Kesehatan Mental
Mengenal Terapi ERP, Pilihan Perawatan untuk Gangguan OCD

Table of Contents
Terapi ERP (exposure and response prevention) merupakan salah satu bentuk pengobatan yang paling efektif untuk OCD (obsessive compulsive disorder). OCD sendiri merupakan suatu jenis gangguan mental serius yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya sehingga memerlukan pengobatan yang efektif untuk mengatasinya. Lantas, bagaimana cara kerja terapi ERP dalam mengatasi OCD? Mari simak penjelasan di bawah ini.
Apa itu Terapi ERP (Exposure and Response Prevention)?
Terapi ERP (exposure and response prevention) adalah salah satu bentuk terapi perilaku kognitif yang menghadapkan pasien pada situasi yang memancing obsesinya. Tentunya, hal ini dilakukan oleh psikolog atau psikiater sehingga tetap tercipta lingkungan yang aman bagi pasien. Terapi ini biasanya menjadi salah satu bentuk pengobatan bagi pengidap OCD.
OCD (obsessive compulsive disorder) merupakan masalah kesehatan mental yang ditandai dengan timbulnya obsesi atau pikiran yang tidak diinginkan secara berulang (obsesif). Hal tersebut membuat pengidapnya melakukan suatu tindakan tertentu secara berulang-ulang (kompulsif), yang sulit dikontrol.
Dalam hal ini, ERP bertujuan untuk melatih penderita menghadapi situasi yang membuatnya cemas dan menimbulkan obsesi tertentu. Dengan begitu, penderita akan memiliki respons yang baik ketika sedang dihadapkan oleh situasi tersebut.
Siapa yang Membutuhkan Terapi ERP?
Terapi ERP umumnya digunakan untuk mengobati orang yang memiliki OCD. Namun, terapi ini bukan satu-satunya, melainkan salah satu pengobatan OCD. Pasalnya, pasien akan memiliki peluang keberhasilan lebih besar jika mengombinasikan ERP therapy dengan obat atau jenis terapi lainnya. Adapun beberapa gejala OCD yang membuat seseorang memerlukan terapi ERP adalah sebagai berikut:
-
Ketakutan yang ekstrem akan terkontaminasi oleh kuman, kotoran, atau patogen lain yang bisa menyebabkan kotor, sehingga membuat penderita mencuci tangan berulang kali.
-
Ketakutan yang ekstrem akan kehilangan kendali atas diri sendiri dan melukai diri sendiri maupun orang lain, sehingga membuat penderita melakukan hal-hal untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
-
Memiliki pikiran-pikiran yang mengganggu terus-menerus hingga berpengaruh pada kebiasaan tidur dan rutinitas sehari-hari.
Penting untuk dicatat bahwa obsesi-obsesi tersebut dapat mengarah pada perilaku ekstrem dan kompulsif yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara keseluruhan. Itulah sebabnya, terapi ERP dibutuhkan agar penderita bisa mengendalikan gejala gangguan tersebut dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Cara Kerja Terapi ERP
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, OCD membuat seseorang memiliki obsesi tertentu sehingga melakukan tindakan yang sama berulang kali. Ketakutan terhadap kontaminasi kuman merupakan salah satu contoh OCD yang paling umum. Kondisi ini biasanya membuat penderita mencuci tangannya, bahkan hingga kulit tangannya menjadi iritasi.
Dalam hal ini, cara kerja terapi ERP adalah memberikan exposure atau paparan terhadap hal yang menimbulkan kecemasan pada penderita. Misalnya, pada terapi ini, dokter akan meminta penderita menyentuh gagang pintu, yang mana beberapa orang menganggapnya sebagai sumber kuman, atau menyentuh benda lain yang dianggap kotor oleh penderita.
Hal terpenting dalam terapi ERP adalah membuat pasien bisa menghentikan dirinya sendiri untuk melakukan tindakan berulang guna mengatasi kecemasannya, misalnya menghentikan diri sendiri untuk mencuci tangan. Hal ini akan membantu pasien menoleransi ketidaknyamanan karena adanya kuman di tangan serta pikiran tentang ketidakpastian yang mungkin bisa terjadi selanjutnya.
Pada terapi ERP, terapis biasanya akan memulai dengan paparan yang tidak terlalu menimbulkan kecemasan sampai ke paparan tingkat yang lebih tinggi secara perlahan ketika pasien sudah mulai beradaptasi.
Manfaat Terapi ERP
Tentu pada awalnya, ERP therapy adalah hal yang menantang bagi yang menjalaninya. Namun, ketika sudah dilakukan dengan benar, penderita bisa mendapatkan beberapa manfaat berikut ini:
-
Pada awalnya, penderita mungkin akan merasakan peningkatan kecemasan, ketidakpastian, dan pikiran obsesif. Ini merupakan bagian dari proses yang harus dilewati.
-
Meskipun perasaan tersebut sangat mengganggu, pasien lama-kelamaan akan menyadari bahwa hal yang ditakutkan tidak berbahaya ataupun dapat menyakiti.
-
Penderita bisa melawan kecemasan dan pikiran obsesifnya sehingga perasaan tidak nyaman yang dirasakannya akan mereda, serta mulai terbiasa dengan hal tersebut.
-
Penderita akan mengalami penurunan kecemasan secara alami ketika menghadapi hal yang ditakutkan tanpa mengalami respons kompulsif. Hal ini disebut juga dengan habituasi (proses ketika seseorang menjadi lebih nyaman dan kurang cemas terhadap situasi yang sebelumnya menakutkan).
-
Ketakutan terhadap hal-hal tertentu akan berkurang.
-
Penderita menjadi lebih baik dalam mengelola pikiran negatif dan ketidakpastian yang dimilikinya serta mengembangkan keterampilan dalam menghadapi situasi yang membuatnya merasa tertekan.
Perlu diketahui bahwa terapi ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien perlu menjalani terapi ini untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dialaminya.
Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai terapi ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi psikologis, seperti OCD, Anda bisa mengunjungi Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat.
Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung atau self pick up.
Sumber
International OCD Foundation. ERP. Diakses pada 2024 | McLean Hospital. ERP. Diakses pada 2024 | National Institute of Mental Health. Obsessive Compulsive Disorder OCD. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini






