Kesehatan Mental
Sindrom Diogenes - Penyebab, Gejala, & Penanganannya

Table of Contents
Sindrom Diogenes (Diogenes syndrome) adalah kondisi ketika seseorang enggan merawat dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya. Kondisi ini tentunya bisa menimbulkan masalah dalam berbagai aspek, mulai dari kesehatan, kebersihan, dan lingkungan. Untuk memahami lebih jauh tentang sindrom Diogenes, mari simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.
Apa itu Sindrom Diogenes?
Sindrom Diogenes adalah gangguan perilaku yang membuat seseorang enggan merawat dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya sehingga cenderung menimbun barang secara berlebihan (hoarding), membiarkan rumah dalam kondisi kotor, dan tidak menjaga kebersihan diri. Orang dengan kondisi ini juga lebih sering memilih menarik diri dari kehidupan sosial.
Penderita sindrom Diogenes sering memilih hidup sendiri dan tidak menyadari bahwa apa yang terjadi di dalam rumahnya merupakan suatu masalah. Hal ini tentunya bisa menimbulkan masalah yang lebih serius, seperti meningkatkan risiko pneumonia atau cedera, seperti jatuh atau terpeleset. Sindrom Diogenes sering kali dikaitkan dengan beberapa gangguan mental, seperti skizofrenia, OCD, depresi, demensia, dan kecanduan.
Sindrom ini termasuk langka. Angka kejadian DS tidak diketahui pasti. Sindrom ini kurang dilaporkan (underreported) karena pasien tidak merasakan adanya keluhan atau gejala dan kasusnya dilaporkan oleh tetangga, saudara, atau pekerja sosial.
Penyebab Sindrom Diogenes
Sindrom Diogenes bisa bersifat sekunder bila dikaitkan dengan psikosis atau gangguan bipolar, atau bersifat primer bila tidak ada penyakit yang mendasari dan biasanya terjadi pada orang lanjut usia. Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab sindrom Diogenes. Namun, terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap sindrom Diogenes.
Kendati demikian, memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak berarti kondisi ini akan terjadi. Adapun beberapa faktor risiko tersebut, di antaranya:
-
Kematian pasangan atau keluarga dekat.
-
Perceraian.
-
Riwayat penyakit mental.
-
Penyalahgunaan zat.
-
Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
-
Pernah mengalami pelecehan.
-
Mudah curiga dan tidak ramah.
-
Kondisi medis tertentu, seperti:
-
Stroke.
-
Kehilangan mobilitas karena artritis (radang sendi) atau patah tulang.
-
Peningkatan frailty (penurunan fungsi organ tubuh yang berkaitan dengan faktor usia).
-
Masalah penglihatan.
Gejala Sindrom Diogenes
Sindrom Diogenes biasanya didiagnosis pada orang yang berusia di atas 50–60 tahun. Gejala biasanya muncul dari waktu ke waktu. Gejala awal sindrom ini sering kali meliputi menarik diri dari kehidupan sosial, termasuk menghindari orang lain. Penderita sindrom Diogenes juga bisa mengalami:
-
Memiliki masalah dengan wawasan atau pemahaman tentang kebersihan diri dan kesehatan masyarakat.
-
Tidak membuang barang dan sampah yang seharusnya dibuang.
-
Ketidakpercayaan terhadap masyarakat atau orang asing.
-
Kondisi tempat tinggal yang tidak sehat.
-
Paranoia atau rasa curiga.
-
Kecenderungan obsesif-kompulsif.
-
Tidak mau menerima bantuan orang lain.
-
Bersikap agresif terhadap orang lain.
-
Penyakit kulit, rambut, dan kuku akibat kebersihan yang buruk.
-
Masalah gigi dan mulut karena kebersihan mulut yang buruk.
-
Bau badan.
-
Penampilan yang tidak dijaga.
-
Malnutrisi
-
Dehidrasi.
-
Ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap tenaga medis dan lingkungannya.
Diagnosis Sindrom Diogenes
Jarang sekali orang dengan sindrom Diogenes mencari bantuan sendiri. Kondisi ini baru didiagnosis ketika ada orang lain di sekitarnya yang menyadari adanya gangguan ini, kemudian mencari bantuan medis untuk penderita. Sindrom Diogenes tidak diklasifikasikan sebagai penyakit, melainkan hanyalah sebuah sindrom (kumpulan gejala). Ada berbagai diagnosis lain yang mencakup gejala-gejala ini, di antaranya:
-
Skizofrenia.
-
Demensia.
Setelah menunjukkan perilaku yang mengindikasikan sindrom Diogenes, dokter akan mengevaluasi riwayat medis dan psikologis lengkap dari individu tersebut. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan tes fungsi organ untuk menilai kesehatan pasien.
Penanganan Sindrom Diogenes
Diogenes syndrome mungkin cukup sulit untuk diobati bagi beberapa orang. Diperlukan perawatan berkelanjutan untuk mengurangi risiko terjadi masalah, seperti penyakit atau cedera yang mengancam jiwa. Selain itu, kondisi ini juga bisa berdampak buruk pada lingkungan di sekitarnya sehingga perlu ditangani sesegera mungkin.
Perawatan untuk Diogenes syndrome dapat mencakup obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), depresi, maniak, atau psikosis. Orang dengan kondisi ini mungkin perlu menjalani rawat inap. Kelompok dukungan atau jenis jaringan dukungan lainnya juga dapat membantu jika pasien bersedia bergabung.
Berbagai kondisi yang menjadi penyebab dan gejala yang sudah dijelaskan di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama bagi Anda untuk menilai kondisi ini. Perlu dipahami bahwa terdapat berbagai kondisi yang mungkin memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama.
Maka dari itu, bila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini, hindari melakukan self-diagnosis dan segera berkonsultasi dengan Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.
Penting pula untuk dipahami bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung atau self pick up.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







