Kesehatan Tubuh
Mengenal Total Hip Replacement untuk Gangguan Sendi Panggul

Table of Contents
Sendi panggul merupakan bagian penting dalam sistem gerak manusia yang berfungsi untuk mendukung gerakan tubuh, melindungi organ panggul, dan menjadi tempat melekatnya otot. Alhasil, jika sendi panggul mengalami kerusakan, fungsi-fungsi tersebut akan terganggu.
Total hip replacement (THR) adalah prosedur medis yang dapat menangani kerusakan pada sendi panggul. Dengan bantuan operasi THR, risiko gangguan kesehatan yang lebih serius bisa diminimalkan. Lantas, apa itu total hip replacement? Bagaimana prosedurnya? Simak penjelasannya.
Apa Itu Total Hip Replacement (THR)?
Seperti namanya, total hip replacement adalah operasi penggantian sendi panggul secara total dengan prostesis atau sendi buatan. Secara umum, prosedur ini dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan sendi panggul karena penuaan, cedera, kelainan panggul sejak masa kanak-kanak, radang sendi, dan tidak bisa ditangani melalui pengobatan lainnya.
Operasi THR paling banyak dilakukan pada pasien berusia 60–80 tahun. Prosedur ini tergolong dalam operasi besar sehingga hanya dianjurkan ketika pengobatan lain, seperti injeksi steroid atau fisioterapi, tidak efektif lagi untuk mengatasi gangguan sendi penderitanya.
Hingga kini, operasi THR menjadi salah satu prosedur penanganan gangguan sendi panggul dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Seiring berkembangnya teknologi di dunia medis, teknik operasi ini pun dinilai semakin efektif dalam menangani permasalahan sendi panggul.
Tujuan Operasi Total Hip Replacement
Sejumlah kondisi yang dapat diatasi dengan total hip replacement adalah sebagai berikut:
-
Rheumatoid arthritis (rematik): Peradangan sendi akibat penyakit autoimun. Kondisi ini berdampak terhadap sinovium (cairan pelumas sendi) dan bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, hingga kekakuan pada persendian.
-
Osteoartritis (peradangan kronis pada sendi): Kondisi yang terjadi akibat kerusakan kartilago (tulang rawan) atau bantalan sendi dan tulang-tulang di sekitar sendi. Osteoartritis paling sering dialami oleh lansia.
-
Osteonekrosis: Kerusakan atau kematian dari sel-sel dan jaringan tulang karena tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
-
Traumatic arthritis: Peradangan sendi akibat benturan dari cedera atau kecelakaan serius pada sendi. Kondisi ini dapat merusak tulang rawan di bagian pinggul sehingga memerlukan operasi penggantian sendi panggul.
-
Nyeri hebat di persendian yang menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu, kualitas tidur menurun, serta memicu gangguan psikis, misalnya depresi.
-
Kelainan panggul yang sudah terjadi sejak kecil.
Di samping mengatasi beberapa kondisi medis di atas, dokter biasanya juga mempertimbangkan prosedur ini untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami:
-
Sulit berdiri setelah duduk.
-
Kualitas tidur terganggu.
-
Nyeri sendi bertambah parah saat berjalan, sekalipun sudah menggunakan alat bantu jalan atau tongkat.
-
Kemampuan naik-turun tangga menurun.
Operasi total hip replacement biasanya menjadi pilihan terakhir apabila sejumlah terapi medis lainnya tidak efektif untuk menangani keluhan pasien terkait gangguan sendi. Adapun beberapa terapi medis tersebut adalah fisioterapi, pemberian alat bantu jalan, dan pemberian obat-obatan, seperti obat antinyeri, kondroitin sulfat, dan glukosamin.
Persiapan sebelum Operasi Total Hip Replacement
Operasi ini bisa saja memerlukan persiapan yang kompleks, tergantung kondisi pasien. Sebelumnya, pasien perlu memberitahu dokter mengenai gejala dan keluhan terkait sendi panggul, seperti riwayat cedera, rasa nyeri, dan sebagainya.
Pasien juga perlu memberitahukan kepada dokter jika ada riwayat penyakit lain serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk obat pengencer darah, suplemen, obat-obatan herbal, dan obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka panjang lainnya. Adapun beberapa persiapan lain sebelum operasi total hip replacement adalah:
-
Pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, tes urine, ekokardiografi, dan rontgen dada.
-
Konsultasi dengan dokter spesialis lain apabila pasien memiliki riwayat penyakit lain.
-
Konsultasi dengan dokter gigi apabila pasien memiliki riwayat penyakit gigi.
-
Rencana perubahan dosis atau penghentian konsumsi obat-obatan sementara sebelum operasi.
-
Memastikan kulit pasien pada area operasi bebas dari infeksi atau luka lainnya.
Karena operasi THR termasuk operasi besar dengan proses pemulihan yang cukup panjang, sebagian pasien mungkin merasa perlu mencari second opinion untuk memantapkan rencana pengobatannya. Dalam situasi ini, pasien dapat mencari pendapat kedua untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan, serta pertimbangan manfaat dan risikonya.
Prosedur Total Hip Replacement
Operasi total hip replacement bisa memakan waktu selama berjam-jam, berikut adalah langkah-langkah prosedur yang akan dilakukan dokter:
-
Pembiusan total oleh dokter spesialis anestesi.
-
Membersihkan area operasi dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.
-
Pengangkatan tulang rawan dan sendi yang mengalami kerusakan oleh dokter spesialis bedah tulang.
-
Penggantian sendi panggul dengan sendi baru.
Pascaoperasi Total Hip Replacement
Setelah operasi THR berhasil dilakukan, pasien kemudian dipindahkan ke ruang observasi selama beberapa jam. Dalam ruangan ini, tim medis akan memantau tanda-tanda vital pasien, yang meliputi tekanan darah, detak jantung, pernapasan, suhu tubuh, dan tingkat kesadaran.
Setelah kondisi pasien stabil, pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa untuk menjalani rawat inap selama beberapa hari hingga dokter memberikan izin untuk pulang. Selama rawat inap, pasien juga akan mendapatkan perawatan fisioterapi dan obat-obatan.
Beberapa minggu setelah operasi, pasien mungkin akan merasa tidak nyaman dan nyeri akibat penggantian sendi baru, namun hal ini cukup normal. Setelah diperbolehkan pulang, pasien tetap dianjurkan untuk rutin melakukan kontrol ke rumah sakit dan mengikuti anjuran dokter. Pasien harus menjaga area operasi atau bekas luka operasi agar tetap bersih dan kering, serta menutup bekas luka dengan perban untuk mencegah iritasi dan infeksi.
Hasil Operasi Total Hip Replacement
Kesuksesan operasi ini dapat membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari tanpa kesulitan, seperti berjalan dan naik-turun tangga secara normal, serta melakukan olahraga ringan. Meski begitu, pasien tetap disarankan untuk membatasi aktivitas berat yang dapat membebani sendi.
Lantas, berapa lama sendi prostesis (buatan) bertahan sebagai pengganti sendi? Umumnya, prostesis dapat bertahan hingga 10–20 tahun, tergantung pemakaian dan kondisi kesehatan pasien. Namun, sendi buatan cenderung bertahan lebih singkat pada pasien dengan kondisi diabetes atau obesitas.
Risiko Efek Samping dan Komplikasi Total Hip Replacement
Meski jarang terjadi, terdapat beberapa risiko komplikasi dan efek samping operasi ganti sendi panggul yang perlu dipahami, seperti:
-
Ukuran kaki yang satu menjadi lebih panjang daripada kaki lainnya.
-
Dislokasi tulang panggul.
-
Timbul infeksi di sekitar sendi buatan.
-
Muncul gumpalan darah di pembuluh kaki atau panggul.
Itulah penjelasan seputar operasi penggantian sendi panggul atau total hip replacement yang perlu Anda ketahui. Informasi di atas hanya bertujuan sebagai edukasi, sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis dan saran medis dokter. Prosedur ini baru dapat dilakukan setelah memperoleh diagnosis resmi dan rekomendasi dari dokter.
Karena itu, jika mengalami gejala yang mengarah pada gangguan sendi panggul, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam terdekat untuk mendapatkan evaluasi dan rekomendasi penanganan yang tepat.
Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas kesehatan yang tersedia. Oleh karena itu, pertimbangkan rumah sakit dengan rekam jejak tepercaya dan layanan kesehatan unggulan untuk mendapatkan pengobatan maupun second opinion.
Tidak perlu jauh ke luar negeri, kini layanan kesehatan berstandar internasional juga bisa dengan mudah diakses melalui Siloam Medical Concierge. Dengan menghubungi layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis. Mari, mulai perjalanan kesembuhan Anda bersama kami, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini








