Kesehatan Tubuh
Tingkatan Stadium Limfoma Non-Hodgkin yang Perlu Diketahui

Table of Contents
Limfoma non-Hodgkin adalah jenis kanker yang berasal dari sistem limfatik, yaitu sistem yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kanker ini bisa semakin memburuk. Sesuai dengan tingkat keparahannya, limfoma non-Hodgkin dapat diklasifikasikan menjadi beberapa stadium. Untuk mengetahui stadium limfoma non-Hodgkin selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.
Apa Itu Limfoma Non-Hodgkin?
Limfoma non-Hodgkin adalah jenis kanker yang terjadi ketika sel limfosit terus membelah, namun tidak bisa berkembang secara normal. Akibatnya, sel limfosit terus menumpuk di kelenjar getah bening dan saluran limfe, sehingga turut menimbulkan sejumlah gejala, misalnya timbul benjolan di leher, ketiak atau selangkangan.
Jika mengalami gejala limfoma non-Hodgkin, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat. Lalu, setelah diagnosis limfoma non-Hodgkin (LNH) ditegakkan, dokter akan mencari tahu apakah kanker tersebut sudah menyebar dan seberapa jauh penyebarannya.
Pada dasarnya, proses ini disebut dengan stadium (staging). Sangat penting untuk memastikan tingkatan stadium limfoma non-Hodgkin guna membantu dokter dalam menentukan metode pengobatan yang tepat bagi pasien. Untuk mengetahui tingkatan stadium limfoma non-Hodgkin yang dialami pasien, dokter dapat melakukan sejumlah prosedur pemeriksaan untuk:
-
Melihat ukuran sel kanker.
-
Melihat apakah kanker berada di sistem limfatik pada salah satu atau kedua sisi dari diafragma (lapisan otot tipis yang memisahkan rongga dada dan rongga perut).
-
Mendeteksi apakah kanker hanya berada di dalam sistem limfatik atau telah menyebar ke organ lain di luar sistem limfatik.
Dalam hal ini, dokter dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan, di antaranya sebagai berikut:
-
Pemeriksaan fisik.
-
Pemeriksaan laboratorium, misalnya pemeriksaan hematologi.
-
Biopsi kelenjar getah bening atau bagian tubuh lain yang terdampak.
Memahami Tingkatan Stadium Limfoma Non-Hodgkin
Secara umum, sistem penentuan stadium limfoma non-Hodgkin pada orang dewasa dikenal dengan Lugano staging classification. Sistem penentuan tersebut merupakan modifikasi dari Ann Arbor system, yaitu sistem yang sebelumnya digunakan untuk mengklasifikasikan tingkatan stadium LNH.
Tingkatan stadium ini digambarkan dengan angka romawi dari I–IV. Di sisi lain, stadium awal LNH (stadium I dan II) yang juga memengaruhi organ di luar sistem limfatik ditandai dengan tambahan huruf E (misalnya, stadium IE). Lebih jelasnya, berikut adalah tingkatan stadium limfoma non-Hodgkin berdasarkan Lugano staging classification:
1. Stadium I
Limfoma non-Hodgkin stadium I merupakan kondisi ketika terdapat sel kanker pada satu kelenjar getah bening, satu kelompok kelenjar getah bening yang saling berdekatan, atau dalam organ yang terdapat jaringan limfoid (organ yang membentuk sistem limfatik), seperti kelenjar timus, limpa, maupun amandel. Sementara itu, pada stadium IE, kanker juga memengaruhi organ di luar sistem limfatik, seperti:
-
Paru-paru.
-
Hati.
-
Sumsum tulang.
-
Ginjal.
2. Stadium II
Stadium II pada limfoma non-Hodgkin ditandai dengan adanya limfoma pada dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening. Namun, kelompok-kelompok getah bening tersebut berada di salh satu area saja, dapat berada di atas diafragma maupun di bawah diafragma.
Sebagai informasi, diafragma adalah lapisan otot tipis yang memisahkan dada dan perut. Di sisi lain, pada kasus limfoma non-Hodgkin stadium IIE, sel kanker juga memengaruhi organ di luar sistem limfatik, dan kelompok kelenjar getah bening di dekat organ tersebut.
3. Stadium III
Limfoma non-Hodgkin stadium III adalah kondisi ketika terdapat kanker pada kelenjar getah bening di kedua sisi diafragma (bagian atas dan bawah). Apabila kanker juga berada di luar sistem limfatik, maka disebut dengan stadium IIIE. Sementara itu, LNH stadium III yang juga ditandai dengan munculnya sel kanker pada limpa disebut stadium IIIS. Di sisi lain, sel kanker yang telah menyebar ke limpa dan organ di luar sistem limfatik dikenal dengan stadium IIIE+S.
4. Stadium IV
Limfoma yang sudah menyebar luas ke banyak kelompok kelenjar getah bening atau ke organ di luar sistem limfatik, seperti sumsum tulang atau paru-paru dapat, diklasifikasikan sebagai LNH stadium IV. Stadium limfoma non-Hodgkin ini merupakan kondisi yang paling berat
Perlu diketahui bahwa sejumlah gejala atau tanda yang disebutkan di atas tidak bisa memastikan bahwa seseorang menderita limfoma non-Hodgkin dengan stadium tertentu. Penjelasan di atas juga tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tim medis profesional.
Maka dari itu, untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat terkait dengan stadium limfoma non-Hodgkin, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan serta pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi limfoma non-Hodgkin dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan limfoma non-Hodgkin yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Agar lebih praktis, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.




