggu setelah melahirkan.
-
Gejala-gejala ini dapat menyebabkan tekanan dan/atau gangguan yang signifikan.
-
Gejala tidak disebabkan oleh pengaruh suatu zat atau kondisi medis lainnya.
Sebagai langkah evaluasi lebih lanjut, dokter juga dapat melakukan skrining depresi, termasuk meminta pasien mengisi kuesioner. Salah satu kuesioner yang paling sering digunakan adalah the Edinburgh Postnatal Depression Scale. Pada kuesioner ini, terdapat 10 hal yang perlu diisi oleh pasien dan membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyelesaikannya. Jika diperlukan, dokter mungkin merekomendasikan tes lainnya untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala yang dialami pasien.
Cara Mengatasi Postpartum Depression
Postpartum depression sering kali memerlukan penanganan berupa psikoterapi, obat-obatan, atau keduanya. Dalam psikoterapi, dokter dan pasien akan berbicara tentang pikiran dan perasaan pasien terkait masalah yang sedang dihadapi. Kemudian, dokter akan memberitahu cara yang lebih baik untuk pasien dalam merespons situasi tersebut. Contoh psikoterapi yang biasanya digunakan untuk PPD adalah terapi perilaku kognitif dan psikoterapi interpersonal.
Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan obat antidepresan. Penggunaan obat ini harus berada di bawah pengawasan dokter, mengingat bahwa ibu yang baru melahirkan harus menyusui anaknya. Dokter juga bisa memberikan obat-obatan lain yang diperlukan, misalnya obat anticemas dalam jangka pendek.
Komplikasi Postpartum Depression
PPD dapat memengaruhi ibu, ayah, dan juga anak. Pada Ibu dengan PPD yang tidak ditangani dengan baik, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan depresi kronis dan ibu berisiko mengalami episode depresi berat di masa mendatang.
Kondisi ini juga dapat menjadi faktor pencetus depresi pada ayah karena PPD merupakan peristiwa yang berat dan dapat menimbulkan stres bagi seluruh keluarga. Anak-anak dari ibu yang mengalami depresi yang tidak diobati berisiko untuk mengalami masalah perilaku dan emosional, masalah tidur, kesulitan makan, menangis berlebihan, dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan postpartum depression. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi lainnya. Bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, hindari melakukan self-diagnose dan segera konsultasikan dengan Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.
Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







