Tes PSA (Prostate-Specific Antigen), Tujuan dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Tes PSA (Prostate-Specific Antigen), Tujuan dan Risikonya

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
mengenal tes psa

Tes PSA adalah tes darah yang digunakan untuk pemeriksaan kanker prostat dengan mengukur kadar prostate specific antigen (PSA) atau antigen spesifik prostat dalam darah. Kadar PSA yang tinggi bisa menunjukkan kanker prostat, tetapi juga dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti prostat yang membesar atau meradang. Simak ulasan di bawah ini untuk lebih memahami tentang tes PSA.

 

Apa itu Tes PSA (Prostate-Specific Antigen)?

 

Tes PSA (prostate-specific antigen) adalah tes darah yang utamanya digunakan untuk mendeteksi kanker prostat. Tes ini dapat mengukur jumlah PSA atau antigen spesifik prostat di dalam darah. PSA sendiri merupakan protein yang diproduksi oleh sel normal maupun sel kanker pada prostat.

 

Bila pada pemeriksaan ini ditemukan bahwa kadar PSA cukup tinggi, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya kanker prostat. Namun, sebenarnya terdapat berbagai kondisi lain yang bisa mendasari peningkatan kadar PSA, termasuk benign prostatic hyperplasia (BPH) dan prostatitis.

 

Tujuan Tes PSA

 

Pada dasarnya, tes PSA adalah salah satu pemeriksaan skrining umum yang bertujuan untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker prostat. Apabila ditemukan hasil yang tidak normal pada tes PSA, dokter dapat mengambil tindakan biopsi untuk mengonfirmasi diagnosis.

 

Adapun tujuan lain dari tes PSA selain mendeteksi tanda-tanda awal kanker prostat adalah untuk menilai efektivitas pengobatan, serta memeriksa kanker yang muncul kembali (recurring).

 

Indikator Tes PSA

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hanya dengan tes PSA saja belum cukup akurat untuk menentukan apakah pasien mengidap kanker prostat, sehingga dokter perlu melakukan biopsi. Namun, para ahli terus menyelidiki indikator tes PSA untuk menentukan apakah tes ini memberikan manfaat yang terukur. Variasi tersebut, meliputi:

 

  • Kecepatan (velocity) PSA. Velocity dapat menunjukkan perubahan kadar PSA dari waktu ke waktu. Peningkatan yang cepat dapat mengindikasikan adanya kanker atau tipe kanker yang agresif. 

  • Persentase PSA bebas. PSA bersirkulasi dalam darah melalui dua cara, yaitu terikat pada protein darah tertentu atau tidak terikat (bebas). Bila hasil tes menunjukkan bahwa tingkat PSA tinggi namun persentase PSA bebasnya rendah, hal ini mengindikasikan kanker prostat.

  • Kepadatan PSA. Kanker prostat diketahui menghasilkan lebih banyak PSA per volume jaringan daripada kondisi prostat jinak. Namun, pengukuran kepadatan PSA biasanya memerlukan pemeriksaan penunjang seperti MRI atau USG transrektal.

 

Manfaat Tes PSA

 

Bila kanker prostat berhasil terdeteksi lebih awal berkat pemeriksaan PSA yang didukung dengan prosedur lain guna mengonfirmasi diagnosis, kanker lebih mudah diobati dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk sembuh. Sebagai informasi, kanker prostat adalah jenis kanker yang berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun.

 

Sering kali, kanker ini tidak menimbulkan gejala awal sehingga jarang disadari oleh penderitanya. Dengan melakukan tes PSA sejak dini, terutama bagi seseorang yang memiliki risiko tinggi mengalami kanker prostat, potensi kanker prostat terdiagnosis dan mendapat penanganan di tahap awal semakin besar.

 

Risiko Tes PSA

 

Secara umum, tes ini aman untuk dilakukan. Namun, dokter tetap akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan terlebih dahulu guna menentukan apakah pasien perlu atau tidak perlu melakukan tes skrining PSA. Perlu diketahui juga bahwa pemeriksaan ini masih memiliki beberapa keterbatasan dalam:

 

  • Memastikan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan peningkatan PSA.

  • Memastikan faktor-faktor yang dapat menurunkan nilai PSA.

  • Hasil yang tidak selalu akurat. Orang dengan kadar PSA tinggi tidak selalu mengidap kanker prostat. Sebaliknya, orang dengan kanker prostat, terkadang juga memiliki tingkat PSA yang normal.

  • Diagnosis yang berlebihan (overdiagnosis). Indikasi kanker prostat yang terdeteksi dari hasil tes PSA biasanya tidak menimbulkan gejala atau bisa menyebabkan kematian. Diagnosis kanker tanpa gejala ini disebut sebagai overdiagnosis.

 

Penting untuk dipahami bahwa tes PSA hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang berkaitan dengan kanker, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Lebih lanjut, bila Anda ingin memahami lebih mendalam terkait dengan tes PSA, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pusat unggulan penanganan kanker di Siloam Hospitals Group.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. PSA test. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Prostate-Specific Antigen (PSA) Test. Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail