Psikoterapi Suportif, Terapi yang Bantu Orang Lebih Terbuka
Kesehatan Mental

Psikoterapi Suportif, Terapi yang Bantu Orang Lebih Terbuka

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
psikoterapi suportif

Supportive psychotherapy atau psikoterapi suportif adalah jenis terapi yang fokus pada pemberian dukungan emosional, dorongan, serta evaluasi terhadap masalah yang dialami oleh pasien. Selama terapi ini berlangsung, dokter akan mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan yang membuatnya cemas dan khawatir. Mari pahami lebih lanjut tentang psikoterapi suportif melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Psikoterapi Suportif?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, psikoterapi suportif adalah terapi bagi penderita masalah kesehatan mental yang fokus untuk memberikan dukungan emosional serta dorongan agar penderita bisa terbuka terhadap perasaan serta hal-hal yang dikhawatirkan tanpa takut dihakimi terkait penyakitnya.

 

Terapi suportif efektif untuk pasien yang baru menjalani terapi. Hal ini dikarenakan psikoterapi suportif menyediakan lingkungan terapi yang tidak terlalu terstruktur. Psikoterapi suportif sebagian besar difokuskan untuk membantu pasien mengatasi masalah dan kekhawatiran pada masa sekarang seperti masalah hubungan, konflik keluarga, atau stres yang berkaitan dengan pekerjaan.

 

Perbedaan Psikoterapi Suportif dan Terapi Perilaku Kognitif

 

Perbedaan psikoterapi suportif dan terapi perilaku kognitif bisa dilihat dari tujuannya. Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengubah pikiran dan perilaku negatif pasien dalam menghadapi masalahnya menjadi lebih positif.

 

Sementara pada psikoterapi suportif, terapis tidak meminta pasien untuk berubah, melainkan hanya memberikan dukungan emosional dan validasi agar pasien mau terbuka terhadap perasaannya. Terapis akan mendorong pasien untuk membicarakan perasaan, kekhawatiran, dan masalah Anda dalam lingkungan yang aman dan tidak menghakimi. Mereka mungkin juga menawarkan nasihat atau saran untuk mengatasi permasalahan tertentu.

 

Tujuan Psikoterapi Suportif

 

Psikoterapi suportif secara keseluruhan bertujuan untuk memperbaiki gejala pasien, menumbuhkan stabilitas dan meningkatkan fungsi hidup pasien, mendukung pasien agar adaptif sehingga dapat mengurangi risiko kekambuhan gejala, melibatkan psikoedukasi dan lebih berfokus pada masa kini.

 

Perlu diketahui bahwa psikoterapi suportif tidak bertujuan untuk mengubah ciri-ciri kepribadian seseorang atau mekanisme pertahanan seseorang, melainkan untuk membantu menstabilkannya. Oleh karena itu, terapi ini dapat digunakan pada orang dengan kemampuan menyesuaikan diri yang baik, namun sedang mengalami suatu situasi stres yang dianggap terlalu berat untuk ditangani sendiri. 

 

Terapi ini juga dapat digunakan pada pasien yang merasa kurang cocok terhadap bentuk terapi lain yang mengharuskan pasien untuk fokus mengenali kesalahan kognitif mereka, melaksanakan tugas pekerjaan rumah, atau menoleransi kecemasan tingkat tinggi untuk menafsirkan perilaku dan mekanisme pertahanan mereka. 

 

Selain itu, psikoterapi suportif juga dapat dilakukan pada pasien yang memiliki kekuatan ego yang buruk, pasien yang kurang memiliki rasa ingin tahu, atau pada pasien yang kurang memiliki inisiatif pribadi namun tertarik untuk mengalami perubahan gejala.

 

Teknik yang Digunakan dalam Psikoterapi Suportif

 

Pada terapi ini, dokter atau terapis tidak akan menghakimi pasien. Teknik yang digunakan dalam psikoterapi suportif bisa berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan setiap pasien. Namun, terdapat beberapa teknik yang umumnya digunakan oleh dokter. Sejumlah teknik tersebut, di antaranya:

 

  • Active-listening: Terapis mendengarkan keresahan hati pasien dengan seksama serta memberikan validasi terhadap perasaan tersebut.

  • Empathy: Terapis menunjukkan empati dan pemahaman terhadap situasi pasien sehingga membuat pasien merasa didukung.

  • Encouragement: Terapis memberikan dorongan dan umpan balik yang positif untuk membangun rasa percaya diri pasien.

  • Psychoeducation: Terapis memberikan informasi mengenai masalah kesehatan mental serta strategi dalam menghadapinya. Hal ini dapat mengembangkan wawasan pasien terhadap kondisi yang sedang ia coba untuk hadapi.

  • Problem-solving: Terapis akan membantu pasien mengidentifikasi dan mengatasi masalah atau tantangan tertentu.

  • Reframing: Terapis akan membantu pasien melihat situasi yang sedang terjadi pada dirinya dengan sudut pandang yang berbeda untuk membingkai ulang pikiran dan emosi negatif menggunakan cara yang lebih positif.

 

Bagaimana Psikoterapi Suportif Dilakukan?

 

Meski bisa dilakukan secara berkelompok, namun, sesi psikoterapi suportif sering kali hanya melibatkan pertemuan empat mata antara pasien dan terapis. Sesi ini dapat dilakukan secara langsung, melalui telepon atau konferensi video online.

 

Terapis biasanya akan memulai dengan menanyakan perasaan pasien dan apa yang ingin didiskusikan. Terapis kemudian akan mendengarkan dengan penuh perhatian saat pasien berusaha menyampaikan kekhawatirannya, serta menawarkan dukungan emosional dan validasi.

 

Selama sesi berlangsung, terapis akan berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, bebas dari penilaian atau kritik. Terapis akan memberikan dorongan kepada pasien untuk mengekspresikan diri secara bebas dan terbuka. Pada terapi ini, terapis tidak akan meminta pasien untuk berubah, melainkan hanya menawarkan umpan balik dan saran yang dibutuhkan pasien.

 

Itulah penjelasan mengenai bagaimana psikoterapi suportif dilakukan untuk membantu pasien dengan masalah kesehatan mental lebih terbuka terhadap perasaannya. Seperti yang kita tahu, masalah mental bukanlah kondisi yang harus ditutupi melainkan kondisi yang perlu ditangani sesegera mungkin.

 

Oleh sebab itu, apabila Anda merasakan gejala-gejala yang mengarah pada masalah kesehatan mental tertentu, seperti merasa cemas dan stres berlebih yang tak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikiatri di Siloam Hospitals.

 

Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung.

 

telechat

 

message

ArticleDetail