Waspadai Stenosis Arteri Karotis, Berpotensi Sebabkan Stroke!
Kesehatan Tubuh

Waspadai Stenosis Arteri Karotis, Berpotensi Sebabkan Stroke!

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
stenosis arteri karotis.

 

Stenosis arteri karotis adalah kondisi medis serius yang ditandai dengan penyempitan pada pembuluh darah arteri karotis, yaitu pembuluh darah utama yang memasok darah ke otak, wajah, dan leher. Meskipun sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, stenosis arteri karotis dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Stenosis Arteri Karotis?

 

Stenosis arteri koroner adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah arteri besar di kedua sisi leher (arteri karotis) mengalami penyempitan yang biasanya terjadi akibat aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan kondisi yang terjadi ketika zat yang disebut plak (endapan kolesterol lemak, kalsium, dan zat buangan lainnya) menumpuk di dinding pembuluh darah arteri.

 

Sebagai informasi, setiap orang memiliki dua pembuluh darah arteri karotis, masing-masing satu di setiap sisi leher. Arteri karotis merupakan pembuluh darah arteri besar yang membawa darah ke otak, wajah, dan kepala. Dalam kondisi sehat, pembuluh darah arteri ini memiliki tekstur halus dan terus terbuka, tanpa halangan apa pun.

 

Stenosis arteri karotis bisa terjadi di salah satu atau kedua arteri karotis. Kondisi ini bisa memburuk seiring waktu jika tidak segera mendapatkan penanganan medis. Ketika penumpukan plak menghalangi aliran darah normal melalui pembuluh darah arteri karotis, maka risiko terkena stroke, bahkan kematian, pun akan meningkat.

 

Penyebab Stenosis Arteri Karotis

 

Stenosis arteri karotis disebabkan oleh penumpukan atau timbunan plak lemak di dinding pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak. Plak adalah endapan yang berisi kolesterol, lemak, dan zat-zat lainnya yang menumpuk di dinding pembuluh darah arteri. Adapun beberapa faktor yang dapat memicu berkembangnya penyakit stenosis arteri karotis adalah:

 

 

Gejala Stenosis Arteri Karotis

 

Pada tahap awal penyakit, stenosis arteri karotis sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Biasanya, gejala akan terlihat ketika kondisi sudah berkembang semakin serius hingga menyebabkan otak kekurangan darah. Hal ini bisa berujung pada stroke atau transient ischemic attack (TIA). Beberapa gejala TIA yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

 

  • Tiba-tiba mengalami mati rasa atau kelemahan pada wajah atau anggota tubuh, biasanya pada salah satu sisi tubuh.

  • Tiba-tiba kesulitan dalam berbicara (lidah pelo) dan memahami pembicaraan.

  • Tiba-tiba kesulitan melihat pada satu atau kedua mata.

  • Tiba-tiba pusing atau kehilangan keseimbangan.

  • Tiba-tiba mengalami sakit kepala parah tanpa penyebab yang jelas. 

 

Diagnosis Stenosis Arteri Karotis

 

Penegakan diagnosis stenosis arteri karotis biasanya dimulai dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Pada pasien yang memiliki stenosis arteri karotis, dokter biasanya mendengar adanya suara abnormal (bruit) melalui stetoskop di leher.

 

Langkah selanjutnya mungkin berupa tes kemampuan fisik dan mental seperti kekuatan, ingatan, dan kemampuan bicara. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang menggunakan tes pencitraan, seperti:

 

  • USG: Untuk melihat aliran darah dan tekanan di pembuluh darah arteri karotis.

  • CT scan atau MRI: Menunjukkan apakah pasien memiliki stroke atau masalah lain. 

  • CT angiografi atau MR angiografi: Memberikan informasi lebih lanjut mengenai aliran darah di pembuluh darah arteri karotis.

 

Pengobatan Stenosis Arteri Karotis

 

Tujuan utama pengobatan stenosis arteri karotis adalah mencegah terjadinya stroke. Penanganannya akan disesuaikan dengan seberapa parah penyempitan pada pembuluh darah arteri karotis, gejala, serta usia dan riwayat penyakit lainnya pada pasien. Secara umum, metode penanganan untuk penyempitan ringan hingga sedang adalah sebagai berikut:

 

  • Perubahan gaya hidup untuk mencegah penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah. Perubahan ini meliputi:

    • Berhenti merokok.

    • Menurunkan berat badan.

    • Mengonsumsi makanan sehat.

    • Mengurangi asupan garam, gula, dan lemak.

    • Olahraga secara teratur.

  • Mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darah atau menurunkan kolesterol sesuai anjuran dokter.

  • Mengonsumsi obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan atau penggumpalan darah.

 

Sementara itu, untuk penyempitan parah atau bagi pasien yang sudah mengalami TIA maupun stroke, dokter mungkin akan melakukan tindakan pengangkatan penyumbatan. Prosedur yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

 

  • Endarterektomi karotis

Prosedur ini merupakan metode penanganan paling umum untuk stenosis arteri karotis parah. Pertama-tama, dokter akan membuat sayatan di sepanjang bagian depan leher, kemudian membuka pembuluh darah arteri karotis yang tersumbat untuk mengangkat plak.

  • Angioplasti karotis dan pemasangan stent

Prosedur ini ditujukan untuk penyumbatan yang terlalu sulit dijangkau dengan prosedur endarterektomi karotis atau untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan lain dan operasi terlalu berisiko untuk dilakukan. Pada prosedur ini, dokter menggunakan kateter untuk mengembangkan balon guna memperlebar pembuluh darah arteri. Kemudian, dokter memasang stent untuk mencegah pembuluh darah arteri menyempit lagi.

 

Itulah penjelasan mengenai stenosis arteri karotis yang perlu Anda ketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran penanganan dari dokter. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala, seperti mati rasa, kesulitan berbicara mendadak, atau pusing secara tiba-tiba, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Carotid Artery Disease (Carotid Artery Stenosis). Diakses pada 2025 | Johns Hopkins Medicine. Carotid Artery Stenosis. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Carotid artery disease. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail