Operasi Trigeminal Neuralgia, Mengenal Jenis-Jenisnya
Kesehatan Tubuh

Operasi Trigeminal Neuralgia, Mengenal Jenis-Jenisnya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
operasi trigeminal neuralgia

Trigeminal neuralgia adalah suatu kondisi yang memengaruhi saraf trigeminal, yaitu saraf yang membawa sensasi dari wajah ke otak. Pada kondisi ini, adanya rangsangan ringan pada wajah, misalnya, mengoleskan krim wajah, dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyakitkan. Trigeminal neuralgia dapat ditangani melalui beberapa cara, salah satunya operasi. Lantas, apa saja operasi trigeminal neuralgia? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

 

Jenis-Jenis Operasi Trigeminal Neuralgia

 

Apabila nyeri akibat trigeminal neuralgia tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, dokter biasanya merekomendasikan operasi atau pembedahan. Dokter juga mungkin dapat menyarankan lebih dari satu prosedur, tergantung dari tingkat keparahan gejala yang dialami oleh pasien. Operasi trigeminal neuralgia dapat dilakukan dalam berbagai metode, berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Prosedur Percutaneous

 

Pada prosedur percutaneous, dokter akan menggunakan jarum untuk menjangkau bagian ganglion trigeminal, yaitu kumpulan sel saraf yang merupakan bagian dari saraf trigeminal yang terkena dampak. Beberapa metode dalam prosedur percutaneous dapat digunakan untuk menghancurkan sebagian ganglion trigeminal guna menghilangkan sumber rasa nyeri.

 

Prosedur ini kerap direkomendasikan bagi penderita multiple sclerosis, orang dewasa usia lanjut, atau orang yang mengalami nyeri berulang setelah menjalani prosedur pembedahan yang lebih invasif. Terdapat 3 jenis metode dalam prosedur percutaneous, di antaranya sebagai berikut.

 

a. Glycerol Injection

 

Pada metode operasi trigeminal neuralgia yang satu ini, dokter akan memasukkan jarum ke dasar tengkorak melalui pipi. Kemudian, jarum akan diarahkan ke dalam cairan tulang belakang yang mengelilingi saraf trigeminal agar dokter bisa menyuntikkan gliserol ke dalam cairan tersebut. Gliserol dapat merusak sinyal saraf sehingga bisa meredakan rasa nyeri.

 

Prosedur ini bisa meredakan nyeri dengan cepat. Namun, beberapa orang mungkin bisa mengalami mati rasa atau kesemutan setelah operasi, serta kambuhnya rasa nyeri di kemudian hari sebagai efek sampingnya. Dokter biasanya juga dapat meresepkan obat-obatan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman pada pasien. Kebanyakan orang diperbolehkan pulang di hari yang sama setelah prosedur dilakukan.

 

b. Balloon Compression

 

Dalam prosedur balloon compression, dokter bedah akan menggunakan jarum berlubang yang diikat dengan tabung tipis, fleksibel, dan dilengkapi balon di ujungnya. Kemudian, dokter memasukkan jarum tersebut melalui pipi serta bagian belakang mulut ke saraf trigeminal. Lalu, balon akan mengembang dengan tekanan yang cukup untuk merusak saraf dan memblokir sinyal nyeri.

 

Pada kebanyakan orang, balloon compression efektif dalam mengendalikan rasa sakit, setidaknya untuk jangka waktu tertentu. Prosedur ini dapat menimbulkan efek samping berupa mati rasa di wajah, serta kelemahan sementara atau permanen pada otot-otot wajah yang digunakan untuk mengunyah. Dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.



c. Radiofrequency Thermal Lesioning

 

Pada prosedur ini, dokter bedah memasukkan jarum berongga yang dilengkapi dengan elektroda melalui pipi dan menempatkannya di bagian ganglion trigeminal yang terdampak. Arus listrik ringan kemudian akan dialirkan melalui ujung elektroda untuk merusak serabut saraf yang memicu rasa nyeri. 

 

Bagi kebanyakan orang, prosedur ini dapat membantu mengurangi rasa sakit. Biasanya nyeri dapat muncul kembali setelah 3–4 tahun. Namun, sama halnya dengan metode lain, radiofrequency thermal lesioning juga dapat menyebabkan efek samping berupa mati rasa atau kesemutan pada wajah setelah prosedur. 

 

2. Gamma Knife Radiosurgery

 

Metode operasi trigeminal neuralgia berikutnya adalah gamma knife radiosurgery. Pada prosedur ini, dokter fokus mengarahkan dosis radiasi ke akar saraf trigeminal. Hal ini membuat lesi terbentuk secara perlahan pada saraf yang akhirnya mengganggu transmisi sinyal sensorik ke otak.

 

Prosedur ini dilakukan secara bertahap dan biasanya memakan waktu sampai 1 bulan. Beberapa orang mengalami kehilangan sensasi di wajah setelah menjalani prosedur ini. Pada sejumlah kasus, rasa nyeri mungkin bisa kembali lagi sehingga prosedur perlu diulang. Metode operasi ini membutuhkan obat penenang namun bisa dilakukan secara rawat jalan, yang berarti pasien tidak perlu melakukan rawat inap. 

 

Prosedur ini efektif dalam menghentikan rasa sakit bagi kebanyakan orang. Namun, risiko untuk munculnya kembali rasa sakit tetap ada, biasanya dalam waktu 3–5 tahun. Jika nyeri muncul kembali, pasien mungkin disarankan untuk mengulangi prosedur ini atau menjalani prosedur lain. 

 

3. Dekompresi Mikrovaskular

 

Bila pada pemindaian MRI ditemukan bahwa penyebab nyeri wajah adalah pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal, dokter dapat merekomendasikan prosedur dekompresi mikrovaskular. Pada prosedur ini, dokter akan merelokasi atau mengangkat pembuluh darah tersebut.

 

Dokter juga akan membuat sayatan di belakang telinga sisi kepala yang terasa nyeri, lalu membuat lubang kecil di tengkorak. Kemudian, dokter memindahkan pembuluh darah dari saraf trigeminal dan menempatkan bantalan di antara saraf dan arteri. Namun, jika pembuluh darah ditemukan sudah menekan saraf, dokter akan mengangkat pembuluh darah sepenuhnya untuk menghilangkan tekanan pada saraf trigeminal.

 

Operasi trigeminal neuralgia yang satu ini dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dengan cepat. Namun, nyeri neuralgia trigeminal bisa kembali dalam beberapa bulan atau tahun kemudian. Sebagian besar pasien yang menjalani operasi ini tidak mengalami mati rasa pada wajah setelahnya.

 

Prosedur ini sedikit lebih kompleks dan dapat memakan waktu beberapa jam sehingga pasien akan diberikan anestesi umum. Setelah prosedur, dokter akan memindahkan pasien ke ruang pemulihan untuk dilakukan pemantauan. Umumnya, pasien diminta untuk menjalani rawat inap selama beberapa hari dan diizinkan kembali beraktivitas secara normal dalam waktu satu bulan.

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa metode operasi trigeminal neuralgia yang perlu Anda pahami. Apabila Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada trigeminal neuralgia, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals. Dokter kami akan memberikan penanganan yang tepat untuk membantu menangani keluhan yang Anda rasakan. 

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan kebutuhan kesehatan Anda, seperti melihat jadwal praktik dokter hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan. 

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail