MRI Jantung, Kenali Fungsi, Prosedur, dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

MRI Jantung, Kenali Fungsi, Prosedur, dan Efek Sampingnya

30 Maret 2026 5 menit waktu baca
mri jantung

Untuk menilai kondisi jantung secara detail, dokter dapat menggunakan berbagai metode pemeriksaan pencitraan. Salah satu yang dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi adalah MRI (magnetic resonance imaging) jantung. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengevaluasi struktur, fungsi, serta aliran darah pada jantung tanpa tindakan operasi. Prosedur ini juga cenderung aman karena tidak menggunakan paparan radiasi. Simak informasi selengkapnya mengenai prosedur MRI jantung di bawah ini.

 

Apa Itu MRI Jantung?

 

MRI jantung atau cardiac MRI (CMR) adalah pemeriksaan radiologi yang bekerja dengan menggabungkan teknologi magnet besar, gelombang radio, dan komputer. Pemeriksaan digunakan untuk melihat struktur dan fungsi jantung secara detail. Dengan teknologi ini, dokter dapat menilai kondisi otot jantung, katup, hingga aliran darah tanpa perlu tindakan operasi.

 

Berbeda dengan pemeriksaan lain, MRI jantung sangat baik dalam membedakan jaringan normal dan jaringan yang mengalami kerusakan. Hal ini membuatnya sering digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis serta menentukan tingkat keparahan penyakit jantung.

 

Deteksi dini menjadi langkah penting dalam penanganan penyakit kardiovaskular. Semakin cepat masalah jantung diketahui, semakin cepat pula dokter dapat memberikan penanganan yang tepat sehingga risiko kematian bisa berkurang. Pasalnya, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization, terdapat 19,8 kasus kematian di seluruh dunia akibat penyakit kardiovaskular pada tahun 2022. 

 

Fungsi MRI Jantung

 

Fungsi utama MRI jantung adalah memberikan gambaran jantung secara rinci sehingga dokter dapat menegakkan diagnosis yang akurat. Studi dalam Cureus (2024) menyebutkan bahwa MRI jantung merupakan gold standard untuk mendeteksi miokarditis (radang otot jantung).

 

MRI jantung berfungsi membantu dokter mendeteksi beberapa kondisi berikut:

 

  • Peradangan atau kerusakan otot jantung, seperti pada miokarditis.

  • Benjolan atau tumor di dalam jantung.

  • Kelainan struktur jantung, seperti penyakit jantung bawaan.

  • Gagal jantung.

  • Penyakit katup jantung.

  • Kerusakan jantung akibat serangan jantung.

  • Penyumbatan pembuluh darah di jantung, untuk melihat area otot jantung mana yang kekurangan suplai darah.

 

Tidak hanya mendiagnosis masalah pada jantung, dokter juga bisa menggunakan MRI jantung untuk:

 

  • Menilai efektivitas pengobatan yang sedang dijalani terhadap kondisi jantung.

  • Merencanakan prosedur atau pengobatan jantung.

  • Mengevaluasi keberhasilan operasi jantung.

  • Memantau perkembangan kondisi jantung dan mengevaluasi perubahannya sejak pemeriksaan terakhir.

 

Siapa yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Menjalani MRI Jantung?

 

Sebelum menjalani tindakan ini, dokter umumnya melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien layak atau memenuhi syarat. Pada dasarnya, pemeriksaan ini relatif aman bagi semua orang. Namun, dokter mungkin memerlukan pertimbangan lebih lanjut untuk beberapa kelompok orang berikut ini:

 

  • Orang yang memakai metal device di dalam tubuhnya (alat medis berbahan logam yang tertanam di dalam tubuh), seperti alat pacu jantung (pacemaker), klip aneurisma, implan koklea (telinga), atau pen tulang. Magnet mesin MRI sangat kuat dan dapat menarik logam atau merusak fungsi alat elektronik di dalam tubuh.

  • Pasien gagal ginjal berat. Pada MRI jantung, dokter sering kali perlu menyuntikkan cairan pewarna (kontras) agar gambar jantung terlihat lebih jelas. Pada pasien gagal ginjal, cairan ini sulit dikeluarkan dari tubuh dan bisa memicu masalah kesehatan lain.

  • Ibu hamil, terutama di usia kehamilan trimester pertama, MRI biasanya ditunda kecuali sangat darurat.

  • Takut ruang sempit (claustrophobia). Mesin MRI berbentuk seperti lorong tabung yang cukup sempit dan berisik. Jika pasien memiliki fobia ruang tertutup yang parah, sampaikan hal ini. Dokter dapat memberikan obat penenang ringan agar pasien lebih rileks selama prosedur berlangsung.

 

Prosedur MRI Jantung

 

Sebelum MRI jantung, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa tindakan ini sepenuhnya aman bagi pasien, mulai dari menanyakan riwayat kesehatan, alergi, riwayat operasi, serta fungsi ginjal. Biasanya, bagi pasien dengan kondisi ginjal kurang baik, dokter tidak memberikan zat kontras.

 

Dokter mungkin akan meminta pasien untuk berpuasa selama beberapa jam dan menghindari minuman berkafein (seperti kopi atau teh). Pada pasien yang memiliki kecemasan saat berada di ruang sempit, dokter mungkin meresepkan sedatif ringan yang diminum 30 menit sebelum prosedur. Pasien wajib melepaskan semua perhiasan atau benda logam dari tubuh sebelum menjalani MRI.

 

Selama pemeriksaan, pasien akan berbaring di dalam mesin MRI, sementara tim medis memantau dari luar. Secara umum, prosesnya meliputi:

 

  • Pengambilan gambar jantung secara bertahap menggunakan medan magnet dan gelombang radio.

  • Pemantauan aktivitas jantung, biasanya dengan bantuan sensor yang ditempel di dada.

  • Penggunaan zat kontras (jika diperlukan) untuk membantu memperjelas struktur atau aliran darah.

 

Selama prosedur, pasien dianjurkan tidak bergerak hingga proses selesai. Tim medis akan mengawasi dari luar ruangan namun tetap bisa berkomunikasi dengan pasien melalui mikrofon yang terhubung ke mesin. Pemeriksaan ini biasanya memakan waktu sekitar 45 hingga 90 menit.

 

Risiko Efek Samping MRI Jantung

 

Secara keseluruhan, MRI jantung merupakan prosedur yang aman dilakukan. Namun, beberapa orang dengan kondisi tertentu mungkin merasakan efek samping pascaprosedur, seperti:

 

  • Orang dengan claustrophobia dapat memicu rasa cemas berlebih, dada berdebar, hingga kesulitan bernapas saat prosedur berlangsung atau setelah keluar dari mesin MRI. Jika pasien merasa tidak nyaman, pasien selalu bisa menekan tombol darurat atau berbicara dengan petugas melalui mikrofon kapan saja.

  • Meski kemungkinannya cukup rendah, zat kontras berbahan gadolinium (GBCA) yang digunakan pada MRI dapat menimbulkan reaksi alergi. Umumnya reaksinya bersifat ringan, seperti gatal-gatal, ruam merah, atau pusing sesaat setelah disuntik. 

  • Bagi pasien dengan gagal ginjal stadium akhir, dokter biasanya tidak akan memberikan cairan kontras. Ginjal yang rusak tidak bisa membuang cairan ini dengan baik, sehingga berisiko memicu komplikasi langka pada kulit dan organ dalam.

  • Penggunaan cairan kontras juga sebisa mungkin dihindari pada ibu hamil. Hal ini karena cairan pewarna dapat menembus plasenta dan masuk ke tubuh janin. Jika MRI sangat diperlukan untuk ibu hamil, dokter biasanya akan melakukannya tanpa cairan kontras.

 

Itulah penjelasan mengenai fungsi MRI jantung hingga risiko efek samping yang perlu diwaspadai. Hasil pemeriksaan ini sangat penting bagi dokter untuk menentukan diagnosis sekaligus merencanakan penanganan yang tepat sesuai kondisi yang dialami pasien.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat jika mengalami keluhan seperti nyeri dada dan sesak napas. Dengan begitu, dokter bisa melakukan pemeriksaan yang tepat, termasuk MRI jantung bila diperlukan sehingga kondisi jantung bisa ditangani sejak dini.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Cardiac MRI. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Magnetic Resonance Imaging (MRI) of the Heart. Diakses pada 2026 | Cureus. Cardiac MRI: An Overview of Physical Principles With Highlights of Clinical Applications and Technological Advancements. Diakses pada 2026 | American Heart Association.Cardiac Magnetic Resonance Imaging (MRI). Diakses pada 2026 | WHO. Cardiovascular diseases (CVDs) |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail