Kecantikan
Septoplasty - Operasi Memperbaiki Tulang Rawan Hidung

Table of Contents
Operasi deviasi septum atau septoplasty adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk tulang rawan yang tidak lurus yang dapat menghalangi aliran udara. Kondisi ini biasa disebut sebagai deviasi septum.
Pada penderita deviasi septum, septoplasty adalah tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pernapasan dan gangguan hidung lainnya yang diakibatkan oleh terhambatnya aliran udara. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai septoplasty, mari simak artikel ini.
Apa itu Septoplasty?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, septoplasty adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk septum hidung. Septum hidung adalah sebuah dinding tipis yang terletak di tengah rongga hidung dan memisahkan kedua saluran hidung.
Idealnya, septum berbentuk lurus dan membelah kedua rongga hidung secara simetris, sehingga memungkinkan aliran udara yang baik melalui kedua lubang hidung. Namun, pada kasus deviasi septum, penderita memiliki septum dengan bentuk melengkung atau bergeser dari posisi normalnya. Hal ini pun dapat menghambat aliran udara yang melalui rongga hidung dan menyebabkan berbagai masalah pernapasan.
Septoplasty sendiri merupakan prosedur rawat jalan seperti halnya rhinoplasty, sehingga pasien umumnya diperbolehkan untuk langsung pulang ke rumah usai operasi.
Tujuan Septoplasty
Tujuan utama dari septoplasty adalah untuk memperbaiki fungsi pernapasan dengan mengoreksi septum hidung yang tidak lurus. Prosedur ini dapat membantu mengurangi atau menghilangkan permasalahan hidung yang mungkin dialami oleh penderita deviasi septum, seperti:
- Infeksi sinusitis: Deviasi septum dapat menyebabkan gangguan aliran udara yang dapat memicu infeksi sinusitis berulang. Septoplasty dapat membantu memperbaiki drainase sinus dan mengurangi risiko infeksi.
- Perdarahan hidung: Deviasi septum juga dapat menyebabkan hidung menjadi lebih rentan terhadap perdarahan. Operasi septoplasty dapat membantu mengurangi kecenderungan terjadinya pendarahan hidung yang berulang.
- Polip hidung: Jika munculnya polip hidung disebabkan oleh kondisi deviasi septum atau masalah struktural pada hidung, maka dokter bedah mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan septoplasty dan prosedur lain seperti endoskopi sinus atau FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery).
Prosedur Septoplasty
Sebelum menjalani septoplasty, diperlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan memberikan sejumlah edukasi praoperasi yang harus diperhatikan dan diikuti dengan seksama.
Sebelum operasi, pasien disarankan untuk menghentikan sementara penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan suplemen herbal tertentu karena dapat mengganggu proses pembekuan darah dan memicu perdarahan.
Selain itu, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui keluhan, alergi obat, hingga riwayat penyakit yang pernah diderita. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama di bagian septum hidung.
Setelah konsultasi selesai dilakukan, dokter akan menjadwalkan operasi pada pasien. Adapun tahapan prosedur yang dijalankan selama operasi septoplasty adalah sebagai berikut:
- Anestesi (bius): Dokter akan memberikan anestesi umum atau anestesi lokal sebelum operasi dimulai. Anestesi umum membuat pasien tertidur selama operasi, sedangkan anestesi lokal hanya mematikan rasa di area yang akan dioperasi dan pasien tetap tersadar selama operasi berlangsung.
- Pemotongan dan pengangkatan mukosa: Dokter akan membuat sayatan di salah satu sisi hidung pasien. Kemudian, dokter akan mengangkat mukosa, yaitu lapisan membran tipis yang melapisi septum hidung.
- Reshaping septum: Setelah mukosa terangkat, dokter akan melakukan pemodelan ulang (reshaping) pada kartilago (tulang rawan) septum yang mengalami deviasi. Bagian dari septum tersebut akan diangkat, disesuaikan, atau direposisi untuk mengembalikannya ke bentuk dan posisi yang normal.
- Penempatan kembali mukosa: Setelah septum diubah bentuk dan posisinya, mukosa yang telah diangkat akan ditempatkan kembali ke tempat semula. Hal ini dilakukan untuk membantu melindungi septum yang baru dibentuk.
- Penempatan Splint atau Penyangga: Dokter mungkin akan memasang splint atau penyangga lembut di dalam setiap rongga hidung pasien untuk menjaga septum hidung tetap dalam posisinya. Kemudian, dokter juga akan menempatkan semacam perban dalam hidung untuk membantu mencegah perdarahan.
- Penutupan luka: Setelah semua langkah selesai, dokter akan menutup luka sayatan dengan jahitan.
Biasanya, prosedur septoplasty memakan waktu sekitar 30 hingga 90 menit tergantung pada kompleksitas kasus. Setelah operasi selesai, kondisi pasien akan dipantau oleh tim medis dan pasien akan diberikan instruksi mengenai perawatan pascaoperasi.
Risiko Operasi Septoplasty
Meskipun septoplasty adalah prosedur yang relatif aman, tetaplah terdapat beberapa risiko pembedahan yang perlu diperhatikan. Risiko-risiko yang mungkin terjadi selama atau setelah operasi septoplasty adalah sebagai berikut:
- Gejala obstruksi atau penyumbatan hidung yang terjadi terus menerus.
- Perdarahan.
- Infeksi.
- Rasa kebas pada hidung, gusi, dan gigi (biasanya berlangsung hanya beberapa saat).
- Perubahan penampilan hidung.
- Kemampuan penciuman yang berkurang.
- Terdapat lubang pada septum.
- Penggumpalan darah pada hidung yang harus dikeluarkan.
Hal yang Perlu Dilakukan Pasca Septoplasty
Pemulihan pasca septoplasty umumnya berlangsung sekitar satu minggu atau kurang. Namun, penyembuhan total pada kartilago septum akan berlanjut selama beberapa bulan hingga satu tahun.
Selama fase penyembuhan awal, penting bagi pasien untuk mengikuti petunjuk pascaoperasi yang diberikan oleh dokter. Berikut adalah beberapa panduan umum untuk mempercepat pemulihan pasca septoplasty:
- Istirahat di rumah selama beberapa hari setelah operasi.
- Meninggikan kepala saat sedang tidur.
- Hindari melakukan aktivitas fisik yang berat seperti pergi ke gym atau olahraga aerobik, setidaknya selama satu bulan pascaoperasi.
- Hindari membuang ingus selama beberapa minggu pertama.
- Jika lubang hidung diisi dengan penyangga atau splint, usahakan untuk menjaga penyangga tersebut saat mandi agar tidak basah. Dokter akan mengeluarkan penyangga tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.
- Kenakan pakaian yang dapat dipakai dan dilepaskan dari bagian depan. Hindari menggunakan pakaian seperti kaos atau sweater yang harus dipakai atau dilepaskan melewati kepala.
Demikian pembahasan seputar septoplasty sebagai prosedur pembedahan guna mengoreksi kondisi deviasi septum. Jika Anda memiliki gangguan pernapasan dikarenakan struktur dan posisi septum hidung yang tidak normal, segera konsultasikan hal ini ke dokter spesialis di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Gunakan fitur Cari Dokter untuk mencari dokter yang tersedia dan membuat janji temu secara praktis. Atau, Anda dapat mengunduh aplikasi MySiloam untuk menemukan jadwal dokter, membuat janji temu, melakukan pemesanan paket kesehatan, mengakses informasi kesehatan, hingga melakukan konsultasi online dengan dokter. Mari unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







