Rekomendasi Olahraga untuk Lansia: Aerobik hingga Pilates
Pola Hidup Sehat

Rekomendasi Olahraga untuk Lansia: Aerobik hingga Pilates

08 Oktober 2025 8 menit waktu baca
olahraga untuk lansia

Menjaga kebugaran tubuh tidak mengenal usia. Bagi lansia, melakukan olahraga secara rutin bukan hanya untuk sekadar menjaga stamina, tetapi juga penting untuk meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat otot dan tulang, serta menjaga keseimbangan tubuh.

 

Aktivitas fisik yang tepat dapat membantu mencegah cedera, menurunkan risiko penyakit kronis, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Untuk itu, artikel ini akan mengulas beberapa rekomendasi olahraga untuk lansia, lengkap dengan aktivitas fisik yang sebaiknya dihindari. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Pentingnya Olahraga untuk Lansia

 

Olahraga memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan lansia. Aktivitas fisik yang rutin dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dengan cara memperkuat otot dan tulang, meningkatkan keseimbangan tubuh, meningkatkan mobilitas, dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker

 

Selain itu, olahraga juga bermanfaat bagi kesehatan mental, termasuk mengurangi risiko depresi, meningkatkan kualitas tidur, menjaga kesehatan otak dengan menurunkan risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer, serta meningkatkan kekuatan otot dan kapasitas fungsional tubuh secara keseluruhan.

 

Bahkan, menurut studi dari jurnal Experimental Gerontology (2025), olahraga dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, memperbaiki komposisi tubuh, dan meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Oleh karena itu, lansia direkomendasikan untuk melakukan aktivitas aerobik sedang selama 150 menit per minggu yang terdiri dari sesi aerobik, latihan penguatan otot, dan aktivitas melatih keseimbangan.

 

Namun, salah satu tantangan utama bagi lansia dalam berolahraga adalah rasa takut jatuh. Penelitian dari National Library of Medicine (2025) menunjukkan bahwa ketakutan ini dapat menyebabkan penghindaran aktivitas fisik, yang justru meningkatkan risiko cedera dan penurunan fungsi fisik. 

 

Sebaliknya, olahraga yang tepat dapat membantu mengurangi rasa takut tersebut dengan meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, mobilitas, dan kemampuan fungsional secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang hati-hati dan dukungan yang tepat, lansia dapat tetap aktif secara fisik, menjaga kesehatan mental dan otak, serta menikmati manfaat signifikan bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh dan kualitas hidup mereka.

 

Rekomendasi Olahraga untuk Lansia

 

Memilih jenis olahraga yang sesuai dan aman sangat penting agar lansia dapat tetap aktif, mengurangi risiko cedera, serta merasa lebih bugar dan percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa rekomendasi olahraga yang aman dan efektif untuk lansia:

 

1. Berjalan Kaki

 

Jalan kaki adalah olahraga sederhana yang sangat bermanfaat untuk lansia. Menurut Frontiers in Public Health (2022), aktivitas ini dapat meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, memperkuat otot, serta memperbaiki komposisi tubuh. Selain itu, jalan kaki juga bermanfaat untuk:

 

  • Meningkatkan keseimbangan. 

  • Menjaga fleksibilitas sendi. 

  • Menurunkan risiko jatuh. 

  • Membantu mengurangi risiko terjadinya depresi.

  • Membantu menurunkan kemungkinan terjadinya demensia.

  • Mengontrol berat badan.

  • Meningkatkan energi.

  • Menjaga kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Untuk tetap aman dan nyaman, gunakan sepatu yang mendukung sendi, memakai tongkat atau walker jika perlu, dan konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olahraga secara rutin. Kemudian, pastikan kondisi tubuh aman dan mulailah dengan berjalan cepat sekitar 30 menit per hari selama lima hari seminggu. Variasikan rute secara bertahap, misalnya di jalan yang sedikit menanjak, untuk melatih tubuh dan memperoleh manfaat maksimal.

 

2. Aerobik

 

Latihan aerobik secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap bugar, sehat, dan kuat seiring bertambahnya usia. Dengan pendekatan yang aman dan konsisten, lansia dapat merasakan banyak manfaatnya, antara lain:

 

  • Meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah: Latihan aerobik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot jantung, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta stroke.

  • Mengurangi risiko diabetes: Aerobik dapat membantu mengontrol kadar gula darah, yang sangat penting dalam mencegah atau mengelola diabetes tipe 2.

  • Menjaga berat badan: Olahraga aerobik efektif membakar kalori, yang dapat membantu menjaga atau menurunkan berat badan, serta meningkatkan komposisi tubuh.

  • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi: Dengan rutin melakukan aerobik, lansia dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh yang penting untuk mengurangi risiko jatuh.

  • Meningkatkan kualitas tidur: Latihan aerobik secara teratur dapat memperbaiki pola tidur dan kualitas tidur yang sering menjadi masalah bagi lansia.

  • Meningkatkan energi dan stamina: Aerobik dapat membantu lansia merasa lebih bertenaga, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Meningkatkan kesehatan mental: Aktivitas fisik seperti aerobik terbukti mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan suasana hati dan rasa percaya diri.

 

3. Aerobik Air

 

Rekomendasi olahraga untuk lansia selanjutnya adalah aerobik air. Menurut artikel di European Review of Aging and Physical Activity (2024), latihan aerobik di dalam air dapat membantu lansia dalam mempertahankan keseimbangan sehingga risiko jatuh berkurang, menurunkan kemungkinan cedera berkat efek peredam air, serta meningkatkan kapasitas tubuh secara keseluruhan. 

 

Tak hanya itu, penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine (2021) juga menunjukkan bahwa latihan ini juga dapat memperkuat otot, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menunjang kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, serta mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kesejahteraan lansia secara keseluruhan.

 

4. Tenis

 

Tenis merupakan olahraga lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan lansia. Penelitian dari International Journal of Environmental Research and Public Health (2021) menunjukkan bahwa lansia yang lebih sering bermain tenis memiliki pembuluh darah yang lebih lentur (arterial compliance lebih baik) dan sensitivitas insulin yang lebih tinggi. Hal ini menandakan bahwa tenis dapat mendukung kesehatan metabolik dan kardiovaskular pada lansia.

 

Selain itu, tenis dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan, dan mengurangi risiko jatuh. Sifatnya yang melibatkan gerakan cepat, lari pendek, dan perubahan arah secara berulang juga membantu meningkatkan kemampuan koordinasi dan kekuatan tubuh secara menyeluruh.

 

5. Peregangan/Stretching

 

Peregangan memiliki manfaat signifikan bagi lansia, terutama dalam meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan mobilitas. Sebuah studi yang dipublikasikan di Geriatric Nursing (2025) menunjukkan bahwa peregangan dapat meningkatkan fungsi berjalan pada lansia dengan meningkatkan fleksibilitas pinggul, mobilitas pergelangan kaki, dan kelenturan otot, yang secara keseluruhan meningkatkan performa berjalan mereka

 

Berikut beberapa contoh gerakan peregangan yang dapat dilakukan oleh lansia:

 

  • Flamingo stand: Berdiri dengan berat badan pada kaki kanan, angkat kaki kiri ke depan dan tahan selama 10–15 detik. Ulangi pada sisi sebaliknya.

  • Posture exercise: Berdiri dengan tangan di dinding atau belakang kursi, angkat kaki kiri ke belakang dan atas sejauh yang nyaman, tahan selama 5 detik, lalu turunkan. Ulangi pada sisi sebaliknya.

  • Tree pose: Berdiri dengan berat badan pada kaki kanan, letakkan telapak kaki kiri di bagian dalam paha kanan (hindari lutut), tahan posisi ini selama 10–20 detik, lalu ulangi pada sisi sebaliknya.

 

6. Latihan Keseimbangan

 

Latihan keseimbangan sangat penting bagi lansia untuk mencegah jatuh dan mempertahankan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Menurut artikel di BMC Geriatrics (2024), latihan keseimbangan dapat meningkatkan stabilitas postural dan koordinasi, serta mengurangi risiko cedera akibat jatuh pada lansia.

 

Berikut beberapa contoh latihan keseimbangan yang dapat dilakukan lansia:

 

  • Berdiri dengan satu kaki: Berdirilah tegak dan angkat satu kaki, tahan selama 10–30 detik, lalu terapkan pada kaki satunya.

  • Berjalan dengan tumit menyentuh jari kaki: Langkahkan kaki dengan tumit menyentuh jari kaki yang lain, lakukan secara perlahan dan stabil.

  • Mengangkat kaki ke belakang: Berdirilah tegak, angkat satu kaki ke belakang tanpa menekuk lutut, tahan beberapa detik, lalu ganti kaki.

  • Berjinjit: Berdirilah tegak dan angkat tumit sehingga tubuh berada di ujung jari kaki, tahan beberapa detik, lalu turunkan.

  • Push-up dinding: Berdirilah menghadap dinding, letakkan tangan di dinding setinggi bahu, dan lakukan gerakan push-up secara perlahan.

 

7. Yoga Menggunakan Kursi

 

Chair yoga adalah bentuk yoga yang dapat dilakukan sambil duduk atau berdiri dengan dukungan kursi, cocok untuk lansia yang memiliki masalah keseimbangan atau mobilitas terbatas. Menurut tinjauan literatur dari International Journal of Science and Research (2023), yoga menggunakan kursi efektif dalam meningkatkan mobilitas, kemandirian fungsional, dan kualitas hidup lansia.

 

Selain itu, penelitian dari BMC Geriatrics (2025) menunjukkan bahwa yoga menggunakan kursi juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental lansia, seperti membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa kesejahteraan secara keseluruhan, dan membantu tidur lebih nyenyak. 

 

8. Pilates

 

Rekomendasi olahraga untuk lansia yang terakhir adalah pilates, seperti yang dijelaskan dalam Europian Journal of Investigation in Health, Psychology and Education (2022). Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan pilates selama 12 minggu dapat meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan dinamis, kapasitas aerobik, dan kapasitas fungsional pada lansia. Selain itu, pilates juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dan psikologis lansia.

 

Pilates dapat dilakukan dengan menggunakan matras di lantai sehingga menjadikannya pilihan yang terjangkau dan aman bagi sebagian besar lansia. Namun, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan Pilates, terutama bagi lansia dengan kondisi medis tertentu.

 

Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari oleh Lansia

 

Beberapa jenis aktivitas fisik mungkin kurang cocok untuk orang berusia di atas 65 tahun. Latihan yang memerlukan tenaga besar, seperti lari jarak jauh, sit-up, panjat tebing, atau berenang secara intens, sebaiknya dihindari oleh lansia. Sebelum memulai program olahraga apa pun, sangat penting bagi lansia untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna memastikan bahwa aktivitas tersebut aman dan sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.

 

Itulah beberapa rekomendasi olahraga untuk lansia, mulai dari yang paling sederhana seperti berjalan kaki hingga pilates. Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan di atas bersifat edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan saran langsung dari dokter.

 

Oleh karena itu, untuk memastikan program olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh panduan latihan yang tepat dan meminimalkan risiko cedera sambil tetap mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan.

 

Selain itu, manfaatkan juga Paket Skrining Kesehatan di Siloam Hospitals untuk memeriksa kondisi tubuh secara menyeluruh. Paket ini dirancang untuk membantu mendeteksi faktor risiko dan memantau kesehatan secara rutin sehingga Anda dapat berolahraga dengan lebih aman.

 

Untuk proses pemesanan yang lebih praktis, gunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat mengakses berbagai layanan kesehatan lain, mulai dari mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan dalam mengelola kesehatan Anda.

 

Sumber

BMC Geriatrics. Perceptions and Experiences of Chair-Based Yoga by Older Adults with Multimorbidity: A Qualitative Process Evaluation of the Gentle Years Yoga Randomised Controlled Trial. Diakses pada 2025 | CDC. Physical Activity Benefits for Adults 65 or Older. Diakses pada 2025 | Experimental Gerontology. Benefits of Physical Exercise through Multivariate Analysis in Sedentary Adults and Elderly: An Analysis of Physical Fitness, Health and Anthropometrics. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Fear of Falling Avoidance Behavior on Daily Living Activities and Physical Activity in Older Adults: A Cross‐Sectional Study. Diakses pada 2025 | Better Health Channel. Walking – The Benefits for Older People. Diakses pada 2025 | Healthline. The 10 Benefits of Walking for Older Adults. Diakses pada 2025 | Frontiers in Public Health. Effect of Brisk Walking on Health-Related Physical Fitness Balance and Life Satisfaction Among the Elderly: A Systematic Review. Diakses pada 2025 | National Institute on Aging. Three Types of Exercise Can Improve Your Health and Physical Ability. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Systematic Review of Aquatic Physical Exercise Programs on Functional Fitness in Older Adults. Diakses pada 2025 | BMC Geriatrics. Comparing the Effects of Aquatic-Based Exercise and Land-Based Exercise on Balance in Older Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2025 | International Journal of Environmental Research and Public Health. Influences of Recreational Tennis-Playing Exercise Time on Cardiometabolic Health Parameters in Healthy Elderly: The ExAMIN AGE Study. Diakses pada 2025 | Geriatric Nursing. Effects of Stretching Exercise on Walking Performance and Balance in Older Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2025 | BMC Geriatrics. Efficacy of Sensory-Based Static Balance Training on the Balance Ability, Aging Attitude, and Perceived Stress of Older Adults in the Community: A Randomized Controlled Trial. Diakses pada 2025 | International Journal of Science and Research. The Effectiveness of Chair Yoga in Older Adults: A Literature Review. Diakses pada 2025 | Europian Journal of Investigation in Health, Psychology and Education. Benefits of Pilates in the Elderly Population: A Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2025 | WebMD. Best Exercises for Senior Citizens. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
tim-edukator-diabetes-shsb

Kunjungi Rumah Sakit

Tim Edukator Diabetes SHSB

Lainnya

Other Specialties


Siloam Hospitals Surabaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tjetjep-dwidja-siswaja-spfmk-sh

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tjetjep Dwidja Siswaja SpFM(K), SH

Lainnya

Spesialis Kedokteran Forensik dan Studi Medikolegal Subspesialis Konsultan Etika dan Medikolegal


Siloam Hospitals ASRI

Tersedia :

Tersedia hari ini

tim-woundcare-shmt

Kunjungi Rumah Sakit

Tim Woundcare SHMT

Lainnya

Other Specialties


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail