Mengenal Fakta dan Mitos Terkait Pemeriksaan Mammografi
Kesehatan Tubuh

Mengenal Fakta dan Mitos Terkait Pemeriksaan Mammografi

13 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Fakta dan mitos terkait pemeriksaan mammografi

Pemeriksaan mammografi adalah prosedur pemeriksaan X-ray yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada payudara, termasuk penumpukan kalsium, kista, tumor, dan kanker payudara. Sayangnya, sebagian orang memercayai mitos pemeriksaan mammografi, sehingga enggan untuk menjalani pemeriksaannya.

 

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan mammografi, mari simak informasi tentang mitos dan fakta pemeriksaan mammografi dalam artikel berikut ini.

 

Fakta dan Mitos Pemeriksaan Mammografi

 

Berikut ini adalah beberapa mitos pemeriksaan mammografi yang banyak beredar di masyarakat dan perlu diluruskan.

 

1. Mitos: Tingkat Radiasi Mammografi Membahayakan Tubuh

 

Ada mitos yang mengatakan bahwa tingkat radiasi mammografi dapat membahayakan tubuh. Faktanya, meski menggunakan sinar radiasi, kadarnya sangat kecil dan sudah sesuai dengan standar keamanan medis.

 

Alat pemeriksaan mammografi ini sudah lolos uji oleh berbagai organisasi internasional, seperti Food and Drug Administration, American College of Radiology, dan Mammography Quality and Standards Act. Sehingga, keamanan pemeriksaan mammografi sudah terjamin selama pemeriksaan dilakukan di fasilitas kesehatan yang resmi.

 

2. Mitos: Tidak Ada Riwayat Kanker Payudara berarti Tidak Perlu Menjalani Pemeriksaan Mammografi

 

Banyak yang berpikir bahwa jika seseorang tidak memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya atau tidak memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker, ia tidak perlu melakukan pemeriksaan mammografi.

 

Faktanya, pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan secara berkala, yakni sebanyak satu tahun sekali pada wanita di atas usia 40 tahun, sekalipun ia tidak mempunyai gejala atau tanda dari kanker payudara dan riwayat penyakit kanker dalam keluarga.

 

Sebaiknya, jangan menunggu untuk menjalani pemeriksaan hingga ditemukan gejala atau tanda dari kanker payudara, karena hal tersebut dapat menjadi kemungkinan bahwa kanker payudara sudah berkembang ke stadium lanjut.

 

Adapun gejala atau tandanya meliputi munculnya benjolan di payudara, terdapat perubahan pada tekstur kulit payudara seperti kulit jeruk, luka pada bagian payudara yang tak kunjung sembuh, atau keluarnya cairan dari puting payudara.

 

Dengan melakukan pemeriksaan mammografi secara berkala, kanker payudara dapat terdeteksi lebih awal, sehingga penderitanya bisa memiliki tingkat keberlangsungan hidup dalam 5 tahun yang tinggi, bahkan hingga 99%.

 

3. Mitos: Mammografi 3D dan Tradisional Manfaatnya Sama

 

Banyak yang berpikir bahwa mammografi 3D dan tradisional sama saja. Faktanya, teknologi mammografi 3D adalah tipe mamografi yang paling modern saat ini. Apabila dibandingkan dengan mammografi 2D standar, mamografi 3D dapat menampilkan jaringan payudara secara lebih jelas dan cakupan areanya pun juga lebih luas.

 

Selain itu, mammografi 3D juga mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perbedaan antara jaringan normal dan kanker, serta letak dan kedalaman tumor dengan lebih akurat.

 

4. Mitos: Tidak Perlu Menjalani Pemeriksaan Mammografi Setiap Tahun

 

Faktanya, pemeriksaan mammografi merupakan prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi dini gangguan pada payudara, bukan untuk mencegah penyakit. Jadi, meski sudah melakukan pemeriksaan di tahun ini, Anda tetap disarankan untuk mengulangnya kembali di tahun depan dan seterusnya.

 

Melakukan pemeriksaan mammografi setiap tahun dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara terdeteksi lebih awal, sehingga penanganannya pun juga bisa dilakukan secepat mungkin. Dengan begitu, tingkat keberlangsungan hidup penderita akan semakin tinggi.

 

5. Mitos: Prosedur Pemeriksaan Mammografi Menyakitkan

 

Pada dasarnya, toleransi rasa sakit setiap orang berbeda-beda. Bagi beberapa wanita, pemeriksaan ini mungkin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi sering kali hanya ketidaknyamanan yang sifatnya ringan.

 

Perlu diketahui bahwa faktanya, tekanan pada payudara selama pemeriksaan mammografi hanya akan berlangsung selama beberapa detik sehingga seandainya menimbulkan ketidaknyamanan pun akan terasa sangat singkat. 

 

6. Mitos: Payudara Besar Tidak Memerlukan Pemeriksaan Mammografi

 

Anggapan bahwa payudara yang padat dan berukuran besar tidak memerlukan pemeriksaan mammografi adalah hal yang keliru. Faktanya, pemeriksaan mammografi disarankan untuk semua wanita tanpa memedulikan ukuran dan bentuk payudara.

 

Apabila memiliki jaringan payudara yang padat, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan apakah perlu menjalani pemeriksaan ultrasonografi payudara lengkap selain mammografi tahunan. Pasalnya, pemeriksaan ultrasonografi payudara lengkap dapat mendeteksi kanker payudara yang mungkin tidak terlihat dari pemeriksaan mammografi pada wanita dengan jaringan payudara yang padat.

 

7. Mitos: Tidak Perlu Dilakukan Jika Dokter Tidak Menyarankan

 

Mitos yang perlu diluruskan selanjutnya adalah jika dokter tidak memberikan anjuran untuk melakukan pemeriksaan mammografi, pemeriksaan tersebut tidak perlu dilakukan. Ini adalah hal yang salah. Faktanya, setiap orang diharapkan memiliki inisiatif untuk menjalani pemeriksaan mammografi meski belum atau tidak ada anjuran secara khusus dari dokter.

 

Lakukan Pemeriksaan Mammografi di Siloam Hospitals

 

Setelah memahami tentang fakta dan mitos serta pentingnya pemeriksaan mammografi, kini jangan ragu untuk menjalani pemeriksaan tersebut sesegera mungkin, terutama bagi Anda yang belum pernah melakukannya.

 

Apabila hendak menjalani pemeriksaan mammografi, Anda dapat menggunakan paket medical check up Rontgen Payudara/Mammography di Siloam Hospitals. Pemeriksaan ini telah mencakup skrining awal terhadap:

 

  • Kelainan pada payudara.

  • Kanker payudara.

  • Tumor jinak pada payudara.

  • Kista payudara.

  • Klasifikasi (penumpukan kalsium) di jaringan payudara.

 

Paket pemeriksaan mammografi bisa Anda pesan secara online melalui fitur Siloam Digital Lab & Radiologi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui fitur ini, Anda dapat menemukan berbagai paket Cek Radiologi yang tersedia di Siloam Hospitals terdekat sesuai dengan hasil konsultasi dengan dokter.

 

Manfaatkan juga fitur Cari Dokter yang memberikan kemudahan bagi Anda, seperti melihat jadwal praktik dokter yang sesuai dan Self Check In sehingga Anda tidak perlu mengantre lama di rumah sakit. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-rio-hermawan-sprad-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rio Hermawan, SpRad (K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-sudianto-sprad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Sudianto, SpRad

Radiologi

Spesialis Radiologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anna-celesta-nastasia-nalley-sp-rad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail