Mengenal Jenis-Jenis Tes Mata Silinder dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Jenis-Jenis Tes Mata Silinder dan Prosedurnya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
macam-macam tes mata silinder

Mata silinder atau astigmatisme adalah gangguan refraksi mata ketika permukaan kornea tidak memiliki lengkungan yang sempurna. Mata silinder dapat membuat penderitanya mengalami penglihatan kabur saat melihat dalam jarak dekat maupun jauh. 

 

Untuk mendeteksi kondisi astigmatisme, terdapat beberapa prosedur tes mata silinder yang umum dilakukan. Mari kenali berbagai prosedur tes mata silinder selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Mengenal Tujuan Tes Mata Silinder

 

Tes mata silinder adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengukur tingkat keparahan astigmatisme yang dialami oleh seseorang. Pemeriksaan ini umumnya perlu dilakukan saat seseorang mengalami penglihatan kabur, mata mudah lelah, atau terjadi distorsi penglihatan, seperti garis lurus terlihat miring.

 

Di samping itu, tes mata silinder juga dapat membantu dokter untuk mengetahui kelainan mata yang kerap menyertai astigmatisme, seperti rabun dekat (hipermetropi), rabun jauh (miopi), kelainan gerakan otot mata, dan lain sebagainya.

 

Setelah mengidentifikasi dan mengukur tingkat keparahan astigmatisme, dokter akan memberikan beberapa pilihan metode untuk menangani gangguan mata yang dialami oleh pasien. Beberapa metode penanganan mata silinder tersebut di antaranya:

 

  • Penggunaan kacamata lensa silinder yang dapat dikombinasikan dengan jenis lensa lain sesuai dengan kondisi mata pasien, seperti lensa plus atau minus.

  • Penggunaan lensa kontak.

  • Penggunaan lensa ortho-K guna memperbaiki bentuk kornea mata untuk sementara waktu.

  • Operasi refraksi mata untuk memperbaiki bentuk kornea mata secara permanen.

 

Selain itu, bagi penderita astigmatisme sendiri, pemeriksaan ini juga perlu dilakukan secara berkala guna memantau perubahan tingkat mata silinder atau mengidentifikasi perkembangan kondisi mata lainnya.

 

Berbagai Jenis Tes Mata Silinder dan Prosedurnya

 

Pada dasarnya, diagnosis mata silinder dapat dilakukan dengan memeriksa kondisi mata secara umum, kemudian melakukan pemeriksaan spesifik untuk kondisi mata silinder. Pemeriksaan ini terdiri dari beberapa prosedur, yaitu pemeriksaan riwayat kesehatan mata, tes ketajaman penglihatan (visual acuity), tes refraksi mata, dan pengukuran kelengkungan kornea. Berikut penjelasan mendetailnya.

 

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan Mata

 

Prosedur pemeriksaan mata  yang pertama adalah tes riwayat kesehatan mata. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan mata serta fungsi penglihatan pasien secara keseluruhan. Dalam melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan mata, dokter akan menanyakan terkait keluhan pasien.

 

Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan penlight (senter kecil untuk mata) untuk mengevaluasi segmen anterior (bagian depan mata) pasien, yaitu dengan melihat dan meraba kelopak mata, melihat konjungtiva, kornea, kamera okuli anterior, refleks pupil, dan kejernihan lensa mata.

 

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan segmen posterior (bagian belakang) bola mata dengan oftalmoskop (kaca pembesar mata). Selain itu, dokter juga dapat melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan menanyakan beberapa hal berikut ini.

 

  • Kapan pasien mulai mengalami gejala-gejala mata silinder?

  • Apakah pasien memiliki riwayat penyakit pada mata sebelumnya?

  • Apakah kondisi lingkungan dan pekerjaan pasien dapat memengaruhi fungsi penglihatan?

  • Apakah pasien sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu?

  • Apakah ada anggota keluarga pasien yang mengalami kondisi serupa?

 

2. Tes Ketajaman Penglihatan (Visual Acuity)

 

Tes mata berikutnya adalah tes ketajaman penglihatan (visual acuity). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tajam penglihatan pasien pada mata kiri dan mata kanan. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan mengarahkan pasien untuk membaca huruf pada papan (Snellen chart) yang berjarak sekitar 6 meter dari hadapan pasien.

 

Pemeriksaan mata dilakukan secara bergantian, dimulai dari mata yang normal, lalu diikuti dengan mata yang memiliki keluhan. Saat memeriksa satu mata, mata lainnya akan ditutup oleh alat atau tangan pasien. Pasien diminta untuk melihat papan tersebut tanpa memicingkan mata dan melepaskan kacamata apabila menggunakannya.

 

Pasien akan mulai membaca huruf pada Snellen chart dari baris yang paling atas hingga baris terakhir yang masih dapat dibaca pasien dengan benar. Pemeriksaan dilakukan secara acak agar pasien tidak menghafal huruf-huruf tersebut. 

 

Hasil pemeriksaan ini nantinya akan ditulis dalam bentuk pecahan, di mana angka pada bagian atas menunjukkan jarak pasien dapat melihat dengan jelas. Sementara angka pada bagian bawah menunjukkan jarak orang normal untuk melihat dengan jelas. 

 

Misalnya, angka yang didapatkan dari hasil pemeriksaan adalah 6/30, artinya pasien bisa membaca huruf tersebut pada jarak 6 meter, sedangkan orang normal dapat membaca huruf tersebut pada jarak 30 meter.

 

3. Tes Pembiasan Cahaya atau Refraksi

 

Tes refraksi mata adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kerja mata dalam memfokuskan cahaya yang masuk. Secara umum, tes refraksi mata dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tes refraksi otomatis dan manual. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Tes refraksi otomatis (autorefractor): Menggunakan instrumen khusus yang menyinari mata (retinoscope) dan mengevaluasi bagaimana cara cahaya memantul saat masuk ke dalam mata. Prosedur ini dapat menghitung ukuran objektif kesalahan refraksi, serta resep kacamata dan lensa kontak secara otomatis. Namun, tes refraksi otomatis tidak disarankan untuk pasien dengan kondisi mata tertentu, seperti pasien dengan kemampuan fiksasi yang buruk atau penderita katarak karena dapat memberikan hasil yang cenderung tidak akurat. Setelah menjalani tes refraksi otomatis, biasanya akan tetap dilakukan tes refraksi manual untuk memastikan kenyamanan pasien dalam menggunakan kacamata.

  • Tes refraksi manual: Dilakukan dengan mengarahkan pasien untuk melihat grafik mata, lalu dokter akan menempatkan beberapa lensa korektif di depan mata pasien menggunakan phoropter seraya menanyakan jenis lensa mana yang membuat penglihatannya lebih jelas dan nyaman digunakan.

 

4. Pengukuran Kelengkungan Kornea

 

Pengukuran kelengkungan kornea merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi permukaan kornea secara keseluruhan. Prosedur ini dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu keratometri dan topografi. Berikut penjelasan mendetail dari masing-masing jenis tes pengukuran kelengkungan kornea.

 

  • Keratometer: Keratometer berfungsi untuk mengukur kelengkungan kornea. Alat ini akan bekerja dengan cara memfokuskan lingkaran cahaya pada kornea mata serta mengukur pantulan cahaya tersebut. Keratomete juga dapat dilakukan untuk mendeteksi keratoconus (penipisan serta perubahan bentuk kornea menjadi lebih mengerucut), mengevaluasi kelayakan menjalani operasi katarak, serta membantu pemasangan lensa kontak.

  • Topografi: Prosedur pemeriksaan mata silinder dengan cara memetakan gambar kornea yang terkomputerisasi. Prosedur ini dapat menunjukkan kontur permukaan kornea mata secara tiga dimensi sehingga dapat membantu dokter untuk menemukan distorsi pada kelengkungan mata. 

 

Demikian penjelasan mengenai tujuan, jenis, serta prosedur tes mata silinder yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan kesehatan mata. Apabila Anda membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kondisi mata, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.

 

Siloam Hospitals dilengkapi dengan tim dokter spesialis berpengalaman dan fasilitas medis berteknologi canggih sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan dan tindakan medis lebih lanjut secara komprehensif.

 

Selain itu, Anda juga dapat memperoleh perawatan medis secara praktis di rumah dengan memesan layanan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat melalui aplikasi MySiloam. Layanan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan 1x kunjungan dokter umum dan perawat, serta pemeriksaan tanda-tanda vital tubuh tanpa perlu keluar rumah. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail